Dugaan Korupsi 4.4 M di Proyek RTLH Takalar ,KMPK melakukan Unjuk Rasa depan Kantor kejaksaan Takalar.

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 15:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Pejuang Keadilan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Takalar, Senin (19/01/2025).

Aksi tersebut sebagai bentuk desakan agar aparat penegak hukum segera mengusut dugaan tindak pidana korupsi pada program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang bersumber dari APBD Kabupaten Takalar.
Dalam aksinya, para demonstran menutup sementara ruas jalan di depan kantor kejaksaan.

Mereka juga membakar ban bekas sebagai simbol protes atas lambannya penanganan dugaan penyimpangan anggaran yang nilainya mencapai Rp4,4 miliar.

Koordinator aksi, Muhammad Waliyullah, menegaskan bahwa terdapat dugaan kuat praktik korupsi dalam pelaksanaan program RTLH tersebut.

Baca Juga :  Diduga Tak Kantongi Izin, THM Elit Makassar Nekat Beroperasi di Dekat Masjid. LPM Siap Gelar Aksi Besar

Ia menyebut, indikasi penyimpangan terlihat dari penggunaan material bangunan yang diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Dalam aksinya, para demonstran menutup sementara ruas jalan di depan kantor kejaksaan.

“Kami menduga kuat adanya tindak pidana korupsi karena material yang digunakan di lapangan tidak sesuai dengan RAB yang telah ditetapkan. Ini merugikan masyarakat penerima bantuan dan berpotensi merugikan keuangan daerah,” tegas Muhammad Waliyullah dalam orasinya.

Para mahasiswa menilai program RTLH yang seharusnya menyasar masyarakat miskin justru tidak dilaksanakan secara maksimal.

Baca Juga :  “Vonny Ameliani Suardi Resmi Daftar Calon Ketua KNPI Sulsel, Diantar Puluhan OKP dan Tokoh Pemuda Berpengaruh”

Mereka menduga kualitas bangunan yang rendah menjadi bukti adanya pemangkasan anggaran demi kepentingan tertentu.

Dalam tuntutannya, massa aksi meminta Kejaksaan Negeri Takalar bersikap profesional, transparan, dan segera memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan terkait dugaan kesalahan kualitas RAB RTLH Tahun Anggaran 2025.

Mereka juga mengancam akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar jika tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti.

Aksi unjuk rasa berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan berakhir dengan tertib, meski sempat menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di sekitar lokasi.(*)

Berita Terkait

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”
Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel
HMI: Mandat Atau Manfaat ❓
CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding
Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.
Insinerator di Beberapa Kecamatan Kota Makassar: Sampah Dibakar, Kesehatan Warga Dipertaruhkan ‼️
MBG, Program Bergizi Atau Skema Mark Up Terstruktur
Kongres X PERMAHI Digelar, Azhar Sidiq Terpilih sebagai Ketua Umum dengan Tagline “PERMAHI Mendunia”

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:53 WIB

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:14 WIB

Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:13 WIB

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:51 WIB

CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:03 WIB

Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.

Berita Terbaru

Daerah

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Feb 2026 - 20:13 WIB