Bendahara Daerah Aliansi BEM Nusantara Sulsel: Penguasaan 41 Dapur di Sulsel Cederai Cita-cita Ekonomi Kerakyatan

- Jurnalis

Senin, 24 November 2025 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp71 triliun untuk tahun 2025 hadir dengan gema janji besar: mencetak “Generasi Emas 2045” melalui perbaikan gizi dan penguatan ekonomi kerakyatan. Namun, di Sulawesi Selatan, janji itu tercoreng. Temuan bahwa satu entitas yang terafiliasi dengan elit politik menguasai 41 titik Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) menjadi lonceng kematian bagi narasi pemberdayaan.

Tujuan strategis MBG untuk menciptakan multiplier effect jelas gagal total. Seharusnya, 41 dapur dikelola oleh koperasi atau UMKM yang berbeda agar perputaran uang merata hingga ke desa-desa. Namun ketika seluruh titik dikuasai oleh satu pihak yang dekat dengan elit politik, program ini berubah menjadi praktik perburuan rente, membajak program sosial menjadi ladang bisnis korporasi. Alih-alih memberdayakan 41 kelompok masyarakat, negara justru memfasilitasi sentralisasi keuntungan bagi segelintir pemodal.

Baca Juga :  Diduga Aniaya Pelajar, Anggota Sabhara Polres Takalar Dilaporkan ke LBH Suara Panrita Keadilan

Respons pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) memperlihatkan kedangkalan nalar. Menyebut penguasaan 41 dapur sebagai “investasi sosial demi percepatan” adalah sesat pikir yang menghamparkan karpet merah bagi pemodal besar untuk mencaplok porsi rakyat kecil, selama target kuantitas terpenuhi. Lebih disayangkan lagi adalah dalih “tidak menutup dapur demi anak-anak.” Ini merupakan taktik berlindung di balik tameng moral untuk menormalisasi cacat tata kelola. Padahal pilihannya bukan hanya menutup atau melanjutkan. Negara memiliki kewenangan penuh untuk mengambil alih manajemen, atau mendistribusikan kembali operasional dapur kepada koperasi lain yang lebih berhak, tanpa harus mengganggu pasokan makanan. Negara seharusnya bertindak sebagai regulator tegas, bukan fasilitator pembiaran.

Baca Juga :  Oknum Koperasi Berkah Mandiri di duga Lakukan Pencemaran Nama Baik

Kami menuntut BGN melakukan audit investigatif, berani meredistribusi atau mengalihkan pengelolaan dapur yang terindikasi monopoli, serta membuka secara transparan data pengelola seluruh dapur kepada publik. Jangan biarkan program ini berhasil secara statistik gizi, tetapi gagal secara moral dan ekonomi. Kita memberi makan anak-anak dengan uang rakyat, namun pada saat yang sama merampas peluang ekonomi orang tua mereka yang seharusnya diberdayakan melalui program ini.

Generasi Emas 2045 tidak akan lahir dari fondasi ketimpangan dan pembiaran monopoli.

Berita Terkait

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”
Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel
HMI: Mandat Atau Manfaat ❓
CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding
Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.
Insinerator di Beberapa Kecamatan Kota Makassar: Sampah Dibakar, Kesehatan Warga Dipertaruhkan ‼️
MBG, Program Bergizi Atau Skema Mark Up Terstruktur
Kongres X PERMAHI Digelar, Azhar Sidiq Terpilih sebagai Ketua Umum dengan Tagline “PERMAHI Mendunia”

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:53 WIB

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:14 WIB

Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:13 WIB

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:51 WIB

CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:03 WIB

Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.

Berita Terbaru

Daerah

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Feb 2026 - 20:13 WIB