Anatomikata.co.id, Makassar – Dugaan praktik ilegal penyaluran BBM bersubsidi menyeruak di Kabupaten Takalar. SPBU Pattallassang 74.922.74 diduga kuat menjadi bagian dari jaringan mafia BBM yang secara terang terangan menyelewengkan subsidi negara untuk keuntungan pribadi.
Temuan ini diungkap oleh Front Pembebasan Rakyat (FPR) Sulsel, yang menyebut bahwa dugaan praktik kotor ini melibatkan mobil, Motor dan jerigen tersembunyi yang digunakan untuk membeli BBM subsidi dalam jumlah cukup besar. Setelah dikumpulkan, BBM itu dijual kembali dengan harga tinggi.
“Ini bukan kelalaian, ini tindakan kriminal. Mafia BBM bermain di depan mata kita, dan negara seolah-olah diam,” tegas Ketua Umum FPR Sulsel, Alif Daisuri, Minggu (23/9).
Kejahatan Ekonomi Terstruktur FPR menyebut bahwa modus operandi ini telah berlangsung cukup lama dan rapi. Mereka menyebut ada indikasi kuat keterlibatan oknum pengelola SPBU, bahkan potensi pembiaran dari pihak-pihak terkait.
“Setiap liter BBM yang diselewengkan adalah uang rakyat yang dirampok. Ini kejahatan ekonomi, dan harus diperlakukan sebagai kejahatan serius,” lanjut Alif.
FPR Desak Penindakan Tegas
FPR mendesak Pertamina, Kepolisian, dan Kementerian ESDM untuk segera:
Menutup sementara SPBU Pattallassang dan melakukan audit menyeluruh.
Menangkap dan mengadili pelaku yang terlibat, termasuk aktor di balik layar.
Memutus mata rantai distribusi ilegal BBM subsidi di Sulsel.
Ancaman Aksi Massa
Alif menegaskan, jika aparat tak bergerak cepat, FPR siap menggerakkan aksi unjuk rasa untuk menuntut penegakan hukum.
“Jika negara tidak hadir, kami yang akan hadir. Jika hukum mandul, maka rakyat akan mengambil sikap,” tegasnya.
Belum Ada Tanggapan Resmi
Hingga berita ini ditulis, pihak SPBU Pattallassang belum memberikan klarifikasi. Publik kini menanti langkah tegas dari aparat penegak hukum, bukan sekadar janji dan imbauan kosong.








