Akses Kebutuhan Dasar Lumpuh di Makassar. HMI Pertanyakan Komitmen Pelayanan Publik

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 22:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Makassar — Gelombang krisis kebutuhan pokok melanda Kota Makassar secara beruntun dalam beberapa waktu terakhir. Mulai dari kelangkaan gas LPG, antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU, distribusi air bersih yang tersendat, hingga pemadaman listrik berkala, dinilai kian memperberat beban harian dan mengganggu roda perekonomian warga.

Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar. Organisasi kepemudaan tersebut menyoroti efektivitas koordinasi antarinstansi dalam menjamin pemenuhan hak-hak dasar masyarakat di tingkat daerah.

Dampak Sistemik pada Sektor Domestik dan Usaha Mikro

Gangguan serentak pada empat sektor vital ini memicu dampak domino yang dirasakan langsung oleh berbagai lapisan masyarakat:

  • Distribusi LPG dan BBM: Keterbatasan pasokan gas melon berpotensi memicu lonjakan harga di tingkat konsumen, sementara antrean panjang kendaraan di SPBU menyita waktu produktif warga dan pelaku usaha transportasi.
  • Layanan Air Clean dan Listrik: Terhentinya suplai air bersih dari PDAM serta pemadaman listrik berulang melumpuhkan aktivitas rumah tangga hingga operasional usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Baca Juga :  Aliyah Mustika Ilham: Pemuda Adalah Mitra Strategis dalam Pembangunan Kota Makassar

Sorotan Tajam HMI Makassar: Publik Butuh Kepastian

Secara tegas, MUHAMMAD THIORI AL FAYET, selaku Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi HMI Cabang Makassar, menyatakan bahwa publik membutuhkan kepastian dan langkah nyata, bukan sekadar alasan teknis yang berulang.

“Masyarakat tidak hanya membutuhkan penjelasan teknis mengenai adanya gangguan, tetapi kepastian penanganan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait—seperti Pertamina, PDAM, dan PLN—harus membuka kondisi riil di lapangan secara transparan, menyampaikan estimasi waktu pemulihan yang terukur, serta memastikan langkah mitigasi berjalan efektif agar pelayanan publik kembali normal,” tegas MUHAMMAD THIORI AL FAYET.

Baca Juga :  HMI BADKO Sulbar Soroti Pelanggaran Tambang: Desak Perusahaan Taat Regulasi

MUHAMMAD THIORI AL FAYET bersama HMI Cabang Makassar merespons situasi ini dengan mendesak Pemerintah Kota Makassar beserta badan usaha penyedia layanan publik untuk segera memperkuat sinergi interlembaga. Pengawasan rantai distribusi di lapangan juga harus ditingkatkan guna meminimalisasi potensi penyimpangan. Kini, publik menanti langkah nyata dan respons terukur dari para pemangku kebijakan demi memulihkan stabilitas pasokan kebutuhan dasar di Kota Makassar.

Berita Terkait

Sengketa Lahan SD Negeri Timbuseng II, Warga Harapkan Penyelesaian dari Pemerintah Kota Makassar
Dampak Asap Karhutla Sampai Ke Makassar, Organisasi Kesehatan Hipoglossus Foundation (H9F) Bagikan Masker Dan Flayer Ke Beberapa SD Negeri di Makassar
BEM NUSANTARA SULAWESI SELATAN BANTAH PERNYATAAN MENKES: “JANGAN SURUH RAKYAT BERADAPTASI DENGAN ASAP, SURUH NEGARA BEKERJA!”
PERANG KELOMPOK DI JALAN KAKATUA, KADER MATADOOR KOMA — DESAK POLISI USUT TUNTAS!
MATADOR KECAM NARASI TAWURAN KAPOLRESTABES MAKASSAR: JANGAN KABURKAN KEMATIAN AKMAL, KADISPORA JUGA HARUS DIEVALUASI!
MARAK DUGAAN AKSI GENG MOTOR DAN PENYERANGAN DI BONTOWA, PEMUDA TANTANG POLSEK BAROMBONG DAN POLRESTA GOWA BERTINDAK TEGAS
Bongkar Cacat Nalar Birokrasi Tana Toraja, LMND Resmi Laporkan Sekda ke Ombudsman Sulsel Atas Kelalaian Jabatan Sistemik!
APPI mundur dari Golkar, Ketua Milenial Makassar : Kami Loyal Ikut Bersama APPI

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Sengketa Lahan SD Negeri Timbuseng II, Warga Harapkan Penyelesaian dari Pemerintah Kota Makassar

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Dampak Asap Karhutla Sampai Ke Makassar, Organisasi Kesehatan Hipoglossus Foundation (H9F) Bagikan Masker Dan Flayer Ke Beberapa SD Negeri di Makassar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:37 WIB

BEM NUSANTARA SULAWESI SELATAN BANTAH PERNYATAAN MENKES: “JANGAN SURUH RAKYAT BERADAPTASI DENGAN ASAP, SURUH NEGARA BEKERJA!”

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:05 WIB

PERANG KELOMPOK DI JALAN KAKATUA, KADER MATADOOR KOMA — DESAK POLISI USUT TUNTAS!

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:43 WIB

MATADOR KECAM NARASI TAWURAN KAPOLRESTABES MAKASSAR: JANGAN KABURKAN KEMATIAN AKMAL, KADISPORA JUGA HARUS DIEVALUASI!

Berita Terbaru