anatomikata.co.id, Makassar – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Simpul Pergerakan Mahasiswa & Pemuda didepan kantor balaikota makassar pada rabu 19 November 2025, Mendapatkan represi oleh pihak keamanan dalam hal ini Satpol PP.
Aksi yang semula berjalan damai berubah menjadi aksi unjuk rasa dengan intensitas yang tinggi takkala pihak pengamanan Balaikota tak kunjung menera aspirasi mahasiswa.
Mahasiswa yang mulai geram takkala kedatangannya tidak ditanggapi oleh pihak balaikota memaksa masuk untuk bagaimana pihak balaikota dapat menerima aspirasi yang ingin mereka sampaikan secara lansung.
Namun seketika pihak oknum satpol pp melakukan hal yang dianggap berlebihan dalam menangani aspirasi mahasiswa seperti mendorong dan mempiting mahasiswa yang berusaha masuk sehingga mengakibatkan mahasiswa tersebut mengalami lecet di beberapa bagian tubuhnya.
Bams selaku Jendral lapangan SPMP sangat menyayangkan perlakuan oknum satpol pp
yang dianggap berlebihan serta menggunakan kekerasan dalam menghadapi teman-teman mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasinya.
“Saya sangat sesalkan aksi yang dilalakukan oleh teman-teman SPMP dalam menyampaikan aspirasinya diduga medapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari pihak satpol pp”.ungkapnya.
Untuk menanggapi permasalahan tersebut Bams akan melakukan aksi jilid II untuk menindak lanjuti tuntutan mereka sembari mengkonsolidasikan perlakuan oknum Satpol PP tersebut kerena dianggap mengcederai demorasi harusnya dirawat bersama.








