Mafia Tanah Kian Beringas di Makassar, HMI Cabang Makassar Tegas: Kami Tidak Akan Diam ❗️

- Jurnalis

Kamis, 6 November 2025 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Makassar – Pada tanggal 6 November 2025 Aroma busuk praktik mafia tanah kembali menyeruak di Kota Makassar.

Sengketa lahan antara PT Hadji Kalla dan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) kini menjadi sorotan tajam dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar yang menegaskan sikap tegas: tidak akan membiarkan praktik mafia pertanahan merajalela di tanah Makassar.

Ketua Umum HMI Cabang Makassar, Sarah Agussalim, menegaskan bahwa HMI berdiri di garda terdepan untuk melawan segala bentuk penindasan dan permainan kotor yang dilakukan oleh kelompok kelompok berkepentingan di balik konflik agraria.

“Kami tidak akan tinggal diam melihat kejahatan pertanahan ini terus tumbuh subur. Mafia tanah harus diberantas sampai ke akar-akarnya! Sudah cukup rakyat kecil menjadi korban ketamakan segelintir elit,” tegas Sarah dengan nada lantang.

Baca Juga :  Aliansi Peduli Pasar Butung Kepung Kejati Sulsel dan Balai Kota, Soroti Dugaan Abuse of Power Wali Kota Makassar

Sarah menyoroti bahwa kasus sengketa antara PT Hadji Kalla dan GMTD yang telah menguasai lahan selama lebih dari 30 tahun namun tiba tiba diklaim sepihak, adalah bentuk nyata arogansi dan kesewenang wenangan yang tidak bisa ditoleransi.

HMI menilai, tindakan sepihak dengan pengerahan massa besar besaran untuk menguasai lahan merupakan langkah provokatif yang mengancam stabilitas keamanan kota.

“Makassar tidak boleh dijadikan ladang perebutan kepentingan oleh mafia tanah. Jika hukum tidak lagi berpihak pada kebenaran, maka rakyat dan mahasiswa akan turun untuk menegakkannya!” seru Sarah.

Baca Juga :  Diduga Jadi Pasar Gelap Kekuasaan, Rutan Kelas I Makassar Disorot FOMAKSI Sulsel

HMI Cabang Makassar juga memperingatkan seluruh pihak agar tidak memancing konflik horizontal antarwarga.

“Kami tidak akan membiarkan rakyat diadu domba hanya karena kerakusan pihak pihak tertentu. Jika ada klaim kepemilikan, buktikan secara hukum, bukan dengan kekuatan dan ancaman,” tutupnya.

Melalui pernyataan tegas ini, HMI Cabang Makassar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan menekan aparat penegak hukum agar tidak tunduk pada kepentingan oligarki tanah.

Makassar harus bebas dari mafia pertanahan karena tanah bukan sekadar lahan, tetapi sumber kehidupan dan keadilan bagi rakyat.

Berita Terkait

Industri Gula Aren yang Kian Menurun di Tamarunang, Kabupaten Jeneponto
Palopo Disorot: Reski Halim Kritik Kinerja Wali Kota Soal Sampah yang Kian Parah
Takbiran Hidup Kembali: Ribuan Warga Amessangeng Nyalakan Cahaya Tradisi Lewat Pawai Obor”
Banser Makassar Buka Posko Mudik, Tujuh Hari Berbagi Takjil untuk Masyarakat
Intelijen Tidak Membuat Keputusan, Tidak Juga Memenangkan Perang, dan Tidak Menandatangani Perjanjian.
Ditangkap Satnarkoba, Dilepas Tanpa Jejak: Ada Apa di Tubuh Polrestabes Makassar ⁉️
Massa Gruduk Polrestabes Makassar, Desak Pencopotan Kasat Sabhara
KDRT Berulang, Korban Diseret, Dicekik, hingga Tak Bisa Bergerak

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:13 WIB

Industri Gula Aren yang Kian Menurun di Tamarunang, Kabupaten Jeneponto

Minggu, 22 Maret 2026 - 23:02 WIB

Palopo Disorot: Reski Halim Kritik Kinerja Wali Kota Soal Sampah yang Kian Parah

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:43 WIB

Takbiran Hidup Kembali: Ribuan Warga Amessangeng Nyalakan Cahaya Tradisi Lewat Pawai Obor”

Kamis, 19 Maret 2026 - 23:43 WIB

Banser Makassar Buka Posko Mudik, Tujuh Hari Berbagi Takjil untuk Masyarakat

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:45 WIB

Intelijen Tidak Membuat Keputusan, Tidak Juga Memenangkan Perang, dan Tidak Menandatangani Perjanjian.

Berita Terbaru