anatomikata.co.id, Makassar — Aksi ketiga kembali digelar oleh Aliansi Mahasiswa Fiber Optik Sulsel bersama sejumlah organisasi masyarakat pada Jumat, 21 November 2025.
Dalam aksi ini, massa menegaskan komitmen mereka untuk mengawal dugaan kerugian warga Makassar akibat aktivitas pemasangan FTTH (Fiber to The Home) oleh My Republik.
Para peserta aksi tetap konsisten menuntut audit independen agar persoalan kerugian warga dapat terungkap secara terang benderang.
Audit tersebut diyakini akan memperlihatkan siapa saja yang terlibat, siapa yang bermain, dan sejauh mana dampak kerugian yang terjadi.
Hingga aksi ketiga digelar, tidak ada satu pun perwakilan dari My Republik yang hadir untuk menemui massa aksi. Sikap ini memunculkan dugaan kuat bahwa persoalan ini bersifat struktural dan sistematis di internal perusahaan.
Koordinator aksi, Tumming, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap tertutup My Republik.
“Kami duga ini semua ada keterkaitan satu kantor. Kenapa tidak ada satu pun yang mau menemui kami?” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa alasan-alasan yang selalu diberikan pihak perusahaan justru menguatkan dugaan adanya praktik tidak sehat dalam proses pemasangan jaringan tersebut.
“Alasan inilah, alasan itulah. Karena itu kami sudah berkoordinasi untuk menyiapkan aksi selanjutnya, yang skalanya akan jauh lebih besar, termasuk opsi boikot,” tambah Tumming.
Aliansi Mahasiswa Fiber Optik Sulsel menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur dan akan terus mengawal kasus ini hingga seluruh fakta dan kerugian warga benar-benar terungkap.
“Kami akan melakukan aksi besar-besaran dan tetap mengawal ini semua sampai terang benderang kerugian masyarakat yang digunakan,” tutupnya.
Aksi lanjutan kini tengah dipersiapkan, dan aliansi memastikan mereka tetap solid hingga persoalan ini menemukan titik penyelesaian.








