anatomikata.co.id, Bulukumba – Telah terjadi dugaan praktik tidak bermoral dan beraroma koruptif dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba.
Berdasarkan informasi dan laporan yang di terima, pemilik yayasan penyelenggara MBG diduga meminta setoran uang tunai senilai Rp50.000.000 (lima puluh juta rupiah) per dapur, dengan iming-iming memuluskan penetapan titik pembangunan dapur MBG di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Bonto Bahari dan Kecamatan Herlang. Tidak hanya itu diduga pemilik yayasan juga meminta hasil pendapatan dapur mbg sebesar 50/50
Atas dasar tersebut, rekan rekan Aliansi mahasiswa Sulsel sebagai kontrol sosial menggelar aksi demonstrasi di depan kejaksaan tinggi Sulsel guna untuk meminta pihak kejaksaan tinggi untuk melakukan penyidikan dan mengusut atas dugaan mafia jual beli dapur di kab Bulukumba tepatnya di kec herlang dan Bonto bahari tersebut.
Aliansi mahasiswa Sulsel melangsungkan aksi demonstrasi tepat pada Jumat, 06 Februari 2026, pukul 15.00 Wita.
Massa aksi secara bergantian menyampaikan orasinya sebagai bentuk keprihatinan atas dugaan perilaku tak bermoral dan beraroma koruptif tersebut,
Andi Ibnu Saputra, selaku jenderal lapangan menyampaikan dalam orasinya, “atas dugaan tersebut kami anggap ini merupakan pengkhianatan terhadap semangat dan tujuan mulia Program Makan Bergizi Gratis yang digagas langsung oleh Presiden Republik Indonesia”.
Program yang seharusnya berpihak pada kepentingan anak bangsa, peningkatan gizi, dan keadilan sosial, justru diduga dijadikan komoditas transaksi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Rekan rekan aliansi mahasiswa Sulsel menegaskan bahwa Program MBG bukan proyek dagang, bukan ladang pungutan, dan bukan ruang kompromi kepentingan pribadi maupun kelompok. Setiap bentuk permintaan setoran, apalagi dengan nominal fantastis, adalah bentuk nyata penyalahgunaan kewenangan dan perusakan kepercayaan publik.
Ridwan alkatiri yang juga merupakan bagian dari massa aksi menyampaikan dalam orasinya
“Praktik semacam ini tidak hanya mencederai nilai integritas program nasional, tetapi juga berpotensi menghambat pemerataan pembangunan dapur MBG, merugikan masyarakat lokal, serta mengorbankan hak anak-anak yang seharusnya menerima manfaat program secara adil dan transparan”.
Hingga pada di penghujung aksi demonstrasi, perwakilan dari pihak kejaksaan tinggi, akhirnya keluar menemui massa aksi, sekaligus berkomitmen untuk sama sama membongkar dugaan praktik jual beli dapur tersebut dengan setoran 50jt per dapur.
Sehingga waktu dekat ini Andi Ibnu Saputra, menyampaikan akan melakukan pelaporan secara resmi ke kejaksaan tinggi Sulsel agar untuk di tindaki secara serius
Adapun beberapa tuntutan yang di gaungkan oleh rekan rekan aliansi mahasiswa Sulsel ialah mendesak :
1. Kejaksaan tinggi Sulsel Segera melakukan penyelidikan dan pengusutan tuntas atas dugaan permintaan setoran Rp50 juta per dapur tersebut;
2. Mendesak BGN segera memberhentikan/ blacklist Yayasan yang diduga terlibat jual beli titik dapur mbg tersebut di kab Bulukumba
3. Usut tuntas adanya dugaan permintaan bagi hasil antara pemilik yayasan dengan pemilik dapur mbg sebanyak 50/50 sehingga dianggap mencederai program mulia presiden RI
Aliansi mahasiswa Sulsel menyampaikan penolakan keras segala bentuk upaya menjadikan program kerakyatan sebagai alat pemerasan dan komoditas kepentingan.








