anatomikata.co.id, Makassar — Aliansi Mahasiswa Fiber Optik Sulsel kembali turun ke jalan dalam aksi ketiga menuntut audit independen terhadap My Republic. Tuntutan ini muncul akibat dugaan kerugian warga dari pemasangan jaringan FTTH serta keluhan layanan WiFi MyRepublic yang lemot, sering gangguan, dan tidak sesuai harapan pelanggan.
Hingga aksi digelar, tidak ada satu pun perwakilan My Republic yang hadir menemui massa. Sikap tertutup ini semakin menguatkan dugaan bahwa persoalan yang terjadi bersifat struktural dan sistematis di internal perusahaan.
Koordinator aksi, Tumming, menyebut alasan-alasan yang terus disampaikan perusahaan hanya mempertegas dugaan adanya praktik tidak sehat dalam pemasangan jaringan maupun pelayanan internet kepada warga Makassar.
Aliansi menegaskan tengah menyiapkan aksi lanjutan dengan skala lebih besar, termasuk opsi boikot, dan memastikan akan terus mengawal persoalan ini sampai seluruh fakta, kerugian warga, serta masalah kualitas jaringan yang lemot benar-benar terungkap.
Aksi berikutnya disebut akan menjadi tekanan serius agar My Republic bertanggung jawab atas kerugian masyarakat dan meningkatkan kualitas layanan internet yang selama ini banyak dikeluhkan.








