LPM Desak Pemkot Makassar Bertindak Tegas Atasi Konflik Tallo: “Jangan Biarkan Warga Terjebak dalam Ketakutan”

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025 - 05:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Makassar – Pada tanggal 19 November 2025, Lembaga Pergerakan Mahasiswa (LPM) kembali mengkritisi lambatnya respon pemerintah dalam menangani konflik dan perang kelompok yang kembali meletus di wilayah Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Aksi saling serang yang terjadi di kawasan Sapiria dan Borta menimbulkan kepanikan warga, Terbakar nya 7 rumah dan meninggalnya 1 warga serta gangguan besar terhadap aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

Kami menegaskan bahwa insiden Tallo bukan lagi sekadar perselisihan warga biasa, tetapi sudah masuk kategori gangguan ketertiban besar yang wajib ditangani dengan sistem terpadu sebagaimana diamanatkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar Nomor 7 Tahun 2021 tentang Ketertiban Umum, Ketenteraman, dan Pelindungan Masyarakat.

“Konflik di Tallo sudah berulang bertahun tahun. Ini bukan insiden kecil yang bisa selesai dengan teguran atau imbauan. Pemkot Makassar harus hadir dengan langkah konkret, terencana, dan terkoordinasi. Warga membutuhkan perlindungan, bukan sekadar janji,” ujar Alif Daisuri, Rabu (19/11/2025).

Baca Juga :  Srikandi APPI Jadi Mitra Strategis Dinas P3A Kota Makassar dalam Menekan Kasus KDRT dan Pelecehan di Makassar

Ia menilai bahwa Pemerintah Kota Makassar harus segera menerapkan mekanisme komando terpadu dalam menangani bentrokan besar, karena tanpa koordinasi lintas-instansi, konflik mudah membesar dan memakan korban.

“Perda No.7 Tahun 2021 sudah menyediakan payung hukum untuk menjaga ketertiban. Yang kurang adalah implementasi operasional di lapangan. Kita butuh peraturan wali kota (Perwali) sebagai turunan teknis yang mengatur siapa melakukan apa ketika konflik terjadi. Jangan tunggu ada korban baru bergerak,” tegasnya.

LPM juga menyoroti minimnya pencegahan konflik melalui pembinaan masyarakat di tingkat kelurahan dan kecamatan. Menurut saya selama akar masalah sosial tidak disentuh, maka perang kelompok akan terus berulang.

Baca Juga :  BEM NUSANTARA SULAWESI SELATAN BANTAH PERNYATAAN MENKES: “JANGAN SURUH RAKYAT BERADAPTASI DENGAN ASAP, SURUH NEGARA BEKERJA!”

“Tallo harus dipetakan sebagai zona rawan. Pemerintah perlu membuat posko mediasi permanen, mengaktifkan program pemuda, memperkuat linmas, dan memberikan edukasi hukum. Jangan reaktif terus. Pemerintah daerah mestinya proaktif mengantisipasi titik panas konflik,” jelasnya.

LPM menyerukan agar Wali Kota Makassar segera menerbitkan Perwali Mekanisme Komando Terpadu, termasuk SOP tanggap cepat, penyekatan wilayah, evakuasi warga, dan koordinasi dengan Polrestabes Makassar.

“Keamanan warga adalah prioritas. Tidak boleh ada ruang abu-abu dalam penanganan konflik. Pemkot harus memimpin, bukan membiarkan situasi berkembang tanpa kendali,” tutup ketua umum LPM Alif daisuri.

Melalui pernyataan ini, LPM berharap pemerintah kota bergerak cepat memastikan stabilitas dan rasa aman di Kecamatan Tallo serta seluruh wilayah Makassar, agar konflik serupa tidak terus terulang dan merugikan masyarakat kecil.

Berita Terkait

JAS Bongkar Rekam Jejak PT Karya Pembangunan Rezki: Delapan Paket Proyek Kemenhub Lebih dari Rp500 Miliar, Mantan Direktur Pernah Masuk DPO Kasus Korupsi
MANAJEMEN RSI FAISAL DINILAI INGKARI JANJI, ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA WIJA TO BONE SIAP KEMBALI GELAR AKSI UNJUK RASA
SERAGAM BUKAN TAMENG KEKEBALAN HUKUM! LKBHMI PB HMI: COPOT KAPOLDA JATENG DAN DIRRESKRIMUM, BONGKAR DUGAAN REPRESI APARAT DI PONPES HAMALATUL QUR’AN!
KABID PPPD KEPMI BONE SOROTI FENOMENA KONTEN PORNOGRAFI DI MEDIA SOSIAL: DINILAI MERUSAK RUANG EDUKASI DAN MEMENGARUHI POLA PIKIR GENERASI MUDA
Warga Padati Grand Opening, Browcyl Perkenalkan Outlet ke-27 di Makassar
Sengketa Lahan SD Negeri Timbuseng II, Warga Harapkan Penyelesaian dari Pemerintah Kota Makassar
Dampak Asap Karhutla Sampai Ke Makassar, Organisasi Kesehatan Hipoglossus Foundation (H9F) Bagikan Masker Dan Flayer Ke Beberapa SD Negeri di Makassar
BEM NUSANTARA SULAWESI SELATAN BANTAH PERNYATAAN MENKES: “JANGAN SURUH RAKYAT BERADAPTASI DENGAN ASAP, SURUH NEGARA BEKERJA!”

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:33 WIB

JAS Bongkar Rekam Jejak PT Karya Pembangunan Rezki: Delapan Paket Proyek Kemenhub Lebih dari Rp500 Miliar, Mantan Direktur Pernah Masuk DPO Kasus Korupsi

Kamis, 5 November 2026 - 23:44 WIB

MANAJEMEN RSI FAISAL DINILAI INGKARI JANJI, ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA WIJA TO BONE SIAP KEMBALI GELAR AKSI UNJUK RASA

Senin, 2 November 2026 - 16:47 WIB

SERAGAM BUKAN TAMENG KEKEBALAN HUKUM! LKBHMI PB HMI: COPOT KAPOLDA JATENG DAN DIRRESKRIMUM, BONGKAR DUGAAN REPRESI APARAT DI PONPES HAMALATUL QUR’AN!

Senin, 2 November 2026 - 00:05 WIB

KABID PPPD KEPMI BONE SOROTI FENOMENA KONTEN PORNOGRAFI DI MEDIA SOSIAL: DINILAI MERUSAK RUANG EDUKASI DAN MEMENGARUHI POLA PIKIR GENERASI MUDA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Warga Padati Grand Opening, Browcyl Perkenalkan Outlet ke-27 di Makassar

Berita Terbaru