HMI Sulbar Desak Kapolda Usut Dugaan Korupsi Dana BOS di Dinas Pendidikan Mamasa

- Jurnalis

Selasa, 29 Juli 2025 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id – Sulawesi Barat, Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Barat mendesak Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Barat untuk mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa 29 Juli 2025 .

Ketua Bidang Pendidikan, Kebudayaan, dan Riset Badko HMI Sulbar, Melky Kusuma, menegaskan bahwa praktik korupsi di sektor pendidikan tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat kemajuan pendidikan di daerah.

“Kami mendesak Kapolda Sulawesi Barat untuk tidak tinggal diam dan segera mengusut tuntas dugaan kasus korupsi di Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa. Kami tidak ingin daerah ini dirusak oleh oknum koruptor yang hanya mementingkan kepentingan pribadi,” tegas Melky, Selasa (29/07/2025).

Baca Juga :  Mahasiswa Ilmu Peternakan UINAM Gelar “Aksi Gizi”: Bagikan Telur Puyuh dan Susu untuk Tekan Stunting

Melky mengungkapkan adanya dugaan kuat bahwa Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa telah melakukan pemotongan sebesar 15 persen terhadap Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

“Kami menduga kuat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa telah melakukan pemotongan Dana BOS sebesar 15 persen. Tindakan ini sangat mencederai kepercayaan publik dan merusak citra institusi pendidikan,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, Badko HMI Sulbar menyatakan tidak akan tinggal diam jika Kapolda tidak segera mengambil langkah konkret. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mengawal proses hukum agar berjalan secara transparan dan akuntabel.

Baca Juga :  Turnamen “Piala Gubernur Gowa” Tuai Sorotan: Diduga Tanpa Izin dan Sebabkan Kerusakan Lapangan

“Kami berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memastikan bahwa proses pengusutan berjalan jujur dan terbuka,” tambahnya.

Melky menegaskan bahwa dunia pendidikan harus bersih dari praktik-praktik yang merugikan kepentingan publik.

“Pendidikan harus terbebas dari praktik bisnis yang hanya menguntungkan segelintir pihak. Jika terbukti bersalah, pelaku korupsi harus dihukum sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Berita Terkait

Palopo Disorot: Reski Halim Kritik Kinerja Wali Kota Soal Sampah yang Kian Parah
Takbiran Hidup Kembali: Ribuan Warga Amessangeng Nyalakan Cahaya Tradisi Lewat Pawai Obor”
Banser Makassar Buka Posko Mudik, Tujuh Hari Berbagi Takjil untuk Masyarakat
Intelijen Tidak Membuat Keputusan, Tidak Juga Memenangkan Perang, dan Tidak Menandatangani Perjanjian.
Ditangkap Satnarkoba, Dilepas Tanpa Jejak: Ada Apa di Tubuh Polrestabes Makassar ⁉️
KDRT Berulang, Korban Diseret, Dicekik, hingga Tak Bisa Bergerak
Ketua Bidang PTKP BADKO HMI Sulsel Desak Kapolri Usut Tuntas Teror Penyiraman Air Keras
Aktivis Kontras Jadi Korban Penyiraman Air Keras, HMI Cab.Takalar: Ini Tragedi Demokrasi

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 23:02 WIB

Palopo Disorot: Reski Halim Kritik Kinerja Wali Kota Soal Sampah yang Kian Parah

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:43 WIB

Takbiran Hidup Kembali: Ribuan Warga Amessangeng Nyalakan Cahaya Tradisi Lewat Pawai Obor”

Kamis, 19 Maret 2026 - 23:43 WIB

Banser Makassar Buka Posko Mudik, Tujuh Hari Berbagi Takjil untuk Masyarakat

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:45 WIB

Intelijen Tidak Membuat Keputusan, Tidak Juga Memenangkan Perang, dan Tidak Menandatangani Perjanjian.

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:27 WIB

Ditangkap Satnarkoba, Dilepas Tanpa Jejak: Ada Apa di Tubuh Polrestabes Makassar ⁉️

Berita Terbaru