BEM NUSANTARA SULAWESI SELATAN BANTAH PERNYATAAN MENKES: “JANGAN SURUH RAKYAT BERADAPTASI DENGAN ASAP, SURUH NEGARA BEKERJA!”

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id,MAKASSAR — Kabid Politik, Hukum, HAM dan Demokrasi BEM Nusantara Sulawesi Selatan, Risaldi Aditia, membantah keras pernyataan Menteri Kesehatan yang meminta masyarakat beradaptasi dengan kondisi asap karhutla dengan mengurangi aktivitas di luar rumah.

 

Menurut Risaldi, masyarakat tidak boleh terus-menerus ditempatkan sebagai pihak yang harus menanggung akibat dari kegagalan negara mengendalikan karhutla.

 

“Kami membantah cara pandang tersebut. Rakyat tidak boleh hanya disuruh stay di rumah dan beradaptasi dengan asap. Kalau udara sudah tercemar, negara harus hadir menyelesaikan sumber persoalannya, bukan sekadar meminta masyarakat menyesuaikan diri,” tegas Risaldi Aditia.

Baca Juga :  MATADOR KECAM NARASI TAWURAN KAPOLRESTABES MAKASSAR: JANGAN KABURKAN KEMATIAN AKMAL, KADISPORA JUGA HARUS DIEVALUASI!

 

Ia mempertanyakan langkah konkret pemerintah dalam menangani sumber karhutla, termasuk pencegahan, pengawasan, penindakan terhadap pelaku pembakaran, serta perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak.

 

“Siapa yang membakar? Siapa yang mengawasi? Apa tindakan konkretnya? Jangan sampai rakyat diminta menerima asap sebagai sesuatu yang normal, sementara akar persoalannya tidak diselesaikan,” ujarnya.

 

Risaldi menegaskan bahwa hak masyarakat atas udara yang sehat tidak boleh digantikan hanya dengan himbauan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

Baca Juga :  Mahasiswa/i KKN-PPL Tahun 2025 Kordinator kecamatan ujung, kota Parepare lakukan pelaporan di kantor camat

 

“Jangan normalisasi asap karhutla dengan dalih adaptasi. Yang harus beradaptasi adalah kebijakan pemerintah terhadap kondisi darurat lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pemerintah harus bekerja, bukan sekadar meminta rakyat bertahan,” tegasnya.

 

“Rakyat tidak butuh sekadar himbauan untuk diam di rumah. Rakyat butuh negara yang bekerja. Jangan jadikan kemampuan rakyat untuk bertahan sebagai alasan pemerintah berhenti menyelesaikan masalah,” tutup Risaldi Aditia.

Berita Terkait

PERANG KELOMPOK DI JALAN KAKATUA, KADER MATADOOR KOMA — DESAK POLISI USUT TUNTAS!
MATADOR KECAM NARASI TAWURAN KAPOLRESTABES MAKASSAR: JANGAN KABURKAN KEMATIAN AKMAL, KADISPORA JUGA HARUS DIEVALUASI!
MARAK DUGAAN AKSI GENG MOTOR DAN PENYERANGAN DI BONTOWA, PEMUDA TANTANG POLSEK BAROMBONG DAN POLRESTA GOWA BERTINDAK TEGAS
Bongkar Cacat Nalar Birokrasi Tana Toraja, LMND Resmi Laporkan Sekda ke Ombudsman Sulsel Atas Kelalaian Jabatan Sistemik!
APPI mundur dari Golkar, Ketua Milenial Makassar : Kami Loyal Ikut Bersama APPI
Ketum Matador : ini Jihad melawan Kaum Zodom (LGBT) ! Tutup MYE = Muliakan Makassar, Selamatkan Sulsel dari Bencana ! 
DUGAAN ANGGOTA DPRD BANTAENG DI THM, ANUGRAH USMAN: JANGAN BIARKAN ETIKA WAKIL RAKYAT BERHENTI DI RUANG RAPAT
Kemenag Sulsel Jangan Tutup Mata

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:37 WIB

BEM NUSANTARA SULAWESI SELATAN BANTAH PERNYATAAN MENKES: “JANGAN SURUH RAKYAT BERADAPTASI DENGAN ASAP, SURUH NEGARA BEKERJA!”

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:05 WIB

PERANG KELOMPOK DI JALAN KAKATUA, KADER MATADOOR KOMA — DESAK POLISI USUT TUNTAS!

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:43 WIB

MATADOR KECAM NARASI TAWURAN KAPOLRESTABES MAKASSAR: JANGAN KABURKAN KEMATIAN AKMAL, KADISPORA JUGA HARUS DIEVALUASI!

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:54 WIB

MARAK DUGAAN AKSI GENG MOTOR DAN PENYERANGAN DI BONTOWA, PEMUDA TANTANG POLSEK BAROMBONG DAN POLRESTA GOWA BERTINDAK TEGAS

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Bongkar Cacat Nalar Birokrasi Tana Toraja, LMND Resmi Laporkan Sekda ke Ombudsman Sulsel Atas Kelalaian Jabatan Sistemik!

Berita Terbaru