Perbaikan Jalan di Desa Kalumpangloe & Palajau, Baru Hitungan Bulan Rusak. Aroma Proyek Asal Jadi Menguat ‼️

- Jurnalis

Jumat, 2 Januari 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Jeneponto – Proyek pembangunan jalan penghubung Desa Kalumpangloe–Desa Palajau, Kecamatan Arungkek, Kabupaten Jeneponto, menuai sorotan tajam. Baru hitungan bulan rampung dikerjakan, kondisi jalan sudah rusak parah. Aspal mengelupas, berlubang, dan menunjukkan tanda kegagalan konstruksi yang tidak bisa ditoleransi.

Kerusakan dini ini menguatkan dugaan bahwa proyek dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis. Indikasi di lapangan mengarah pada penggunaan material berkualitas rendah, ketebalan aspal yang tidak standar, serta lemahnya proses pemadatan. Jika benar, ini bukan sekadar kelalaian, tapi potensi pelanggaran serius.

Baca Juga :  Husniah Talenrang Pastikan Hadir di Pelantikan KNPI Sulsel, Dorong Pemuda Bersatu

Proyek jalan seharusnya dirancang bertahan bertahun-tahun, bukan hancur sebelum masyarakat sempat menikmati manfaatnya. Kondisi ini sekaligus menampar fungsi pengawasan. Pertanyaannya, ke mana pengawas proyek saat pekerjaan berlangsung?

Masyarakat setempat menyuarakan kekecewaan dan menilai proyek ini terkesan asal jadi. Mereka menduga anggaran negara tidak dikelola secara bertanggung jawab dan transparan.

Jika terbukti pekerjaan tidak sesuai kontrak dan spesifikasi, pelaksana proyek dapat dijerat UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, khususnya terkait kewajiban mutu dan tanggung jawab penyedia jasa. Lebih jauh, jika ditemukan unsur kerugian keuangan negara, kasus ini berpotensi masuk ranah UU Tipikor.

Baca Juga :  Aksi Unjuk Rasa di Kejaksaan Agung RI: Desak Pemecatan dan Penangkapan Dua Mantan Kajari Jeneponto Serta Tuntaskan Kasus Korupsi Pupuk Subsidi.

Masyarakat mendesak inspektorat, dinas terkait, hingga aparat penegak hukum untuk segera melakukan audit teknis menyeluruh. Jangan sampai proyek bermasalah ini dibiarkan berlalu tanpa pertanggungjawaban. Infrastruktur dibangun untuk rakyat, bukan untuk dijadikan ladang permainan anggaran.

Berita Terkait

Pedagang Pasar Cidu Berbenah Secara Swadaya, GPII Kota Makassar dan PK KNPI Bontoala : Penataan Tak Harus Dengan Penggusuran
TIM ADVOKASI BADKO HMI SULAWESI SELATAN DESAK AUDIT MENYELURUH ATAS DUGAAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT DUGAAN KETIDAKPATUHAN PERPAJAKAN PT WALBRIK SINDO SEJAHTERA MAKMUR
FPM Sulsel Desak Aparat Usut Dugaan Distribusi Avtur Ilegal, Minta Periksa PT Citra Jaya Makmur Sejahtera
Aktivis Muda Makassar Kritik Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Soal Kebijakan Energi Kota Makassar
KNPI Sulsel Perkuat Sinergi dengan Bea Cukai, Buka Peluang Kolaborasi untuk Pemberdayaan Pemuda.
Diduga Tipu Pembeli Rumah Rp35 Juta, Seorang Pengembang Dilaporkan ke Polresta Gowa
Ruang Demokrasi Dicederai: Aksi Damai BEM FISEH UCM dan BEM FH UMI Diduga Dibubarkan Oknum Preman di UpperHills Convention Makassar
Milad ke-15 HIMJUSMAN Digelar di Benteng Somba Opu, Jadi Ruang Refleksi Lintas Generasi

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Pedagang Pasar Cidu Berbenah Secara Swadaya, GPII Kota Makassar dan PK KNPI Bontoala : Penataan Tak Harus Dengan Penggusuran

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:12 WIB

TIM ADVOKASI BADKO HMI SULAWESI SELATAN DESAK AUDIT MENYELURUH ATAS DUGAAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT DUGAAN KETIDAKPATUHAN PERPAJAKAN PT WALBRIK SINDO SEJAHTERA MAKMUR

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:41 WIB

FPM Sulsel Desak Aparat Usut Dugaan Distribusi Avtur Ilegal, Minta Periksa PT Citra Jaya Makmur Sejahtera

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Aktivis Muda Makassar Kritik Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Soal Kebijakan Energi Kota Makassar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:53 WIB

KNPI Sulsel Perkuat Sinergi dengan Bea Cukai, Buka Peluang Kolaborasi untuk Pemberdayaan Pemuda.

Berita Terbaru