BEM FH UMI Gelar Aksi Tolak Dominasi Politik Pusat di Sulawesi Selatan

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 02:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Makassar — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (BEM FH UMI) menggelar aksi demonstrasi di Kota Makassar, Jumat 23 JANUARI 2026, sebagai bentuk penolakan terhadap apa yang mereka anggap sebagai dominasi politik kekuasaan pusat di Sulawesi Selatan. Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan secara tertib.

Dalam aksi itu, massa membawa sejumlah poster dan spanduk berisi kritik terhadap elite politik nasional. BEM FH UMI mengangkat grand isu bertajuk “Tolak Koloni Geng Solo Berkembang Biak di Bumi Sulawesi Selatan”, yang menurut mereka merepresentasikan keresahan mahasiswa atas kondisi demokrasi dan relasi pusat daerah yang dinilai tidak setara.

Baca Juga :  356 TAHUN SULAWESI SELATAN, 19 OKTOBER 1669, DARI PERJANJIAN BOENGAYA HINGGA KEBANGKITAN SEBAGAI IDENTITAS BANGSA INDONESIA

Koordinator aksi, dalam orasinya, menyampaikan empat tuntutan utama. Di antaranya menolak Sulawesi Selatan dijadikan sebagai koloni politik kekuasaan pusat, memutus ketergantungan politik daerah terhadap Presiden Joko Widodo dan kelompok elite yang mereka sebut sebagai “Geng Solo”, mengembalikan politik ke jalur perlawanan rakyat, serta menegaskan kembali kedaulatan rakyat sebagai fondasi demokrasi.

Selain menyampaikan tuntutan, massa aksi juga membacakan pernyataan sikap dan legal opinion. Mereka menilai Sulawesi Selatan memiliki karakter budaya dan nilai etik yang kuat, sehingga tidak seharusnya menjadi objek eksperimen politik kekuasaan pusat. BEM FH UMI menegaskan bahwa intervensi politik yang berlebihan berpotensi merusak tatanan sosial dan budaya yang telah dibangun oleh para leluhur.

Baca Juga :  Kecamatan Ujung Pandang memberikan Suprise Kepada Danramil Dalam Rangka Dirgahayu TNI Ke-79

“Sulawesi Selatan bukan koloni pusat dan bukan ruang steril bagi partai politik yang takut menghadapi realitas sosial,” tegas salah satu orator dalam aksi tersebut.

Aksi demonstrasi berakhir setelah perwakilan BEM FH UMI menyampaikan pernyataan sikap secara terbuka. Hingga aksi selesai, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah maupun partai politik terkait tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Aparat kepolisian menyatakan situasi tetap kondusif dan tidak terjadi tindakan represif selama berlangsungnya aksi.

Menutup pernyataan BEM FH UMI juga menyatakan akan melakukan aksi unjuk rasa jilid II

Berita Terkait

Palopo Disorot: Reski Halim Kritik Kinerja Wali Kota Soal Sampah yang Kian Parah
Takbiran Hidup Kembali: Ribuan Warga Amessangeng Nyalakan Cahaya Tradisi Lewat Pawai Obor”
Banser Makassar Buka Posko Mudik, Tujuh Hari Berbagi Takjil untuk Masyarakat
Intelijen Tidak Membuat Keputusan, Tidak Juga Memenangkan Perang, dan Tidak Menandatangani Perjanjian.
Ditangkap Satnarkoba, Dilepas Tanpa Jejak: Ada Apa di Tubuh Polrestabes Makassar ⁉️
Massa Gruduk Polrestabes Makassar, Desak Pencopotan Kasat Sabhara
KDRT Berulang, Korban Diseret, Dicekik, hingga Tak Bisa Bergerak
Ketua Umum MATADOR Angkat Bicara Terkait Dugaan Tindakan Represif terhadap Pemuda Pelaku Bakti Sosial di Makassar

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 23:02 WIB

Palopo Disorot: Reski Halim Kritik Kinerja Wali Kota Soal Sampah yang Kian Parah

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:43 WIB

Takbiran Hidup Kembali: Ribuan Warga Amessangeng Nyalakan Cahaya Tradisi Lewat Pawai Obor”

Kamis, 19 Maret 2026 - 23:43 WIB

Banser Makassar Buka Posko Mudik, Tujuh Hari Berbagi Takjil untuk Masyarakat

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:45 WIB

Intelijen Tidak Membuat Keputusan, Tidak Juga Memenangkan Perang, dan Tidak Menandatangani Perjanjian.

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:27 WIB

Ditangkap Satnarkoba, Dilepas Tanpa Jejak: Ada Apa di Tubuh Polrestabes Makassar ⁉️

Berita Terbaru