Tanpa Transparansi, Keadilan Hanya Ilusi: HMI Badko Sulbar Soroti Biaya Pembuatan SIM dan STNK

- Jurnalis

Senin, 23 Juni 2025 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju, 23 Juni 2025 — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi Sulawesi Barat (Badko Sulbar) menyoroti praktik pelayanan publik yang dinilai tidak transparan dan membebani masyarakat kecil, khususnya dalam pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan administrasi kendaraan bermotor. Hal ini disampaikan oleh Fauzan, Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) Bidang PTKP Badko HMI Sulbar, dalam pernyataan resmi yang dirilis hari ini.

Menurut Fauzan, ketidaktransparanan dalam pelayanan SIM dan STNK tidak hanya mencederai prinsip keadilan prosedural, tapi juga memperkuat ketimpangan akses terhadap hak dasar warga negara.

“Tanpa transparansi dan akuntabilitas, keadilan prosedural hanya menjadi ilusi. Negara seharusnya menjamin kemudahan akses terhadap layanan dasar seperti SIM dan STNK, bukan malah membiarkannya menjadi ruang subur bagi praktik rente,” ujar Fauzan.

Biaya resmi penerbitan SIM C berdasarkan PP Nomor 76 Tahun 2020 adalah Rp100.000, namun di lapangan, khususnya di wilayah Sulawesi Barat, biaya tersebut melonjak drastis hingga Rp300.000–Rp350.000. Rincian biaya yang tidak dijelaskan secara terbuka, serta ketiadaan kuitansi resmi, menjadi sorotan utama HMI Badko Sulbar.

Baca Juga :  Institut Hasan Sulur Gandeng Industri Kreatif Macoa: Sinergi Prodi Sistem Informasi & Teknik Informatika Dukung Kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa

Fauzan menambahkan, “Warga tidak menuntut pelayanan gratis, mereka hanya ingin proses yang adil, jelas, dan sesuai hukum. Tapi hari ini, bahkan untuk mendapatkan SIM pun mereka harus menanggung beban biaya yang tidak proporsional dan membingungkan.”

Perbandingan dengan kota besar semakin memperjelas disparitas. Di Makassar, total biaya pengurusan SIM C hanya sekitar Rp235.000, dan jika menggunakan layanan daring e-PPSi Polri, biayanya bahkan hanya sekitar Rp137.500. Hal ini menunjukkan bahwa sistem yang lebih transparan dan efisien sebenarnya bisa diterapkan—jika ada kemauan dari penyelenggara.

Tak hanya SIM, biaya administrasi kendaraan di Samsat juga menjadi perhatian. HMI menilai, kantor Samsat masih tertutup soal informasi biaya resmi. Pengurusan balik nama kendaraan yang seharusnya hanya sekitar Rp800.000–Rp900.000, kerap melonjak hingga Rp1.200.000 atau lebih, tanpa bukti pembayaran yang sah.

Baca Juga : 

“Ketika rakyat yang paling ingin taat hukum justru terhambat oleh tarif yang tidak wajar dan prosedur yang rumit, maka negara telah gagal dalam fungsi pelayanannya,” tegas Fauzan.

HMI Badko Sulbar mendesak dilakukan penataan ulang menyeluruh terhadap sistem layanan di seluruh Polres dan Samsat se-Sulawesi Barat. Transparansi biaya, keterbukaan informasi, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan harus dijadikan standar mutlak.

Lebih lanjut, HMI juga meminta agar Perda Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pajak Daerah dijalankan dengan konsisten oleh Bapenda dan instansi terkait. Kantor Samsat wajib menyediakan papan informasi, simulasi tarif, serta layanan yang ramah dan mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat.

“SIM dan STNK bukan hanya dokumen legal, tapi simbol kehadiran negara dalam menjamin keadilan dan perlindungan warganya. Jangan sampai rakyat kecil terus dikorbankan oleh sistem yang tidak berpihak,” tutup Fauzan.

Berita Terkait

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah
Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan
POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA
Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029
Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar
ALIANSI MAHASISWA UNIVERSITAS WIRA BHAKTI SOROT KRISIS ENERGI DI MAKASSAR “ENERGI KRISIS, DOMPET KRITIS, PEJABAT NARSIS”
Aksi BBM Berujung Darah, Kader HMI Makassar Diduga Dipukul Oknum Polisi di Pertamina Patra Niaga ‎
SPMP Desak APH Untuk Segera Mengusut Kerjasama Pengelolaan Parkir RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 16:28 WIB

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah

Jumat, 18 September 2026 - 17:13 WIB

Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA

Kamis, 17 September 2026 - 19:57 WIB

Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029

Rabu, 16 September 2026 - 20:47 WIB

Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar

Berita Terbaru