Sanitasi Buruk Bukan Warisan, Tapi Akibat dari Ketidakpedulian Kabid Kesehatan Masyarakat HMI Badko Sulbar Desak Aksi Nyata

- Jurnalis

Senin, 23 Juni 2025 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majene, 23 Juni 2025 – Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 kembali menguak potret kelam pengelolaan sanitasi di Provinsi Sulawesi Barat. Hanya 7,6% rumah tangga di wilayah ini yang memiliki pengelolaan air limbah non-kakus secara aman, menurut data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI. Angka ini menjadi alarm keras bagi semua pihak, termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi Sulawesi Barat (Badko Sulbar).

Sapriadi, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat HMI Badko Sulbar, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi ini. Ia menekankan bahwa sanitasi buruk bukanlah sebuah warisan budaya, melainkan akibat dari kelalaian kolektif dalam memprioritaskan kesehatan lingkungan.

“Ini bukan sekadar statistik. Ini adalah kenyataan pahit yang kita hadapi. Bahwa sebagian besar masyarakat di Sulbar masih hidup dengan sistem pembuangan limbah yang tidak aman. Ini menciptakan bom waktu bagi kesehatan lingkungan dan generasi mendatang,” tegas Sapriadi.

Data Mengerikan: Limbah Dibuang Langsung ke Tanah dan Sungai

Hasil SKI 2023 menunjukkan bahwa:

32,6% rumah tangga di Sulbar membuang limbah kamar mandi langsung ke tanah.

Baca Juga :  PB HMI Siapkan Kader Unggul Melalui SEPIM 2025: Targetkan Kepemimpinan Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

51,5% rumah tangga lainnya membuang limbah ke got, sungai, atau saluran terbuka.

Pengelolaan limbah dapur pun menunjukkan pola serupa: 33,1% ke tanah, dan 51,4% ke got atau sungai.

Sapriadi menambahkan bahwa kondisi ini tak hanya membahayakan ekosistem, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang rentan terhadap penyakit berbasis lingkungan seperti diare, hepatitis A, dan infeksi kulit.

“Sanitasi buruk bukan hanya masalah teknis, tapi juga soal keadilan sosial. Masyarakat di wilayah terpencil atau kurang terlayani fasilitas dasar, seolah dibiarkan hidup dengan risiko yang tidak semestinya mereka tanggung,” ujarnya.

Perumahan BTN: Area Terencana, Tapi Terabaikan?

Sapriadi juga menyoroti kondisi sanitasi di kompleks perumahan atau BTN, yang sejatinya dirancang sebagai kawasan hunian terstandar, namun sering kali justru luput dari pengawasan teknis yang memadai terkait pengelolaan limbah.

 

“Banyak perumahan BTN yang dibangun tanpa sistem drainase yang layak atau septic tank komunal yang memenuhi standar. Padahal, kawasan ini dihuni oleh ribuan keluarga dan berada di area padat penduduk. Ketika air limbah meresap ke tanah atau mengalir ke selokan terbuka, ini bukan hanya mengancam penghuni perumahan tersebut, tapi juga warga sekitar,” tegasnya.

Baca Juga :  Jelang Musda DPD KNPI Bantaeng, DPK KNPI Kecamatan Bantaeng Tegaskan Dukungan Full Sampai Finish untuk Abu Bakar Assidiq

Ia menambahkan bahwa pengembang perumahan harus bertanggung jawab atas sistem sanitasi yang mereka bangun, dan pemerintah daerah wajib melakukan audit teknis sebelum mengeluarkan izin pemanfaatan kawasan.

Seruan Kolaboratif untuk Solusi Nyata

Melalui pernyataan ini, HMI Badko Sulbar mendesak pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan sektor swasta untuk bahu membahu melakukan:

Edukasi dan kampanye masif tentang sanitasi aman.

Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pengelolaan limbah yang terjangkau dan berkelanjutan.

Audit sanitasi kawasan perumahan (termasuk BTN) oleh instansi teknis terkait.

Penguatan regulasi dan insentif bagi desa/kelurahan yang berhasil membangun sistem sanitasi sehat.

Kami di HMI tidak ingin hanya menjadi pengamat. Ini saatnya bergerak. Sanitasi layak adalah hak dasar, bukan kemewahan – bahkan di perumahan modern sekalipun,” tutup Sapriadi.

Berita Terkait

TIM ADVOKASI BADKO HMI SULAWESI SELATAN DESAK AUDIT MENYELURUH ATAS DUGAAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT DUGAAN KETIDAKPATUHAN PERPAJAKAN PT WALBRIK SINDO SEJAHTERA MAKMUR
FPM Sulsel Desak Aparat Usut Dugaan Distribusi Avtur Ilegal, Minta Periksa PT Citra Jaya Makmur Sejahtera
Aktivis Muda Makassar Kritik Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Soal Kebijakan Energi Kota Makassar
Diduga Tipu Pembeli Rumah Rp35 Juta, Seorang Pengembang Dilaporkan ke Polresta Gowa
Milad ke-15 HIMJUSMAN Digelar di Benteng Somba Opu, Jadi Ruang Refleksi Lintas Generasi
HMK Makassar Kecam Pemanfaatan Jalan dan Pelabuhan Umum Kabaena untuk Aktivitas Tambang
Air Bersih Langka di Tengah Tambang Nikel, SIGAPI Desak Pemkab Bombana, DPRD, dan Perusahaan Buka Data CSR-PPM ke Publik
Mahasiswa Kabaena Barat Soroti Kebijakan Hauling Tambang, Pemerintah Diminta Libatkan Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:12 WIB

TIM ADVOKASI BADKO HMI SULAWESI SELATAN DESAK AUDIT MENYELURUH ATAS DUGAAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT DUGAAN KETIDAKPATUHAN PERPAJAKAN PT WALBRIK SINDO SEJAHTERA MAKMUR

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:41 WIB

FPM Sulsel Desak Aparat Usut Dugaan Distribusi Avtur Ilegal, Minta Periksa PT Citra Jaya Makmur Sejahtera

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Aktivis Muda Makassar Kritik Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Soal Kebijakan Energi Kota Makassar

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Milad ke-15 HIMJUSMAN Digelar di Benteng Somba Opu, Jadi Ruang Refleksi Lintas Generasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:17 WIB

HMK Makassar Kecam Pemanfaatan Jalan dan Pelabuhan Umum Kabaena untuk Aktivitas Tambang

Berita Terbaru