Aktivis Takalar undang KPK teropong dan Atensi indikasi korupsi di Kab.Takalar

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takalar,10 Desember 2025. Dalam momentum hari anti korupsi pada 9 Desember 2025 ratusan massa berunjuk rasa didepan gedung merah putih KPK, namun yang menyulut perhatian adalah orasi salah satu Aktivis Takalar Aditya yang menggambarkan polemik kedaerahan hingga isu-isu nasional menyoal korupsi.

“Menurutnya persoalan-persoalan korupsi harus dibasmi hingga ruang postulat(pemerintahan terbawah) agar setiap orang mawas diri dan menghindari perilaku tercela tersebut. Tidak bisa dipungkiri diTakalar sendiri telah banyak korupsi yang terbongkar dan indikasi korupsi yang sampai hari ini masih dalam penyelidikan” tegas Aditya dalam orasinya.

Baca Juga :  Membongkar Ilusi Pembangunan dalam Program Satu Juta Rumah dan Urbanisasi Kota Makassar

Aditya yang merupakan Formatur Ketua Umum HMI Cab. Takalar setelah aksi demonstrasi tersebut Aditya langsung berkoordinasi sekaligus konsultasi ke KPK perihal metode pelaporan dan membincang berbagai polemik secara khusus kedaerahan dan secara umum kenegaraan.

Aditya menekangkan bahwa kehadirannya di Jakarta selain mengikuti kegiatan PB HMI sekaligus ingin melaporkan berbagai persoalan yang ada dikabupaten Takalar yang seakan dilupakan dan tertutup rapi oleh kekuasaan. Menurutnya siapapun yang menjadi subjek dari korupsi harus ditindaki tanpa pandang bulu, terakhir Aditya menyampaikan bahwa akan melapor resmi sebelum beranjak balik ke Sulawesi Selatan.

Baca Juga :  KADIN Makassar Tampilkan Produk Unggulan UMKM di Ajang Nasional JSIT

Menurutnya banyak sektor yang harus disorot KPK diantaranya Korupsi ditubuh pendidikan dan Infrastruktur yang ada dikabupaten Takalar”.

“Semoga dengan metode dan pelaporan di KPK kelak menjadi pengingat kita semua untuk tetap istiqomah dalam menjalankan roda pemerintahan ditengah libido kekuasaan yang semakin keruh dan mengotori kepribadian setiap orang, Aditya juga menegaskan dalam orasinya untuk tetap mengusut tuntas korupsi digitaliasi SPBU dan Proyek pengadaan bibit Nanas disulsel”. Tutup Aditya.

Berita Terkait

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”
Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel
HMI: Mandat Atau Manfaat ❓
CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding
Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.
Insinerator di Beberapa Kecamatan Kota Makassar: Sampah Dibakar, Kesehatan Warga Dipertaruhkan ‼️
MBG, Program Bergizi Atau Skema Mark Up Terstruktur
Kongres X PERMAHI Digelar, Azhar Sidiq Terpilih sebagai Ketua Umum dengan Tagline “PERMAHI Mendunia”

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:53 WIB

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:14 WIB

Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:13 WIB

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:51 WIB

CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:03 WIB

Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.

Berita Terbaru

Daerah

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Feb 2026 - 20:13 WIB