Koalisi Pemuda Turatea Kembali Unjuk Rasa di Kejati Minta kasusnya di Ambil Alih.

- Jurnalis

Rabu, 24 Desember 2025 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Makassar – Kasus dugaan korupsi pupuk subsidi senilai Rp6 miliar bukan sekadar persoalan angka dan laporan keuangan. Di baliknya, terdapat penderitaan petani, rusaknya kepercayaan publik, serta nasib seorang warga negara bernama Ibu Amrina, yang hingga kini masih mencari keadilan yang seharusnya dijamin oleh hukum.

Pupuk subsidi adalah hak petani kecil, hak masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada tanah dan kerja keras. Ketika anggaran sebesar itu diselewengkan, yang dirampas bukan hanya uang negara, tetapi juga masa depan petani dan ketahanan pangan rakyat. Oleh karena itu, kasus ini tidak boleh ditangani setengah hati, apalagi dibiarkan menguap tanpa kejelasan.

Baca Juga :  Kampus Bukan Pabrik: Menimbang Ulang Wacana Penutupan Prodi

Ibu Amrina berada di pusaran perkara ini sebagai pihak yang terdampak secara langsung. Namun, proses hukum yang berjalan justru menimbulkan tanda tanya besar: apakah keadilan benar-benar ditegakkan, atau justru melemahkan pihak yang paling rentan? Jangan sampai hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas.

Dalam Orasinya Agung setiawan” Pengawalan terhadap kasus ini adalah bentuk kepedulian dan kontrol demokratis. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk bekerja secara transparan, profesional, dan berkeadilan, mengusut tuntas siapa pun yang bertanggung jawab tanpa pandang jabatan atau kekuasaan. Fakta harus dibuka seterang-terangnya, dan setiap keputusan hukum harus berpihak pada kebenaran.

Baca Juga :  Hutan di Ujung Tanduk, Mahasiswa UNM Gelar Dialog Publik

Lanjutnya” Keadilan untuk Ibu Amrina adalah simbol keadilan untuk rakyat kecil. Jika satu orang saja dikorbankan demi melindungi kepentingan tertentu, maka keadilan itu sesungguhnya telah gagal. Karena itu, kami akan terus mengawal kasus ini hingga kejelasan hukum benar-benar ditegakkan dan keadilan tidak lagi menjadi janji kosong.

Keadilan bukan untuk ditawar.
Usut tuntas korupsi pupuk subsidi Rp6 miliar.
Pulihkan hak rakyat.

Berita Terkait

Samsat Gowa Kini Lebih Terbuka, Polantas Hadir Layani Warga Secara Langsung
Muh Ilham Akbar Tompo: KBPP POLRI RESOR MAKASSAR Akui Hasil Munas, Bimo Suryono Ketua Umum Sah
Proyek Bibit Kakao Pinrang Diduga Modus Bancakan Anggaran, HMI Sulsel Desak Audit Investigatif dan Penyelidikan APH
Menjelang Pelantikan, Ormas APPI Perkuat Sinergi Lewat Audiensi Bersama Wali Kota Makassar
Perkuat Sinergi Kepemudaan, Ketua KNPI Sulsel “VAS” Hadiri Rakorda IMM sulsel Di Enrekang
Bumi Putra Samsuddin Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum HIPMI PT UMI Periode 2026–2027
Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Sebatik (IPMS-MAKASSAR) Mendesak Kapolda Sul-Sel Segera Usut Tuntas Terkait adanya Penyekapan dan Kekerasan Seksual terhadap Mahasiswi Asal Kalimantan Utara
Gedung DPRD Lutra Tercoreng, Aktivis Pengkritik Mafia BBM Diduga Dikeroyok Orang Suruhan SPBU

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:51 WIB

Samsat Gowa Kini Lebih Terbuka, Polantas Hadir Layani Warga Secara Langsung

Senin, 18 Mei 2026 - 21:59 WIB

Muh Ilham Akbar Tompo: KBPP POLRI RESOR MAKASSAR Akui Hasil Munas, Bimo Suryono Ketua Umum Sah

Senin, 18 Mei 2026 - 17:26 WIB

Proyek Bibit Kakao Pinrang Diduga Modus Bancakan Anggaran, HMI Sulsel Desak Audit Investigatif dan Penyelidikan APH

Senin, 18 Mei 2026 - 15:11 WIB

Menjelang Pelantikan, Ormas APPI Perkuat Sinergi Lewat Audiensi Bersama Wali Kota Makassar

Minggu, 17 Mei 2026 - 05:05 WIB

Bumi Putra Samsuddin Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum HIPMI PT UMI Periode 2026–2027

Berita Terbaru