Sekolah Kolong di Maros: Anak-Anak Hanya Bisa Belajar Sekali Sepekan

- Jurnalis

Selasa, 26 Agustus 2025 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anatomikata.co.id-Maros – Di sebuah bangunan sederhana berdinding papan di Kampung Bara-barayya, Dusun Tanetebulu, Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, puluhan anak SD IBTIDAIYAH HIDAYATULLAH TANETE BULU mengikuti kegiatan belajar dalam kondisi serba terbatas. Warga setempat menjulukinya sebagai sekolah kolong.

Yang memprihatinkan, sekolah ini hanya bisa menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar sekali sepekan, tepatnya setiap hari Sabtu. Tidak ada guru tetap yang mendampingi. Proses belajar sepenuhnya mengandalkan relawan yang datang sukarela untuk mengajarkan membaca, menulis, berhitung, hingga mengaji.

Baca Juga :  *BUNTUT DUGAAN PREMANISME, PULUHAN MASSA AKSI GERUDUK POLRESTABES MAKASSAR*

Dengan fasilitas seadanya, mulai dari papan tulis kecil hingga buku-buku bekas, para siswa tetap menunjukkan antusiasme tinggi. “Kami berusaha semaksimal mungkin mendampingi anak-anak. Meski hanya sekali dalam seminggu, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat,” ujar salah satu relawan dari komunitas Khidmah Pelosok, Sabtu (23/8/2025).

Kondisi ini menggambarkan betapa masih banyak anak di pelosok pedesaan yang sulit mengakses pendidikan layak. Minimnya perhatian dari pihak terkait membuat keberlangsungan sekolah kolong sepenuhnya bergantung pada sukarelawan.

Baca Juga :  DPD KNPI Toraja Nyatakan Dukungan untuk Vonny Ameliani S, Suara dari Tanah Tinggi yang Meneguhkan Langkah Pemuda

Pemerhati pendidikan, Ismail, menilai keberadaan sekolah kolong menjadi cerminan nyata kesenjangan pendidikan. “Pendidikan seharusnya menjadi hak semua anak. Situasi seperti ini perlu mendapatkan perhatian lebih agar mereka tidak kehilangan kesempatan belajar,” ujarnya.

Meski serba terbatas, semangat para siswa tetap patut diapresiasi. Setiap Sabtu, mereka datang dengan penuh semangat ke bangunan sederhana itu untuk menimba ilmu dari para relawan

Berita Terkait

Jalan Daeng Ngeppe Memprihatinkan: Warga Pinggir Kanal Desak Pemkot Makassar Bertindak Nyata
Bongkar Dugaan Pelangsiran Solar Subsidi di Lutra, Massa Demo Depot Karang-karangan dan SPBU Tanalili
Turun Langsung ke Warga, Polda Sulsel Ubah Wajah Layanan Samsat Jadi Lebih Transparan
Siap Bertarung Sampai Menang, Bumi Putra Samsuddin Panaskan Muskampus HIPMI PT UMI
“ARAH BARU SOLIDARITAS PEMUDA”, Komitmen Perkuat Persatuan di Benteng Fort Rotterdam
Penolakan Pemberitahuan Aksi Hardiknas, BEM FISEH UCM Angkat Bicara
Memperingati May Day dan Hardiknas, GRD Demo: Gulingkan Prabowo–Gibran, Pukul Balik Rezim Militeristik
Kualifikasi Sertifikat ‘Muda’ Steven Hamdani Dinilai Belum Memenuhi Standar Direksi

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:47 WIB

Jalan Daeng Ngeppe Memprihatinkan: Warga Pinggir Kanal Desak Pemkot Makassar Bertindak Nyata

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:54 WIB

Bongkar Dugaan Pelangsiran Solar Subsidi di Lutra, Massa Demo Depot Karang-karangan dan SPBU Tanalili

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:06 WIB

Turun Langsung ke Warga, Polda Sulsel Ubah Wajah Layanan Samsat Jadi Lebih Transparan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:05 WIB

“ARAH BARU SOLIDARITAS PEMUDA”, Komitmen Perkuat Persatuan di Benteng Fort Rotterdam

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:44 WIB

Penolakan Pemberitahuan Aksi Hardiknas, BEM FISEH UCM Angkat Bicara

Berita Terbaru