Kasus Pembalakan Hutan di Gowa, Badko HmI: Kami Menduga Kepolisian dan Bupati Terlibat

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Gowa Kasus pembalakan liar di kawasan hutan lindung seluas 3.000 hektar di Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, dinilai penuh kejanggalan dan minim transparansi. Hal ini ditegaskan oleh Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Selatan.

Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) Badko HMI Sulsel, Muhammad Rafly Tanda, menyatakan adanya indikasi kuat bahwa kepolisian belum serius mengusut kasus ini hingga ke aktor utama.

“Memang benar kepolisian telah menetapkan satu orang tersangka awal Januari. Namun setelah itu, publik seolah dihadapkan pada senyap informasi. Tidak ada pengembangan, tidak ada kejelasan aktor intelektualnya,” ujar Rafly, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga :  Dani Pomanto Hadiri LK II HMI Makassar, Kepemimpinan Harus Diasah Mulai Dini

Rafly menegaskan, kejanggalan semakin nyata karena barang bukti berupa alat berat, ekskavator, telah diamankan, dan sejumlah saksi telah diperiksa. Namun hingga kini, tidak ada keterangan lanjutan mengenai jaringan pelaku.

“Dengan luas mencapai 3.000 hektar, mustahil pembalakan ini dilakukan oleh satu orang. Jika proses hukum berhenti di satu tersangka, maka patut diduga ada upaya pembiaran, bahkan potensi permainan hukum,” tegasnya.

Badko HMI Sulsel juga menyoroti sikap Pemerintah Kabupaten Gowa, khususnya Bupati Gowa, Husniah Talenrang, yang dinilai tidak menunjukkan sikap tegas terhadap kejahatan lingkungan berskala besar tersebut.

Baca Juga :  KERIBUTAN DI TEMPAT HIBURAN MALAM MELIBATKAN OKNUM TENTARA DAN POLISI, THE LEGEND 120 BERI TANGGAPAN TEGAS.

“Sulit diterima secara akal sehat jika seorang Bupati tidak mengetahui adanya pembalakan hutan lindung seluas ribuan hektar di wilayahnya. Pertanyaannya, tidak tahu atau sengaja menutup mata,” kata Rafly.

Menurut Badko HMI Sulsel, pembalakan liar ini bukan sekadar kejahatan administratif, melainkan kejahatan lingkungan yang sangat serius dan akan berdampak pada wilayah sekitar, termasuk Kota Makassar.

“Siapa pun dia, jika terlibat, Mau dia oknum aparat atau bahkan Bupati Gowa jika memang terlibat harus segera diadili,” tegasnya.

Berita Terkait

Palopo Disorot: Reski Halim Kritik Kinerja Wali Kota Soal Sampah yang Kian Parah
Takbiran Hidup Kembali: Ribuan Warga Amessangeng Nyalakan Cahaya Tradisi Lewat Pawai Obor”
Banser Makassar Buka Posko Mudik, Tujuh Hari Berbagi Takjil untuk Masyarakat
Intelijen Tidak Membuat Keputusan, Tidak Juga Memenangkan Perang, dan Tidak Menandatangani Perjanjian.
Ditangkap Satnarkoba, Dilepas Tanpa Jejak: Ada Apa di Tubuh Polrestabes Makassar ⁉️
Massa Gruduk Polrestabes Makassar, Desak Pencopotan Kasat Sabhara
KDRT Berulang, Korban Diseret, Dicekik, hingga Tak Bisa Bergerak
Ketua Umum MATADOR Angkat Bicara Terkait Dugaan Tindakan Represif terhadap Pemuda Pelaku Bakti Sosial di Makassar

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 23:02 WIB

Palopo Disorot: Reski Halim Kritik Kinerja Wali Kota Soal Sampah yang Kian Parah

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:43 WIB

Takbiran Hidup Kembali: Ribuan Warga Amessangeng Nyalakan Cahaya Tradisi Lewat Pawai Obor”

Kamis, 19 Maret 2026 - 23:43 WIB

Banser Makassar Buka Posko Mudik, Tujuh Hari Berbagi Takjil untuk Masyarakat

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:45 WIB

Intelijen Tidak Membuat Keputusan, Tidak Juga Memenangkan Perang, dan Tidak Menandatangani Perjanjian.

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:27 WIB

Ditangkap Satnarkoba, Dilepas Tanpa Jejak: Ada Apa di Tubuh Polrestabes Makassar ⁉️

Berita Terbaru