anatomikata.co.id-MAKASSAR, 12 OKTOBER 2026 — Peristiwa perang kelompok yang terjadi di Jalan Kakatua, Makassar, kembali menyisakan luka dan keprihatinan. Salah satu kader Matadoor menjadi korban dalam insiden tersebut dan saat ini dikabarkan masih menjalani perawatan intensif di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar dalam kondisi koma.
Atas peristiwa tersebut, Matadoor melakukan aksi demonstrasi di Polsek Mamajang pada Senin, 12 Oktober 2026. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap kader yang menjadi korban sekaligus untuk mendesak aparat kepolisian agar menangani kasus tersebut secara serius.
Dalam aksi tersebut, Ryyan Saputra selaku Jenderal Lapangan Matadoor menyampaikan sikap organisasi terkait kondisi korban dan penanganan kasus perang kelompok yang terjadi di Jalan Kakatua.
Kondisi korban yang saat ini masih mendapatkan perawatan intensif menjadi perhatian utama Matadoor. Peristiwa tersebut dinilai tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa karena telah mengakibatkan seseorang berada dalam kondisi kritis.
Matadoor mempertanyakan bagaimana aksi kekerasan antarkelompok masih dapat terjadi di wilayah Kota Makassar hingga mengakibatkan jatuhnya korban dalam kondisi kritis.
Matadoor mendesak Polsek Mamajang dan Polrestabes Makassar untuk segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh, mengungkap kronologi kejadian, serta memproses setiap pihak yang terbukti terlibat sesuai dengan hukum yang berlaku.
Ryyan Saputra, Jenderal Lapangan Matadoor, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas dan tuntutan keadilan bagi kader yang menjadi korban.
“Kami datang bukan untuk mencari keributan. Kami datang untuk menuntut keadilan. Korban saat ini sedang berjuang di rumah sakit. Maka kami menuntut aparat kepolisian serius mengusut kasus ini sampai terang dan memastikan proses hukum berjalan secara adil.”
Sementara itu, Ketua Matadoor, Karaeng Emba, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut dan meminta aparat kepolisian tidak menganggap remeh peristiwa yang telah menyebabkan kadernya berada dalam kondisi kritis.
“Kami tidak ingin persoalan ini berhenti sebagai berita hari ini lalu dilupakan besok. Ada kader kami yang sedang berjuang antara hidup dan mati di rumah sakit. Kami meminta kepolisian bekerja secara profesional, mengungkap siapa yang bertanggung jawab, dan menindak tegas setiap pihak yang terbukti terlibat. Kami akan terus mengawal proses ini sampai ada kejelasan dan keadilan bagi korban.”
Karaeng Emba juga menegaskan bahwa Matadoor tidak menginginkan konflik lanjutan maupun aksi balasan.
“Kami tidak menginginkan adanya aksi balasan. Serahkan prosesnya kepada hukum. Tetapi jangan salah artikan sikap kami. Kami akan tetap berdiri di depan untuk memperjuangkan hak dan keadilan bagi kader kami.”
Matadoor meminta agar kasus ini tidak berhenti pada aksi saling tuding antarkelompok. Fakta harus diungkap, pihak yang terbukti bersalah harus diproses, dan keamanan masyarakat harus menjadi prioritas.









