anatomikata.co.id, Jeneponto – Masyarakat mungkin sepakat bahwa narkotika merupakan musuh kita bersama dalam hal pencegahan maupun pemberantasannya.
Tapi dalam beberapa pekan terakhir marak isu yang berkaitan dengan peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Sulawesi selatan mulai dari pengguna hingga bandar itu sendiri.
Akan tetapi terdapat hal yang harus menjadi urgensi oleh pihak Polda Sulawesi selatan menurut Simpul Pergerakan Mahasiswa dan Pemuda (SPMP), yakni lemahnya pihak kepolisian dalam penangananya terkhusus diwilayah hukum polres jeneponto yang diduga telah menerima suap dari salah satu kasus narkoba yang ditanganinya.
Andi. Baso makawaru yang merupakan jendral lapangan SPMP sangat menyayangkan bahwa adanya oknum kepolisian dari satuan narkotika polres jeneponto yang diduga menerima suap sebesar Rp.50.000.000 dari salah satu terduga bandar sabu.
“Sangat mengecewakan apabila oknum dari satuan narkotika polres jeneponto melakukan lobi denga bandar sabu sampai menghasilkan nominal yang cukup besar yakni sekitar Rp.50.000.000”.Ujarnya.
Andi.Baso juga mendesak Kapolda Sulsel untuk segera mencopot Kasat Narkoba Polres Jeneponto yang di anggap tidak mampu mengawasi dan mensterilkan anggotanya dari perilaku menyimpang salah satunya menerima suap.
“Jelas saya meminta kapolda sulsel untuk segera mencopot kasat narkoba polres jeneponto karena kami menganggap bahwa beliau lemah dalam mengawasi anggotanya dari perilaki menyimpang seperti menerima suap”.tambahnya.
Iya juga akan menggelar aksi unjuk rasa bersama dengan seluruh aktivis mahasiswa yang ada di sulalwesi selatan di halaman mapolda sulsel untuk bagaimana kiranya menyampaikan apa yang menjadi urgensi di dalam tubuh kepolisian terkhusus di wilayah mapolres jeneponto.








