Anatomikata.co.id, Makassar – Dengan adanya penyerapan Tenaga kerja dalam Lingkup Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Banyak Masyarakat yang tertarik untuk Berkarir Dalam Sekretariat dewan terutama lulusan sarjana baru, Berharap dapat menjadi ASN maupun PPPK Kedepannya Lewat jalur pengabdian dilembaga terhormat ini,
Namun, Hal ini juga membuka peluang Beberapa Oknum Pegawai untuk mengambil kesempatan dalam memanfaatkan fenomena tersebut, dengan modus memungut biaya memuluskan dan mengiming-imingi korban untuk mudah menjadi Pegawai dalam lembaga terhormat ini,
Salah satu Korban FP mengungkapkan hanya mendapatkan janji – janji dan selalu sabar selama tahunan, sehingga korban FP ini meminta Uang kembali karna janji tidak kunjung dipenuhi,
Salah satu Pegawai yang berhasil di konfirmasi ibu MW membenarkan kejadian tersebut mengungkap “benar kejadian tersebut,namun butuh kejelasan lanjutan,”
“Kami meminta maaf pak, memang seperti itu kami juga meminta waktu untuk mengkonfirmasi kepada pelaku yang lebih banyak mengambil uang atas inisial AI untuk bertanggung jawab,” ungkapnya kepada awak media
AI adalah salah satu Staf/sopir dari mantan ketua DPRD sebelumnya ungkap Ibu MW yang banyak mengambil uang sebagai pelicin dan tidak bisa lagi di konfirmasi,
MW bersama Oknum lainnya AS sebagai tata usaha di DPRD provinsi Sulsel mengembalikan Sebagian kecil, dengan mengulur waktu dan berjanji ini akan menyelesaikan secepatnya,
Namunn sampai berita ini di rilis tidak ada kejelasan dalam pengembalian biaya pelicin, hanya janji untuk bertanggung jawab namun tidak ada kepastian dalam penyelesaiannya,








