Aksi Demonstrasi di Kantor DPRD Kota Makassar: Menuntut Penegakan Perda dan Pencopotan Pejabat yang Gagal Menjalankan Kewenangan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anatomikata.co.id,Makassar — Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulawesi Selatan kembali menyampaikan sikap tegas melalui aksi demonstrasi yang dipusatkan di Kantor DPRD Kota Makassar, setelah seluruh upaya dialog melalui jalur resmi tidak menghasilkan penyelesaian yang konkret. Aliansi menilai bahwa Pemerintah Kota Makassar telah gagal menegakkan Peraturan Daerah terkait aktivitas pergudangan yang beroperasi secara ilegal di dalam kota.

‎Dugaan Pelanggaran Perda oleh PT Pharma Indo Sukses

‎Hasil investigasi lapangan dan laporan masyarakat menunjukkan adanya aktivitas pergudangan alat kesehatan dan obat-obatan milik PT Pharma Indo Sukses di Jl. Dg. Tata III, Kecamatan Tamalate, yang diduga melanggar:

‎- Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 53 Tahun 2015

‎- Peraturan Walikota Makassar Nomor 16 Tahun 2019

‎Regulasi tersebut secara tegas menetapkan bahwa seluruh aktivitas pergudangan harus ditempatkan di Kawasan Industri Makassar (KIMA). Namun, hingga saat ini, pergudangan tersebut tetap beroperasi di dalam kota tanpa penindakan tegas dari instansi terkait.

‎Upaya Dialog yang Tidak Ditindaklanjuti oleh PTSP

‎Sebelum aksi ini dilakukan, Aliansi terlebih dahulu menempuh jalur audiensi resmi bersama Kepala Dinas PTSP Kota Makassar. Dalam audiensi tersebut, PTSP berjanji akan memfasilitasi pertemuan lanjutan yang melibatkan semua instansi terkait, yaitu:

‎1. Disperindag Kota Makassar

‎2. Satpol PP Kota Makassar

‎3. Dinas Tata Ruang Kota Makassar

‎4. Pihak Korporasi PT Pharma Indo Sukses

‎5. PTSP Kota Makassar

‎6. Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulsel

‎Pertemuan tersebut dijanjikan untuk membahas dan menyelesaikan secara tuntas persoalan pergudangan dalam kota. Namun hingga hari ini:

Baca Juga :  Ketua KNPI Sulsel Terpilih Hadiri Musda Pemuda LIRA: Dorong Kolaborasi Pemuda Menuju Sulsel Maju

‎- tidak ada undangan,

‎- tidak ada kepastian waktu,

‎- tidak ada tindak lanjut apa pun,

‎- tidak ada transparansi.

‎Janji itu gugur tanpa penjelasan, menunjukkan kelalaian serius dalam menjalankan kewenangan dan minimnya komitmen terhadap penegakan hukum daerah.

‎Kondisi inilah yang mendorong Aliansi melakukan aksi demonstrasi sebagai langkah korektif atas kegagalan pemerintah menegakkan Perda.

‎Aksi di DPRD Kota Makassar: Meminta Pengawasan dan Penyelesaian Konkret

‎Aksi dipusatkan di Kantor DPRD Kota Makassar karena lembaga legislatif memiliki fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah daerah. Aliansi menilai bahwa DPRD harus mengambil alih penyelesaian masalah ini demi menjaga integritas regulasi daerah dan kepentingan publik.

‎Pernyataan Tegas Jenderal Lapangan: Mahesa

‎Mahesa, Jenderal Lapangan aksi, menegaskan bahwa gerakan ini bukan reaksi spontan, melainkan hasil kajian hukum, investigasi lapangan, dan proses resmi yang sudah ditempuh namun diabaikan oleh pemerintah kota.

‎Dalam orasinya ia menyampaikan:

‎> “Kami telah mengikuti seluruh prosedur dialog. Kami telah bertemu langsung dengan Kadis PTSP. Mereka berjanji memfasilitasi pertemuan dengan seluruh instansi terkait. Tapi sampai hari ini tidak ada satu pun titik terang. Karena itu kami hadir di DPRD untuk menuntut penyelesaian konkret dan penegakan Perda yang telah lama dilanggar.”

‎Mahesa menegaskan bahwa mahasiswa dan pemuda turun bukan karena emosional, tetapi karena pemerintah eksekutif gagal menjalankan mandat hukum.

‎Ia melanjutkan:

‎> “Selama Perda dilanggar, selama pemerintah daerah membiarkan pelanggaran terjadi, maka kami akan terus bergerak. DPRD harus mengambil alih dan menyelesaikan persoalan ini tanpa kompromi.”

Baca Juga :  Mahasiswa Penerima Beasiswa STIE TDN Klarifikasi: Masalah Sudah Diselesaikan Secara Kekeluargaan, Tidak Melibatkan Pihak Kampus

‎Tuntutan Resmi Aliansi

‎Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulsel menyampaikan tiga tuntutan utama di hadapan DPRD Kota Makassar:

‎1. DPRD Kota Makassar segera menggelar RDP bersama PTSP, Disperindag, Satpol PP, Dinas Tata Ruang, PT Pharma Indo Sukses, serta perwakilan Aliansi.

‎2. Penutupan total aktivitas pergudangan PT Pharma Indo Sukses karena melanggar Perda dan Perwali.

‎3. Satpol PP Kota Makassar menegakkan Perda secara tegas tanpa pengecualian dan tanpa intervensi kepentingan apa pun.

‎Tuntutan Tambahan: Pencopotan Pejabat yang Gagal Menjalankan Wewenang

‎Sebagai bentuk evaluasi keras terhadap kelalaian yang berkepanjangan, Aliansi secara tegas menuntut pencopotan pejabat-pejabat yang dianggap gagal dan mencederai hukum daerah, yakni:

‎1. Kadis PTSP Kota Makassar

‎2. Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)

‎3. Kadis Tata Ruang Kota Makassar

‎4. Kasatpol PP Kota Makassar

‎Aliansi menilai bahwa keempat pejabat tersebut tidak mampu menjalankan tugasnya, membiarkan pelanggaran Perda, tidak responsif terhadap laporan masyarakat, dan gagal memberikan kejelasan penyelesaian persoalan gudang dalam kota yang hingga kini belum tuntas.

‎> “Jika pejabat publik tidak bekerja, maka mereka tidak layak menduduki jabatan strategis. Kota Makassar membutuhkan birokrasi yang tegas, bukan birokrasi yang hanya pandai berjanji,” tegas Mahesa.

‎Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulawesi Selatan menyatakan akan terus mengawal persoalan ini hingga Pemerintah Kota Makassar menegakkan regulasi secara penuh dan bersih dari kompromi kepentingan.

‎Kontak Media:

‎Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulsel

Berita Terkait

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”
Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel
HMI: Mandat Atau Manfaat ❓
CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding
Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.
Insinerator di Beberapa Kecamatan Kota Makassar: Sampah Dibakar, Kesehatan Warga Dipertaruhkan ‼️
MBG, Program Bergizi Atau Skema Mark Up Terstruktur
Kongres X PERMAHI Digelar, Azhar Sidiq Terpilih sebagai Ketua Umum dengan Tagline “PERMAHI Mendunia”

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:53 WIB

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:14 WIB

Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:13 WIB

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:51 WIB

CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:03 WIB

Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.

Berita Terbaru

Daerah

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Feb 2026 - 20:13 WIB