BEM FH UMI Gelar Aksi Tolak Dominasi Politik Pusat di Sulawesi Selatan

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 02:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Makassar — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (BEM FH UMI) menggelar aksi demonstrasi di Kota Makassar, Jumat 23 JANUARI 2026, sebagai bentuk penolakan terhadap apa yang mereka anggap sebagai dominasi politik kekuasaan pusat di Sulawesi Selatan. Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan secara tertib.

Dalam aksi itu, massa membawa sejumlah poster dan spanduk berisi kritik terhadap elite politik nasional. BEM FH UMI mengangkat grand isu bertajuk “Tolak Koloni Geng Solo Berkembang Biak di Bumi Sulawesi Selatan”, yang menurut mereka merepresentasikan keresahan mahasiswa atas kondisi demokrasi dan relasi pusat daerah yang dinilai tidak setara.

Baca Juga :  MBG dan Sekolah Rakyat, Simbol Generasi Sehat dan Mempersiapkan Masa Depan

Koordinator aksi, dalam orasinya, menyampaikan empat tuntutan utama. Di antaranya menolak Sulawesi Selatan dijadikan sebagai koloni politik kekuasaan pusat, memutus ketergantungan politik daerah terhadap Presiden Joko Widodo dan kelompok elite yang mereka sebut sebagai “Geng Solo”, mengembalikan politik ke jalur perlawanan rakyat, serta menegaskan kembali kedaulatan rakyat sebagai fondasi demokrasi.

Selain menyampaikan tuntutan, massa aksi juga membacakan pernyataan sikap dan legal opinion. Mereka menilai Sulawesi Selatan memiliki karakter budaya dan nilai etik yang kuat, sehingga tidak seharusnya menjadi objek eksperimen politik kekuasaan pusat. BEM FH UMI menegaskan bahwa intervensi politik yang berlebihan berpotensi merusak tatanan sosial dan budaya yang telah dibangun oleh para leluhur.

Baca Juga :  Beras Oplosan di Ritel Modern Adalah Kejahatan Sistemik terhadap Rakyat : HMI Sulbar Desak Penegakan Hukum Tegas

“Sulawesi Selatan bukan koloni pusat dan bukan ruang steril bagi partai politik yang takut menghadapi realitas sosial,” tegas salah satu orator dalam aksi tersebut.

Aksi demonstrasi berakhir setelah perwakilan BEM FH UMI menyampaikan pernyataan sikap secara terbuka. Hingga aksi selesai, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah maupun partai politik terkait tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Aparat kepolisian menyatakan situasi tetap kondusif dan tidak terjadi tindakan represif selama berlangsungnya aksi.

Menutup pernyataan BEM FH UMI juga menyatakan akan melakukan aksi unjuk rasa jilid II

Berita Terkait

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”
Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel
HMI: Mandat Atau Manfaat ❓
CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding
Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.
Insinerator di Beberapa Kecamatan Kota Makassar: Sampah Dibakar, Kesehatan Warga Dipertaruhkan ‼️
MBG, Program Bergizi Atau Skema Mark Up Terstruktur
Kongres X PERMAHI Digelar, Azhar Sidiq Terpilih sebagai Ketua Umum dengan Tagline “PERMAHI Mendunia”

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:53 WIB

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:14 WIB

Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:13 WIB

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:51 WIB

CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:03 WIB

Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.

Berita Terbaru

Daerah

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Feb 2026 - 20:13 WIB