Tiga Hari Tanpa Asap Dapur, Warga Disabilitas di Barugaya Tak Terlihat Negara

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Desember 2025 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAKALAR – Di tengah gencarnya slogan perlindungan sosial dan keberpihakan pada warga miskin, sebuah dapur di Dusun Karepattoddo, Desa Barugaya, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar, justru sunyi tanpa asap. Bukan karena pemiliknya sedang diet, melainkan karena memang tak ada yang bisa dimasak.

 

Siking Dg Se’re, warga setempat yang hidup bersama istri dan seorang anak balita, harus bertahan tanpa memasak selama tiga hari. Ironisnya, Siking dan istrinya diketahui merupakan penyandang disabilitas—kelompok yang dalam banyak dokumen negara selalu disebut sebagai “prioritas”.

Namun prioritas rupanya tidak selalu berarti hadir.

 

Dalam sebuah video yang beredar luas, Siking menyampaikan kondisi keluarganya dengan suara lirih namun menampar nurani.

“Saya sudah tiga hari tidak memasak, dapat pemberian dari saudara dua liter beras,” ujar Siking, sederhana, seolah kemiskinan adalah sesuatu yang harus ia sampaikan dengan sopan agar tidak mengganggu.

 

Baca Juga :  “Vonny Ameliani Suardi Resmi Daftar Calon Ketua KNPI Sulsel, Diantar Puluhan OKP dan Tokoh Pemuda Berpengaruh”

Dua liter beras. Bukan dari negara, bukan dari program, melainkan dari rasa kasihan seorang saudara. Di saat data demi data bantuan sosial diklaim telah terverifikasi berlapis, dapur Siking justru luput dari sentuhan program seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) maupun Program Keluarga Harapan (PKH).

 

Penelusuran lebih lanjut mengungkapkan bahwa kondisi ini bukan cerita tunggal. Keluarga dekat Siking membenarkan fakta tersebut saat dikonfirmasi.

“Kami sangat kasihan melihat keadaan keluarga kami. Saya juga heran, kenapa ada warga yang kondisinya seperti ini tidak terdata dan tidak menerima bantuan pemerintah,” ungkap salah satu anggota keluarganya.

 

Keheranan itu terasa wajar. Sebab di atas kertas, negara sangat rapi. Ada DTKS, ada pendamping, ada verifikasi, ada validasi, ada rapat koordinasi. Namun entah di tahap mana, nama Siking Dg Se’re dan keluarganya seolah terselip, terjatuh, atau mungkin tak cukup penting untuk diangkat kembali.

Baca Juga :  Aliansi Mahasiswa Peternakan Indonesia Gelar Aksi Gizi dan Bakti Sosial di Makassar

 

Lebih satir lagi, keluarga ini bukan hanya miskin secara ekonomi, tetapi juga menyandang disabilitas—kategori yang sering menjadi judul seminar, tema peringatan hari besar, dan materi kampanye kepedulian. Sayangnya, ketika kebutuhan paling dasar bernama beras tak tersedia, semua itu terasa seperti slogan yang terlalu tinggi untuk menjangkau dapur warga.

 

Jika negara hadir lewat formulir, maka keluarga Siking hidup dari empati. Jika bantuan menunggu data sempurna, maka perut menunggu belas kasih saudara. Dan ketika laporan menyebut “bantuan tepat sasaran”, barangkali sasaran itu hanya terlihat dari balik meja.

 

Kisah Siking Dg Se’re bukan sekadar potret kemiskinan, melainkan cermin tentang siapa yang benar-benar terlihat dan siapa yang sekadar tercatat—atau bahkan tidak sama sekali. Sebab ternyata, di negeri yang kaya program, masih ada warga yang harus berpuasa bukan karena ibadah, tetapi karena lupa didaftarkan.

Berita Terkait

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”
Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel
HMI: Mandat Atau Manfaat ❓
CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding
Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.
Insinerator di Beberapa Kecamatan Kota Makassar: Sampah Dibakar, Kesehatan Warga Dipertaruhkan ‼️
MBG, Program Bergizi Atau Skema Mark Up Terstruktur
Kongres X PERMAHI Digelar, Azhar Sidiq Terpilih sebagai Ketua Umum dengan Tagline “PERMAHI Mendunia”

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:53 WIB

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:14 WIB

Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:13 WIB

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:51 WIB

CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:03 WIB

Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.

Berita Terbaru

Daerah

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Feb 2026 - 20:13 WIB