Wonomulyo, Anatomikata.co.id – Program Studi Diploma Keperawatan Institut Hasan Sulur kembali melaksanakan salah satu agenda penting dalam proses pendidikan vokasi, yaitu pemberangkatan mahasiswa untuk praktik lapangan di berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Pada kesempatan ini, rombongan mahasiswa diberangkatkan ke Kota Makassar untuk melaksanakan praktik sesuai dengan kurikulum pendidikan vokasi yang menekankan keterampilan langsung dan penguasaan kompetensi di lapangan (16/08/25).
Praktik vokasi ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori dalam ruang kuliah, tetapi juga memiliki pengalaman nyata dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada masyarakat. Beberapa lokasi praktik telah ditentukan sebagai tempat pembelajaran lapangan, salah satunya adalah Rumah Sakit Dadi Makassar, yang dikenal sebagai rumah sakit rujukan utama untuk pelayanan kesehatan jiwa di Sulawesi Selatan. Fokus utama kegiatan kali ini adalah pada bidang keperawatan jiwa, mengingat isu kesehatan mental semakin menjadi perhatian global dan membutuhkan tenaga kesehatan yang memiliki keahlian khusus.
Fredy Akbar, S.Kep., Ns., M.Kep, Ketua Program Studi Diploma Keperawatan Institut Hasan Sulur dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan vokasi adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan diharapkan mampu belajar secara optimal, memanfaatkan kesempatan ini untuk mengasah keterampilan, membangun empati, serta memperluas wawasan dalam pelayanan keperawatan jiwa. “Praktik ini bukan hanya sekadar pemenuhan kurikulum, tetapi juga proses pembentukan karakter profesional sebagai perawat yang siap mengabdi kepada masyarakat,” ungkapnya.
Selain di Rumah Sakit Dadi, mahasiswa juga akan ditempatkan di beberapa rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya di Kota Makassar. Dengan begitu, mahasiswa mendapatkan gambaran menyeluruh tentang pelayanan kesehatan, baik umum maupun khusus.
Melalui kegiatan praktik ini, diharapkan lulusan Diploma Keperawatan Institut Hasan Sulur tidak hanya siap bersaing di dunia kerja, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap pasien, khususnya mereka yang mengalami gangguan kesehatan jiwa. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Institut Hasan Sulur dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional melalui pendidikan vokasi yang berkualitas.








