DKSS Deklarasikan Hari Puisi Sulawesi Selatan di HPI 2025

- Jurnalis

Selasa, 29 Juli 2025 - 22:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anatomikata.co.id,Makassar – Setelah penantian panjang, Indonesia akhirnya memiliki Hari Puisi Nasional. Kementerian Kebudayaan secara resmi menetapkan 26 Juli sebagai Hari Puisi Indonesia (HPI), bertepatan dengan hari lahir sang legenda sastra Indonesia, Chairil Anwar.

 

Tak berselang lama, geliat kesusastraan di daerah pun menggema. Pada Senin malam, 28 Juli 2025, Dewan Kesenian Sulawesi Selatan (DKSS) mencatat sejarah baru dengan mendeklarasikan Hari Puisi Sulawesi Selatan, bertempat di sekretariat DKSS, Jalan Mallengkeri Raya No.12 A, Makassar.

 

Deklarasi ini menjadi puncak dari serangkaian kegiatan yang digelar sepanjang hari itu—dimulai dari diskusi dan bedah buku puisi “Sayap-Sayap Indonesia” pada sore harinya, hingga peluncuran resmi buku tersebut di malam yang sarat nuansa syair dan kehangatan antargenerasi penyair. Puluhan penyair lintas generasi dari berbagai kota dan kabupaten di Sulawesi Selatan hadir, membacakan puisi mereka dalam suasana yang intim dan penuh penghargaan terhadap kata-kata.

 

Dalam suasana syahdu itu, pembacaan Deklarasi Hari Puisi Sulawesi Selatan menjadi momen paling mengharukan. Tanggal yang dipilih, 2 Januari, bukan tanpa alasan—tanggal ini merujuk pada hari lahir A.M. Dg Myala, seorang penyair penting dari era Pujangga Baru yang berasal dari Sulawesi Selatan. Deklarasi tersebut bukan sekadar penanda tanggal, melainkan penegasan eksistensi sastra Sulawesi Selatan dalam peta perpuisian nasional.

Baca Juga :  Respons Cepat Menteri ATR/BPN dalam Sengketa Tanah Metro Tanjung Bunga Dinilai Kontras dengan Penanganan Kasus Rakyat Kecil

 

Ketua DKSS, Dr. Arifin Manggau, tak mampu menyembunyikan kebanggaannya. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa haru menyaksikan solidaritas penyair Sulsel yang malam itu membaur dalam satu ruang, satu semangat. “Saya menyaksikan para penyair membacakan puisinya satu per satu. Dari yang muda hingga yang telah lama mengabdikan diri dalam dunia sastra. Ini bukti bahwa puisi hidup di Sulawesi Selatan,” ujarnya penuh antusiasme.

 

Acara tersebut juga diramaikan dengan musikalisasi puisi indah nan harmonis dari UKM Seni Bestra UNM dan UKM Seni Aksara FKIP UNM, menambah warna dan atmosfer kesenian yang kuat malam itu. Semua ini merupakan hasil kolaborasi antara Komite Sastra DKSS, dan sejumlah komunitas literasi, antara lain Fosait, K-Apel, serta komunitas seni kampus lainnya.

 

Buku antologi “Sayap-Sayap Indonesia” sendiri menghimpun hampir 100 puisi karya penyair dari Sulsel yang telah lama “berguling-guling” di habitat puisi Indonesia. Nama-nama seperti Asia Ramli Prapanca, M. Amir Jaya, Moh. Hasymi Ibrahim, Rusdin Tompo, Anwar Nasyaruddin, Aslam Katutu, Irwan AR, Aslan Abidin, hingga Mahrus Andis, hadir dalam acara tersebut dan membacakan karya mereka secara langsung.

Baca Juga :  Komunitas Soulunteer Membawa Harapan Baru untuk Pulau Bontosua: Mendorong Generasi Muda Raih Cita-Cita

 

Menurut dua inisiator sekaligus kurator buku, Andi Mahrus dan Dr. Asia Ramli, antologi ini memang belum sempurna, tetapi menjadi permulaan penting dalam menghidupkan tradisi penerbitan puisi di Sulsel. Mereka berharap di tahun-tahun mendatang, kualitas antologi semacam ini akan semakin meningkat, dari segi pengeditan, desain, hingga kualitas cetaknya.

 

Deklarasi Hari Puisi Sulawesi Selatan bukan sekadar seremoni. Ini adalah komitmen bersama DKSS dan para sastrawan Sulsel untuk merawat, menghidupkan, dan mewariskan nilai-nilai puisi sebagai bagian dari identitas kebudayaan daerah. Mulai tahun depan, 2 Januari akan menjadi momentum bagi para penyair dan pecinta sastra di Sulawesi Selatan untuk merayakan kata-kata, mengenang A.M. Dg Myala, dan menyalakan kembali api puisi yang tak lekang oleh zaman.(#)

Berita Terkait

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”
Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel
HMI: Mandat Atau Manfaat ❓
CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding
Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.
Insinerator di Beberapa Kecamatan Kota Makassar: Sampah Dibakar, Kesehatan Warga Dipertaruhkan ‼️
MBG, Program Bergizi Atau Skema Mark Up Terstruktur
Kongres X PERMAHI Digelar, Azhar Sidiq Terpilih sebagai Ketua Umum dengan Tagline “PERMAHI Mendunia”

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:53 WIB

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:14 WIB

Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:13 WIB

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:51 WIB

CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:03 WIB

Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.

Berita Terbaru

Daerah

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Feb 2026 - 20:13 WIB