KERICUHAN DPRD PROVINSI DAN KOTA MAKASSAR TANPA PENGAMANAN, POLISI KEMANA?

- Jurnalis

Minggu, 7 September 2025 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

KERICUHAN DPRD PROVINSI DAN KOTA MAKASSAR TANPA PENGAMANAN, POLISI KEMANA?

Makassar, 06 Oktober 2025

29 Agustus 2025 tragedi yang mencekam menimpa Kota Makassar, gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan DPRD Kota Makassar lebur di lahap si jago merah.

Puluhan pelaku ditangkap atas tuduhan pembakaran dan penjarahan yang terjadi. Akan tetapi fakta menarik muncul pada saat kericuhan tersebut.

Diduga pihak kepolisian baik Polda Sulawesi Selatan maupun Polrestabes Makassar tidak ada satupun personil pada saat malam itu, “iya tidak ada polisi sama sekali itu malam” ucap Ian Chaeruddin saat menanggapi peristiwa tersebut.

Diketahui personel yang turun berdasarkan pengakuan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya perdana yaitu sebanyak 330 personel dimana 200 personel dikerahkan di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan 130 personel di DPRD Kota Makassar.

Baca Juga :  Bendahara SMP Negeri 3 Takalar, Polongbangkeng Selatan Seakan Menantang. Penggiat Anti Korupsi Yang Melaporkan Dugaan Korupsi Dana Bos.

Lanjutnya, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan bahwa polisi tidak memiliki alat yang memadai, jumlah personel yang kurang, serta karena polisi menjadi incaran amukan massa menjadi alasan menghilangnya pihak kepolisian pada saat malam tersebut.

Beberapa alasan yang di sampaikan mengundang perhatian publik dimana beberapa masyarakat mencoba membandingkan protap pengamanan yang diberikan pada peristiwa kericuhan tersebut dengan beberapa kasus pengamanan yang sebelumnya di lakukan oleh pihak kepolisian di Kota Makassar, salah satu contohnya saat proses eksekusi lahan di Jl. A.P. Pettarani yang mengakibatkan rumah toko (ruko) dan beberapa bangunan rata dengan tanah.

Saat itu di Jl. A.P. Pettarani pada tanggal 13 Februari 2025, terdapat kurang lebih 1.500 personel gabungan beserta rantis yang dikerahkan untuk melakukan pengamanan.

Diketahui pula saat peristiwa kerusuhan dilanjutkan pembakaran yang terjadi, sedang dilakukan rapat paripurna pada kantor DPRD Kota Makassar. Hal ini juga memberikan beberapa asumsi kepada publik bahwa minimnya kekuatan pihak intelijen dan keamanan kepolisian dalam melakukan koordinasi serta melakukan analisis potensi kericuhan yang terjadi sehingga menyebabkan adanya korban jiwa. Apalagi dikuatkan dengan pernyataan Kapolrestabes Makassar bahwa masih terdapat personel yang tidak menggunakan seragam akan tetapi tetap memantau situasi pada lokasi kerusuhan.

Baca Juga :  Mandek Karena Setoran di Samsat Gowa: Ketika Pelayanan Publik Dijadikan Alat Tekan

Dengan adanya 3 korban jiwa pada peristiwa kerusuhan hingga pembakaran kantor DPRD Kota Makassar menjadi tambahan catatan kelam institusi kepolisian.

Sampai berita ini di keluarkan belum ada klarifikasi dari pihak kepolisian tentang alasan pihak kepolisian secara gegabah mengambil tindakan “mundur” yang menyebabkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut serta alasan terlambatnya koordinasi dengan pihak TNI yang hadir ketika kericuhan tersebut telah terjadi.

Berita Terkait

Industri Gula Aren yang Kian Menurun di Tamarunang, Kabupaten Jeneponto
Palopo Disorot: Reski Halim Kritik Kinerja Wali Kota Soal Sampah yang Kian Parah
Takbiran Hidup Kembali: Ribuan Warga Amessangeng Nyalakan Cahaya Tradisi Lewat Pawai Obor”
Banser Makassar Buka Posko Mudik, Tujuh Hari Berbagi Takjil untuk Masyarakat
Intelijen Tidak Membuat Keputusan, Tidak Juga Memenangkan Perang, dan Tidak Menandatangani Perjanjian.
Ditangkap Satnarkoba, Dilepas Tanpa Jejak: Ada Apa di Tubuh Polrestabes Makassar ⁉️
Massa Gruduk Polrestabes Makassar, Desak Pencopotan Kasat Sabhara
KDRT Berulang, Korban Diseret, Dicekik, hingga Tak Bisa Bergerak

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:13 WIB

Industri Gula Aren yang Kian Menurun di Tamarunang, Kabupaten Jeneponto

Minggu, 22 Maret 2026 - 23:02 WIB

Palopo Disorot: Reski Halim Kritik Kinerja Wali Kota Soal Sampah yang Kian Parah

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:43 WIB

Takbiran Hidup Kembali: Ribuan Warga Amessangeng Nyalakan Cahaya Tradisi Lewat Pawai Obor”

Kamis, 19 Maret 2026 - 23:43 WIB

Banser Makassar Buka Posko Mudik, Tujuh Hari Berbagi Takjil untuk Masyarakat

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:45 WIB

Intelijen Tidak Membuat Keputusan, Tidak Juga Memenangkan Perang, dan Tidak Menandatangani Perjanjian.

Berita Terbaru