Walikota Makassar Dianggap Gagal Dalam Menerapkan Kebijakan.

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Makassar – Kebijakan Pemerintah Kota Makassar terkait program pemilahan sampah dinilai belum diiringi dengan sosialisasi yang efektif kepada masyarakat. Penerapan aturan tanpa edukasi yang menyeluruh berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah warga.

Kewajiban masyarakat untuk memilah sampah dinilai belum disertai dengan kesiapan fasilitas dan sosialisasi yang memadai. Jika penerapannya hanya dibebankan kepada masyarakat tanpa dukungan infrastruktur, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan berbagai persoalan baru.

Baca Juga :  “Sulsel Bukan Ladang Dinasti: HMI Unibos Nyatakan Perlawanan Terbuka”

Proses pemilahan, penyimpanan, dan pengolahan sampah organik hingga menjadi pupuk memerlukan sarana, pengetahuan, serta pengelolaan yang baik. Apabila sampah disimpan dalam waktu tertentu tanpa fasilitas yang memadai, kondisi tersebut berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya lalat, nyamuk, dan hama lainnya yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat, termasuk penyakit yang ditularkan oleh nyamuk seperti demam berdarah apabila terdapat genangan air pada wadah penyimpanan.

Baca Juga :  KOLABORASI RAMADHAN BERBAGI UNIVERSITAS WIRA BHAKTI

Karena itu, Pemerintah Kota Makassar seharusnya tidak hanya mewajibkan masyarakat memilah sampah, tetapi juga menyediakan fasilitas pendukung, memberikan edukasi secara menyeluruh, serta memastikan sistem pengangkutan dan pengelolaan sampah berjalan dengan baik. Kebijakan publik yang baik harus dibangun atas asas kesiapan, keadilan, dan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Berita Terkait

Skandal Birokrasi UM Barru: Tegur Mahasiswa Melanggar, Kaprodi Malah Dipecat—Kampus Dinilai Melenceng dari Ruh Muhammadiyah
BADKO HMI Sulsel Soroti Dugaan Peredaran Besi Beton yang Diduga Tidak Memenuhi Standar SNI
BADKO HMI Sulsel Soroti Dugaan Peredaran Besi Beton yang Diduga Tidak Memenuhi Standar SNI
SEMPRI Desak Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Selatan Lakukan Reformasi Total Tata Kelola Pemasyarakatan
Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Unhas Gelar Seminar Program Kerja di Desa Sikkuale
Mahasiswa KKN-T Unhas Laksanakan Edukasi Ecoprint di SDN 43 Pinrang
RISET ADVOKASI HMI SULSEL: KANWIL KEMENTERIAN HUKUM DUKUNG PARTISIPASI PUBLIK DALAM EVALUASI PROGRAM STRATEGIS NASIONAL
JAM.ID Gelar Aksi Jilid II, Desak Kejati Sulsel Supervisi Dugaan Korupsi Pengadaan Alsintan di Soppeng

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Walikota Makassar Dianggap Gagal Dalam Menerapkan Kebijakan.

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Skandal Birokrasi UM Barru: Tegur Mahasiswa Melanggar, Kaprodi Malah Dipecat—Kampus Dinilai Melenceng dari Ruh Muhammadiyah

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:37 WIB

BADKO HMI Sulsel Soroti Dugaan Peredaran Besi Beton yang Diduga Tidak Memenuhi Standar SNI

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:02 WIB

BADKO HMI Sulsel Soroti Dugaan Peredaran Besi Beton yang Diduga Tidak Memenuhi Standar SNI

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:43 WIB

SEMPRI Desak Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Selatan Lakukan Reformasi Total Tata Kelola Pemasyarakatan

Berita Terbaru