anatomikata.co.id,MAKASSAR — Aksi demonstrasi yang mengawal persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di depan PT Pertamina Patra Niaga, Jalan Garuda, Makassar, Senin (14/9/2026), berujung ricuh.
Seorang kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar, Muh Farham Farsyah, dilaporkan mengalami luka hingga berdarah setelah diduga mendapat tindakan kekerasan dari oknum aparat kepolisian.
Insiden tersebut terjadi saat massa aksi menyampaikan aspirasi terkait persoalan sulitnya masyarakat mendapatkan BBM serta sejumlah persoalan distribusi energi, termasuk LPG.
Aksi yang semula berlangsung sebagai bentuk penyampaian aspirasi itu kemudian diwarnai ketegangan antara massa dan aparat keamanan.
Menurut informasi yang dihimpun dari massa aksi, Muh Farham Farsyah mengalami luka setelah diduga dipukul oleh oknum aparat kepolisian.
Kondisi tersebut memicu kemarahan peserta aksi yang menilai tindakan kekerasan terhadap demonstran tidak dapat dibenarkan.
Ketua Umum HMI Cabang Makassar, Sarah Agus Salim, mengecam keras dugaan tindakan represif yang dialami salah seorang kadernya.
Ia menilai aparat keamanan seharusnya menjalankan tugas dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
“Kami mengutuk keras segala bentuk tindakan represif yang diduga dilakukan oleh oknum aparat terhadap kader HMI Cabang Makassar. Demonstrasi adalah ruang penyampaian aspirasi yang dijamin dalam negara demokrasi,” kata Sarah Agus Salim.
Sarah menegaskan, dugaan pemukulan hingga menyebabkan demonstran mengalami luka dan berdarah merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sebagai hal biasa.
Menurut dia, tindakan pengamanan aksi tidak seharusnya berujung pada kekerasan fisik terhadap warga yang sedang menyampaikan aspirasi.
“Di tengah masyarakat menghadapi kesulitan mendapatkan BBM, mahasiswa turun untuk menyuarakan persoalan rakyat. Sangat disayangkan apabila aspirasi tersebut justru direspons dengan tindakan yang diduga tidak manusiawi,” ujarnya.
HMI Cabang Makassar meminta pihak kepolisian melakukan pemeriksaan secara terbuka dan profesional terhadap dugaan keterlibatan oknum aparat dalam peristiwa tersebut. Mereka juga mendesak adanya pertanggungjawaban apabila hasil pemeriksaan membuktikan terjadi pelanggaran prosedur maupun tindakan kekerasan.
Aksi yang dilakukan HMI Cabang Makassar ini menjadi bagian dari pengawalan terhadap persoalan distribusi dan ketersediaan energi yang dinilai masih dikeluhkan masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, Insan.news masih berupaya menghimpun konfirmasi dari pihak kepolisian dan pihak terkait mengenai kronologi serta dugaan kekerasan dalam aksi tersebut.









