anatomikata.co.id, MAKASSAR — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dimaknai berbeda oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ormas The Legend 120 Sulawesi Selatan. Minggu, 16 Agustus 2026, organisasi tersebut menggelar doa bersama di makam pahlawan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pejuang bangsa.
Doa bersama menjadi salah satu rangkaian kegiatan Rolling & Aksi Sosial The Legend 120 Sulawesi Selatan yang mengambil rute Makassar–Gowa. Para peserta mengunjungi Taman Makam Pahlawan Panaikang Makassar dan Makam Sultan Hasanuddin Pallantikang untuk berdoa serta mengenang perjuangan para pahlawan.
Bagi The Legend 120 Sulawesi Selatan, kemerdekaan bukan hanya sebuah peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun. Kemerdekaan juga merupakan amanah yang harus dijaga oleh generasi saat ini melalui tindakan nyata, kepedulian sosial, serta semangat menjaga persatuan.
Ketua Umum DPP Ormas The Legend 120 Sulawesi Selatan, Muh Rusdi, mengatakan bahwa doa bersama tersebut merupakan bentuk penghormatan sederhana kepada para pahlawan yang telah memberikan pengorbanan bagi bangsa Indonesia.
“Kami datang ke makam pahlawan untuk mendoakan dan mengenang mereka. Kita tidak boleh melupakan bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini dibangun melalui perjuangan dan pengorbanan para pendahulu,” ujar Muh Rusdi.
Ia menambahkan, generasi saat ini memiliki bentuk perjuangan yang berbeda dengan para pahlawan di masa lalu. Menurutnya, menjaga lingkungan, membantu masyarakat, menjaga persatuan, serta melakukan kegiatan positif merupakan bagian dari cara generasi sekarang mengisi kemerdekaan.
“Kalau dahulu para pahlawan berjuang dengan mengangkat senjata, hari ini kita mempunyai tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan karya, kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Selain doa bersama, rangkaian kegiatan juga dirangkaikan dengan aksi sosial dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di sekitar kawasan makam. Peserta secara bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap tempat yang menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa tersebut.
Sekretaris Jenderal DPP The Legend 120 Sulawesi Selatan, Muh Syahbani, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan pesan kepada generasi muda bahwa mengenang pahlawan tidak cukup hanya dengan seremoni.
“Menghormati pahlawan harus diwujudkan dengan tindakan. Salah satunya dengan menjaga tempat bersejarah, menjaga kebersihan lingkungan dan terus menanamkan nilai persatuan. Jangan sampai sejarah hanya menjadi cerita, tetapi nilai perjuangannya tidak kita lanjutkan,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan makam pahlawan juga menjadi pengingat bahwa bangsa Indonesia dibangun dari perjuangan banyak orang dengan latar belakang yang berbeda.
Karena itu, momentum kemerdekaan harus menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian antarsesama.
Kegiatan doa bersama berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Para peserta turut membawa bendera Merah Putih sebagai simbol penghormatan terhadap bangsa sekaligus semangat nasionalisme dalam memperingati kemerdekaan.
The Legend 120 Sulawesi Selatan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Tugas generasi hari ini adalah menjaga apa yang telah diperjuangkan para pahlawan dan meneruskannya melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mengenang Pahlawan, Menguatkan Persatuan, Melanjutkan Perjuangan.”
The Legend 120 Sulawesi Selatan — Bersatu, Bergerak, Bermanfaat.








