Ketika Laut Mandar Berkisah, Sandeq Adalah Bahasanya

- Jurnalis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anatomikata.co.id, Mentari baru saja terbenam di ufuk barat Sulawesi. Laut Mandar dengan ombaknya bergulung pelan seakan menyiapkan panggung bagi perahu-perahu ramping dengan layar putih yang segera membelah cakrawala. Mereka adalah “ Sandeq ”, perahu legendaris yang menjadi kebanggaan orang Mandar sejak berabad-abad lalu.

Sandeq bukan hanya kayu yang disusun dengan teliti, bukan pula sekadar alat transportasi tradisional. Ia adalah jiwa, simbol, sekaligus bahasa yang membuat Mandar dikenali dunia. Di setiap bilah kayunya ada jejak kearifan. Di setiap tiang layarnya ada doa yang tertiup angin. Dan di setiap lajunya, ada kebanggaan yang tak tergantikan.

Baca Juga :  Sulawesi Selatan Darurat : Tambang Ilegal dan Kerusakan Lingkungan.

Kisah Sandeq kini berhadapan dengan arus zaman. Modernisasi datang dengan kapal mesin, jalan darat, dan bandara yang membuat laut seakan tak lagi utama. Generasi muda kian jarang belajar merakit, apalagi mengarungi ombak dengan Sandeq. Jika dibiarkan, perahu yang pernah menjadi simbol kejayaan itu bisa perlahan tinggal legenda.

Karena itu, “ Festival Sandeq Silumba ” hadir sebagai penanda bahwa warisan ini tak boleh padam. Setiap tahun, layar-layar putih membentang di atas laut Mandar, bukan hanya untuk berlomba, tetapi juga untuk menegaskan bahwa identitas ini masih hidup. Tahun ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengambil alih penuh penyelenggaraan, memperkuat pesan bahwa menjaga Sandeq berarti menjaga jati diri orang Mandar.

Baca Juga :  Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Biringkanaya Apresiasi Kehadiran Indogrosir di Makassar

Namun, festival hanyalah awal. Sandeq baru benar-benar abadi jika tumbuh dalam kesadaran masyarakatnya. Ia harus diwariskan bukan sekadar sebagai atraksi, tetapi sebagai napas kebudayaan. Karena selama orang Mandar masih bercerita tentang lautnya, Sandeq akan terus berbicara.

Dan bahasa itu sederhana: “ Sandeq bukan hanya perahu. Sandeq adalah kita.”
Penulis : Muhammad Ridwan (Ketua Umum Badko HMI Sulbar)

Berita Terkait

POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA
Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029
SPMP Desak APH Untuk Segera Mengusut Kerjasama Pengelolaan Parkir RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba
KETUA BEM FEB UMI PERTANYAKAN KLAIM PERTAMINA SOAL STOK BBM AMAN DI TENGAH ANTREAN MAKASSAR
Gas Langka, BBM Mengantre, Air Tersendat, Listrik Padam. HMI Cabang Makassar: Ada Apa dengan Pelayanan Publik?
Akses Kebutuhan Dasar Lumpuh di Makassar. HMI Pertanyakan Komitmen Pelayanan Publik
Masyarakat di Ujung Tekanan: BBM-LPG Langka, Listrik Padam, HMI Sebut Pemerintah Jangan Jadi Penonton
Gas Langka, BBM Mengantre, Air Tersendat, Listrik Padam. HMI Cabang Makassar: Ada Apa dengan Pelayanan Publik?

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA

Kamis, 17 September 2026 - 19:57 WIB

Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029

Minggu, 13 September 2026 - 17:32 WIB

SPMP Desak APH Untuk Segera Mengusut Kerjasama Pengelolaan Parkir RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba

Kamis, 10 September 2026 - 10:25 WIB

KETUA BEM FEB UMI PERTANYAKAN KLAIM PERTAMINA SOAL STOK BBM AMAN DI TENGAH ANTREAN MAKASSAR

Kamis, 10 September 2026 - 07:25 WIB

Gas Langka, BBM Mengantre, Air Tersendat, Listrik Padam. HMI Cabang Makassar: Ada Apa dengan Pelayanan Publik?

Berita Terbaru