Aktivis Desak Transparansi Anggaran Koperasi Merah Putih, APH Diminta Turun Mengawasi

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Makassar – Sejumlah aktivis angkat suara soal pengelolaan anggaran Koperasi Merah Putih yang dinilai tertutup dan minim penjelasan ke publik. Mereka menilai, dana koperasi yang seharusnya menjadi penopang kesejahteraan anggota justru rawan diselewengkan jika tidak dikelola secara transparan.

Menurut para aktivis, hingga kini belum ada laporan keuangan yang dibuka secara rinci dan mudah diakses. Kondisi ini memicu kecurigaan serta keresahan di kalangan anggota dan masyarakat. “Kalau uang rakyat dikelola tanpa keterbukaan, potensi masalahnya sangat besar,” tegas salah satu aktivis.

Baca Juga :  Kisruh Hutang Piutang Warga Bontoduri, 50 Juta Selama Delapan Bulan : Antara Pencemaran Nama Baik VS Penipuan/Penggelapan

Mereka menuntut pengurus koperasi segera membuka seluruh penggunaan anggaran, mulai dari sumber dana, alokasi, hingga realisasi di lapangan. Transparansi dinilai bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bentuk pertanggungjawaban moral kepada anggota.

Tak hanya itu, aparat penegak hukum (APH) juga diminta aktif memantau dan mengawasi pengelolaan anggaran koperasi tersebut. Aktivis menegaskan, pengawasan sejak dini penting untuk mencegah praktik penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang.

Baca Juga :  Aktivis CLAT Kritik Pinjaman Rp100 Miliar Pemkab Maros: Dinilai Ceroboh, Tidak Transparan, dan Berisiko Langgar Aturan

“Jangan tunggu masalah meledak baru turun tangan. APH harus hadir lebih awal sebagai pengawas, bukan sekadar pemadam kebakaran,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Koperasi Merah Putih belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan transparansi anggaran tersebut.

Berita Terkait

Pedagang Pasar Cidu Berbenah Secara Swadaya, GPII Kota Makassar dan PK KNPI Bontoala : Penataan Tak Harus Dengan Penggusuran
TIM ADVOKASI BADKO HMI SULAWESI SELATAN DESAK AUDIT MENYELURUH ATAS DUGAAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT DUGAAN KETIDAKPATUHAN PERPAJAKAN PT WALBRIK SINDO SEJAHTERA MAKMUR
FPM Sulsel Desak Aparat Usut Dugaan Distribusi Avtur Ilegal, Minta Periksa PT Citra Jaya Makmur Sejahtera
Aktivis Muda Makassar Kritik Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Soal Kebijakan Energi Kota Makassar
KNPI Sulsel Perkuat Sinergi dengan Bea Cukai, Buka Peluang Kolaborasi untuk Pemberdayaan Pemuda.
Diduga Tipu Pembeli Rumah Rp35 Juta, Seorang Pengembang Dilaporkan ke Polresta Gowa
Ruang Demokrasi Dicederai: Aksi Damai BEM FISEH UCM dan BEM FH UMI Diduga Dibubarkan Oknum Preman di UpperHills Convention Makassar
Milad ke-15 HIMJUSMAN Digelar di Benteng Somba Opu, Jadi Ruang Refleksi Lintas Generasi

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Pedagang Pasar Cidu Berbenah Secara Swadaya, GPII Kota Makassar dan PK KNPI Bontoala : Penataan Tak Harus Dengan Penggusuran

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:12 WIB

TIM ADVOKASI BADKO HMI SULAWESI SELATAN DESAK AUDIT MENYELURUH ATAS DUGAAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT DUGAAN KETIDAKPATUHAN PERPAJAKAN PT WALBRIK SINDO SEJAHTERA MAKMUR

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:41 WIB

FPM Sulsel Desak Aparat Usut Dugaan Distribusi Avtur Ilegal, Minta Periksa PT Citra Jaya Makmur Sejahtera

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Aktivis Muda Makassar Kritik Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Soal Kebijakan Energi Kota Makassar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:53 WIB

KNPI Sulsel Perkuat Sinergi dengan Bea Cukai, Buka Peluang Kolaborasi untuk Pemberdayaan Pemuda.

Berita Terbaru