Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulsel Gelar Aksi di Depan PT Pharma Indo Sukses: Tuntut Transparansi dan Verifikasi Izin Pergudangan Dalam Kota Makassar

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 6 November 2025 - 22:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Makassar – Pada Tanggal 6 November 2025 Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar aksi demonstrasi di depan PT Pharma Indo Sukses, Jalan Daeng Tata 3, Kelurahan Parantambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Aksi ini merupakan bentuk respons atas hasil laporan masyarakat serta observasi dan kajian mendalam yang dilakukan oleh Aliansi terkait dugaan pelanggaran aturan perizinan pergudangan dalam kota oleh perusahaan tersebut.

Aliansi menduga bahwa bangunan yang digunakan oleh PT Pharma Indo Sukses berfungsi sebagai gudang obat-obatan dan alat kesehatan, padahal lokasi tersebut berada di wilayah pemukiman padat penduduk, bukan di kawasan industri resmi.

Padahal, Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penataan dan Pembinaan Gudang secara tegas menyatakan bahwa seluruh aktivitas pergudangan harus dipusatkan di Kawasan Industri Makassar (KIMA).

Selain itu, Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pengawasan Gudang Dalam Kota juga memperkuat larangan tersebut dan mengatur aspek pengawasan serta sanksi
bagi pelanggar, termasuk penutupan dan pencabutan izin operasional.

Baca Juga :  KERICUHAN DPRD PROVINSI DAN KOTA MAKASSAR TANPA PENGAMANAN, POLISI KEMANA?

Kedua regulasi tersebut dibuat untuk menjaga keteraturan tata ruang, keamanan masyarakat,
serta mencegah munculnya praktik usaha ilegal di kawasan pemukiman.

Namun, berdasarkan hasil penelusuran Aliansi, PT Pharma Indo Sukses justru diduga telah memperoleh izin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota
Makassar untuk melakukan aktivitas pergudangan di lokasi tersebut.

> “Hal ini sangat kami pertanyakan. Bagaimana mungkin PTSP memberikan izin pergudangan di tengah kota, padahal sudah jelas ada Perda dan Perwali yang melarang kegiatan gudang di luar kawasan industri. Ada apa dengan PTSP?” ujar Andi Fahmi, selaku Jenderal Lapangan aksi.

Andi Fahmi menegaskan bahwa massa aksi datang dengan damai dan tujuan yang jelas, yakni meminta verifikasi surat perizinan gudang PT Pharma Indo Sukses secara terbuka.

> “Kami hanya meminta klarifikasi dan verifikasi dokumen perizinan. Namun, pihak perusahaan justru meminta salah satu demonstran menunjukkan KTP dengan alasan untuk melayani tamu. Ini sikap yang tidak menghargai aspirasi publik,” tegasnya.

Baca Juga :  Jalan Perintis Kemerdekaan Rusak Lagi, HMI STIKES NH Pertanyakan Kualitas Aspal dan Standar Pengerjaan

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulsel menilai kejadian tersebut menunjukkan adanya
ketidakterbukaan informasi publik dan indikasi penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan
izin usaha. Oleh karena itu, mereka menuntut pemerintah kota agar segera mengambil langkah tegas dan melakukan audit terhadap proses perizinan yang dikeluarkan oleh PTSP.

Adapun tiga tuntutan utama dalam aksi tersebut, yaitu:

1. Meminta Wali Kota Makassar segera menutup dan memberi sanksi tegas terhadap gudang
yang diduga melanggar aturan.

2. Mendesak Disperindag dan PTSP Kota Makassar untuk segera melakukan pengawasan dan
audit ulang terhadap semua izin pergudangan di kawasan pemukiman.

3. Menegakkan supremasi hukum tanpa pandang bulu untuk menjaga keadilan dan wibawa pemerintah daerah.

Aksi yang diikuti lebih dari 50 peserta dari berbagai elemen mahasiswa, seperti FMP Sulsel, DPP KIRI, FRR Sulsel, KPMR, dan Jaringan Aktivis Mahasiswa Sulsel, berlangsung damai
dengan pengawalan aparat kepolisian setempat.
Aliansi menyatakan akan terus mengawal isu ini hingga pemerintah menindaklanjuti secara hukum dan administratif.

Berita Terkait

JAS Bongkar Rekam Jejak PT Karya Pembangunan Rezki: Delapan Paket Proyek Kemenhub Lebih dari Rp500 Miliar, Mantan Direktur Pernah Masuk DPO Kasus Korupsi
MANAJEMEN RSI FAISAL DINILAI INGKARI JANJI, ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA WIJA TO BONE SIAP KEMBALI GELAR AKSI UNJUK RASA
SERAGAM BUKAN TAMENG KEKEBALAN HUKUM! LKBHMI PB HMI: COPOT KAPOLDA JATENG DAN DIRRESKRIMUM, BONGKAR DUGAAN REPRESI APARAT DI PONPES HAMALATUL QUR’AN!
KABID PPPD KEPMI BONE SOROTI FENOMENA KONTEN PORNOGRAFI DI MEDIA SOSIAL: DINILAI MERUSAK RUANG EDUKASI DAN MEMENGARUHI POLA PIKIR GENERASI MUDA
Warga Padati Grand Opening, Browcyl Perkenalkan Outlet ke-27 di Makassar
Sengketa Lahan SD Negeri Timbuseng II, Warga Harapkan Penyelesaian dari Pemerintah Kota Makassar
Dampak Asap Karhutla Sampai Ke Makassar, Organisasi Kesehatan Hipoglossus Foundation (H9F) Bagikan Masker Dan Flayer Ke Beberapa SD Negeri di Makassar
BEM NUSANTARA SULAWESI SELATAN BANTAH PERNYATAAN MENKES: “JANGAN SURUH RAKYAT BERADAPTASI DENGAN ASAP, SURUH NEGARA BEKERJA!”

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:33 WIB

JAS Bongkar Rekam Jejak PT Karya Pembangunan Rezki: Delapan Paket Proyek Kemenhub Lebih dari Rp500 Miliar, Mantan Direktur Pernah Masuk DPO Kasus Korupsi

Kamis, 5 November 2026 - 23:44 WIB

MANAJEMEN RSI FAISAL DINILAI INGKARI JANJI, ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA WIJA TO BONE SIAP KEMBALI GELAR AKSI UNJUK RASA

Senin, 2 November 2026 - 16:47 WIB

SERAGAM BUKAN TAMENG KEKEBALAN HUKUM! LKBHMI PB HMI: COPOT KAPOLDA JATENG DAN DIRRESKRIMUM, BONGKAR DUGAAN REPRESI APARAT DI PONPES HAMALATUL QUR’AN!

Senin, 2 November 2026 - 00:05 WIB

KABID PPPD KEPMI BONE SOROTI FENOMENA KONTEN PORNOGRAFI DI MEDIA SOSIAL: DINILAI MERUSAK RUANG EDUKASI DAN MEMENGARUHI POLA PIKIR GENERASI MUDA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Warga Padati Grand Opening, Browcyl Perkenalkan Outlet ke-27 di Makassar

Berita Terbaru