Diduga Aniaya Pelajar, Anggota Sabhara Polres Takalar Dilaporkan ke LBH Suara Panrita Keadilan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 September 2025 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Takalar – Dua orang anggota Satuan Sabhara Polres Takalar diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang pelajar bernama Arif Saldi (17), siswa salah satu sekolah tingkat SMA di Takalar. Peristiwa ini dilaporkan oleh keluarga korban dan mendapat perhatian serius dari LBH Suara Panrita Keadilan.

‎Menurut keterangan, kejadian bermula pada Minggu malam, 31 Agustus 2025 sekitar pukul 22.30 WITA, ketika korban berada di Alun-alun Lapangan Makkatang Daeng Sibali, Takalar. Korban kemudian dibawa oleh dua anggota Sabhara ke Polres Takalar.

‎Di kantor polisi, korban diduga mendapatkan tindak kekerasan fisik. Dua anggota Sabhara yang belum diketahui identitasnya, dengan ciri-ciri berbadan besar berkulit hitam serta berbadan kurus berkulit putih, masing-masing melakukan peninjuan dan tendangan ke arah perut korban.

‎Tak hanya itu, korban juga mendapat hukuman berupa push up dan jalan jongkok, hingga mengalami sakit di bagian perut dan menangis akibat perlakuan tersebut.

‎Ketua Umum DPP LBH Suara Panrita Keadilan, Djaya Jumain, SKM., SH., LL.M, mengecam keras dugaan tindakan kekerasan tersebut. “Kami menilai tindakan ini tidak bisa dibenarkan. Polisi seharusnya menjadi pelindung masyarakat, bukan justru melakukan kekerasan terhadap anak di bawah umur. Kami meminta Propam Polres maupun Polda Sulsel untuk segera mengusut kasus ini,” tegas Djaya Jumain, Kamis (4/9/2025).

‎Sementara Ketua DPC LBH Suara Panrita Keadilan Kabupaten Takalar , Muslimin Dg.Tarru, SE., C.L.E yang mendapatkan tugas untuk mendampingi korban ke Polres Takalar mengharapkan segera mendapat penanganan serius agar citra kepolisian tetap terjaga, serta memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya. (D.N)

Baca Juga :  "GOWA UNDERCOVER dituntut Hingga Malam Hari"

Berita Terkait

Pedagang Pasar Cidu Berbenah Secara Swadaya, GPII Kota Makassar dan PK KNPI Bontoala : Penataan Tak Harus Dengan Penggusuran
TIM ADVOKASI BADKO HMI SULAWESI SELATAN DESAK AUDIT MENYELURUH ATAS DUGAAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT DUGAAN KETIDAKPATUHAN PERPAJAKAN PT WALBRIK SINDO SEJAHTERA MAKMUR
FPM Sulsel Desak Aparat Usut Dugaan Distribusi Avtur Ilegal, Minta Periksa PT Citra Jaya Makmur Sejahtera
Aktivis Muda Makassar Kritik Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Soal Kebijakan Energi Kota Makassar
KNPI Sulsel Perkuat Sinergi dengan Bea Cukai, Buka Peluang Kolaborasi untuk Pemberdayaan Pemuda.
Diduga Tipu Pembeli Rumah Rp35 Juta, Seorang Pengembang Dilaporkan ke Polresta Gowa
Ruang Demokrasi Dicederai: Aksi Damai BEM FISEH UCM dan BEM FH UMI Diduga Dibubarkan Oknum Preman di UpperHills Convention Makassar
HMK Makassar Kecam Pemanfaatan Jalan dan Pelabuhan Umum Kabaena untuk Aktivitas Tambang

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Pedagang Pasar Cidu Berbenah Secara Swadaya, GPII Kota Makassar dan PK KNPI Bontoala : Penataan Tak Harus Dengan Penggusuran

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:12 WIB

TIM ADVOKASI BADKO HMI SULAWESI SELATAN DESAK AUDIT MENYELURUH ATAS DUGAAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT DUGAAN KETIDAKPATUHAN PERPAJAKAN PT WALBRIK SINDO SEJAHTERA MAKMUR

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:41 WIB

FPM Sulsel Desak Aparat Usut Dugaan Distribusi Avtur Ilegal, Minta Periksa PT Citra Jaya Makmur Sejahtera

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Aktivis Muda Makassar Kritik Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Soal Kebijakan Energi Kota Makassar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:53 WIB

KNPI Sulsel Perkuat Sinergi dengan Bea Cukai, Buka Peluang Kolaborasi untuk Pemberdayaan Pemuda.

Berita Terbaru