anatomikata.co.id, Makassar — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (BEM FH UMI) menggelar aksi demonstrasi di Kota Makassar, Jumat 23 JANUARI 2026, sebagai bentuk penolakan terhadap apa yang mereka anggap sebagai dominasi politik kekuasaan pusat di Sulawesi Selatan. Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan secara tertib.
Dalam aksi itu, massa membawa sejumlah poster dan spanduk berisi kritik terhadap elite politik nasional. BEM FH UMI mengangkat grand isu bertajuk “Tolak Koloni Geng Solo Berkembang Biak di Bumi Sulawesi Selatan”, yang menurut mereka merepresentasikan keresahan mahasiswa atas kondisi demokrasi dan relasi pusat daerah yang dinilai tidak setara.
Koordinator aksi, dalam orasinya, menyampaikan empat tuntutan utama. Di antaranya menolak Sulawesi Selatan dijadikan sebagai koloni politik kekuasaan pusat, memutus ketergantungan politik daerah terhadap Presiden Joko Widodo dan kelompok elite yang mereka sebut sebagai “Geng Solo”, mengembalikan politik ke jalur perlawanan rakyat, serta menegaskan kembali kedaulatan rakyat sebagai fondasi demokrasi.
Selain menyampaikan tuntutan, massa aksi juga membacakan pernyataan sikap dan legal opinion. Mereka menilai Sulawesi Selatan memiliki karakter budaya dan nilai etik yang kuat, sehingga tidak seharusnya menjadi objek eksperimen politik kekuasaan pusat. BEM FH UMI menegaskan bahwa intervensi politik yang berlebihan berpotensi merusak tatanan sosial dan budaya yang telah dibangun oleh para leluhur.
“Sulawesi Selatan bukan koloni pusat dan bukan ruang steril bagi partai politik yang takut menghadapi realitas sosial,” tegas salah satu orator dalam aksi tersebut.
Aksi demonstrasi berakhir setelah perwakilan BEM FH UMI menyampaikan pernyataan sikap secara terbuka. Hingga aksi selesai, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah maupun partai politik terkait tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Aparat kepolisian menyatakan situasi tetap kondusif dan tidak terjadi tindakan represif selama berlangsungnya aksi.
Menutup pernyataan BEM FH UMI juga menyatakan akan melakukan aksi unjuk rasa jilid II








