HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Muliadi
(Ketua Umum HmI Komisariat ATIM Cabang Makassar)

Usia 79 tahun adalah angka yang terlalu tua jika hanya dirayakan dengan seremoni potong tumpeng dan swafoto berbaju batik. Di balik riuh jargon “Yakin Usaha Sampai,” ada kenyataan pahit yang sering kita tutupi dengan romantisme sejarah: HMI sedang berada di persimpangan jalan yang licin. Saat ini, koridor kekuasaan terasa jauh lebih seksi daripada pengapnya ruang diskusi di komisariat.

Kita melihat fenomena yang kian lazim, di mana kader lebih bangga berfoto di kursi-kursi empuk pemerintahan ketimbang berkeringat membedah gagasan di trotoar perjuangan. Jika indeks prestasi seorang kader hanya diukur dari seberapa dekat ia dengan lingkar kuasa, lantas apa bedanya organisasi kader ini dengan ajang pencarian kerja?

Peringatan Dies Natalis ke-79 HMI seharusnya menjadi cermin yang jernih, bukan sekadar panggung untuk memoles citra. Di tengah riuh rendah perayaan, ada realitas sunyi yang perlu kita bicarakan: pergeseran orientasi kader dari meja-meja diskusi menuju selasar kekuasaan.

Kaderisasi yang Terpinggirkan

Hari ini, tantangan terbesar HMI bukan lagi soal mempertahankan kemerdekaan, melainkan mempertahankan independensi etis di hadapan pragmatisme. Ada kecenderungan yang mengkhawatirkan ketika “kesuksesan” seorang kader tidak lagi diukur dari kedalaman bacaannya atau kontribusi pemikirannya bagi umat, melainkan dari seberapa dekat ia dengan lingkaran pengambil kebijakan.

Baca Juga :  Dialog Akhir Tahun KNPI Sulsel: Vonny Ameliani Dorong Persatuan Pemuda, Pak Gub Komitmen Mendukung Program KNPI Inklusif

Ketajaman analisis yang seharusnya diasah di ruang perkaderan, perlahan tumpul karena digantikan oleh kemampuan beradaptasi dengan kepentingan eksternal. Ketika seorang kader lebih fasih membicarakan kalkulasi politik praktis daripada membedah problem sosiologis masyarakat, saat itulah kita harus bertanya: sedang merawat organisasi kader atau sedang membangun biro jasa politik?

Kita sering mendengar kutipan Nurcholish Madjid tentang kedalaman intelektual. Namun, dalam praktiknya, intelektualitas sering kali dianggap sebagai beban yang memperlambat langkah menuju puncak karier organisatoris maupun politik. Akibatnya, perkaderan hanya dianggap sebagai prosedur formalitas sebuah gerbang yang harus dilewati untuk mendapatkan legitimasi, bukan proses transformasi jiwa dan akal.

Upaya menjalin relasi dengan pemerintah adalah hal yang wajar dalam konteks berbangsa. Namun, ketika upaya tersebut berubah menjadi sikap yang terlalu akomodatif—bahkan cenderung permisif terhadap kebijakan yang mencederai nilai-nilai keadilan—HMI kehilangan fungsinya sebagai mitra kritis. Kader yang terlalu sibuk berselancar di arus kekuasaan sering kali lupa bahwa mandat utama mereka adalah menjadi “penyambung lidah” masyarakat, bukan sekadar menjadi “staf pendukung” kepentingan penguasa.

Kembali ke Akar: Muhasabah Kader

Perkaderan adalah jantung organisasi. Jika jantung ini berhenti berdetak karena kader-kadernya lebih memilih asupan instan dari politik praktis, maka HMI hanya akan menjadi fosil sejarah yang besar secara kuantitas namun keropos secara kualitas.

Baca Juga :  Ijazah SD Dipertanyakan, Publik Menunggu Kejujuran Bupati Luwu Timur

Kehadiran alumni di pemerintahan memang sebuah prestasi, namun itu bukan tujuan akhir dari proses perkaderan di tingkat mahasiswa. Tujuan kita adalah melahirkan insan yang bernafaskan Islam yang memiliki integritas moral untuk berkata “tidak” pada ketidakadilan, meskipun itu datang dari lingkaran yang dekat dengannya.

Di usia ke-79 ini, setiap kader perlu melakukan introspeksi mendalam:

1. Apakah atribut hijau-hitam yang kita kenakan adalah simbol keberanian intelektual, atau sekadar kartu akses untuk mendekati kursi kekuasaan?

2. Apakah kita masih memiliki waktu untuk membimbing adik-adik di komisariat, atau waktu kita sudah habis tersita untuk agenda-agenda lobi yang tidak ada sangkut pautnya dengan kualitas kader?

HMI tidak boleh menjadi sekadar “organisasi tangga” yang hanya dipijak untuk naik, lalu dilupakan ruhnya. Jika kita terus membiarkan budaya pragmatisme ini menggerus tradisi intelektual, kita sebenarnya sedang mempersiapkan nisan bagi masa depan HMI.

Mari jadikan momentum ini untuk pulang ke komisariat, menghidupkan kembali tradisi literasi, dan menanamkan kembali keberanian untuk berdiri tegak di atas prinsip independensi. Kekuasaan itu sementara, namun integritas sebagai kader umat dan bangsa adalah warisan yang abadi.

Berita Terkait

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”
Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel
CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding
Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.
Insinerator di Beberapa Kecamatan Kota Makassar: Sampah Dibakar, Kesehatan Warga Dipertaruhkan ‼️
MBG, Program Bergizi Atau Skema Mark Up Terstruktur
Kongres X PERMAHI Digelar, Azhar Sidiq Terpilih sebagai Ketua Umum dengan Tagline “PERMAHI Mendunia”
Aliansi Mahasiswa Sulsel Geram ❗️ Dugaan Jual Beli Dapur Di Kabupaten Bulukumba. Program Di Jadikan Komoditas

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:53 WIB

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:14 WIB

Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:13 WIB

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:51 WIB

CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:03 WIB

Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.

Berita Terbaru

Daerah

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Feb 2026 - 20:13 WIB