KNPI MAKASSAR DINILAI TIDAK BECUS DALAM MELAKSANAKAN MUSYAWARAH KECAMATAN

- Jurnalis

Senin, 15 September 2025 - 00:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anatomikata.co.id.Makassar – Musyawarah Kecamatan (Muscam) XVI Pemuda/KNPI Kecamatan Tamalate Kota Makassar yang digelar pada Minggu, 14 September 2025, di Kantor Camat Tamalate, menuai sorotan. Kegiatan tersebut dinilai tidak sehat dari segi aturan organisasi maupun keberpihakan Pengurus DPD KNPI Kota Makassar.

Salah satu peserta Muscam, inisial MA, mengungkapkan adanya kejanggalan pada proses pemilihan atau pemungutan suara. Ia menyebut terdapat empat organisasi kepemudaan (OKP) yang digugurkan atau dinyatakan abstain karena persoalan teknis.

Baca Juga :  Kegiatan Supervisi, Monitoring, Evaluasi Dan Pelaporan (SMEP) Program Sekretaris TP PKK Kota Makassar Di Kecamatan Makassar

“Awalnya, diperbolehkan untuk mewakili peserta OKP yang tidak sempat hadir dalam pemilihan. Namun saat perwakilan pengganti tiba di lokasi, justru empat OKP tersebut tetap digugurkan,” ujar MA.

Adapun empat OKP yang dimaksud yakni BM Kosgoro 57, GPK, GAMKI, dan PERADAH. Keputusan pimpinan sidang ini dianggap tidak sportif serta menciderai esensi KNPI sebagai wadah berhimpunnya pemuda di Kota Makassar.

Baca Juga :  Aktivis Kota Makassar Sulawesi Selatan, Angkat Bicara Soal Napi Bandar Narkoba Yang Ada Didalam Lapas Bollangi

“KNPI adalah rumah besar pemuda, mestinya OKP diberi ruang untuk menyalurkan haknya. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Ini menunjukkan adanya keberpihakan dalam kontestasi kepemudaan di Kecamatan Tamalate,” tambahnya.

Kondisi tersebut membuat Muscam KNPI Tamalate dinilai gagal mencerminkan proses demokratis yang sehat. Kejadian itu juga dianggap kurang elok dipertontonkan di hadapan para pemuda, sehingga mencoreng semangat kebersamaan yang semestinya dijunjung tinggi oleh KNPI.

Berita Terkait

Pedagang Pasar Cidu Berbenah Secara Swadaya, GPII Kota Makassar dan PK KNPI Bontoala : Penataan Tak Harus Dengan Penggusuran
TIM ADVOKASI BADKO HMI SULAWESI SELATAN DESAK AUDIT MENYELURUH ATAS DUGAAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT DUGAAN KETIDAKPATUHAN PERPAJAKAN PT WALBRIK SINDO SEJAHTERA MAKMUR
FPM Sulsel Desak Aparat Usut Dugaan Distribusi Avtur Ilegal, Minta Periksa PT Citra Jaya Makmur Sejahtera
Aktivis Muda Makassar Kritik Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Soal Kebijakan Energi Kota Makassar
KNPI Sulsel Perkuat Sinergi dengan Bea Cukai, Buka Peluang Kolaborasi untuk Pemberdayaan Pemuda.
Diduga Tipu Pembeli Rumah Rp35 Juta, Seorang Pengembang Dilaporkan ke Polresta Gowa
Ruang Demokrasi Dicederai: Aksi Damai BEM FISEH UCM dan BEM FH UMI Diduga Dibubarkan Oknum Preman di UpperHills Convention Makassar
Milad ke-15 HIMJUSMAN Digelar di Benteng Somba Opu, Jadi Ruang Refleksi Lintas Generasi

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Pedagang Pasar Cidu Berbenah Secara Swadaya, GPII Kota Makassar dan PK KNPI Bontoala : Penataan Tak Harus Dengan Penggusuran

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:12 WIB

TIM ADVOKASI BADKO HMI SULAWESI SELATAN DESAK AUDIT MENYELURUH ATAS DUGAAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT DUGAAN KETIDAKPATUHAN PERPAJAKAN PT WALBRIK SINDO SEJAHTERA MAKMUR

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:41 WIB

FPM Sulsel Desak Aparat Usut Dugaan Distribusi Avtur Ilegal, Minta Periksa PT Citra Jaya Makmur Sejahtera

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Aktivis Muda Makassar Kritik Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Soal Kebijakan Energi Kota Makassar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:53 WIB

KNPI Sulsel Perkuat Sinergi dengan Bea Cukai, Buka Peluang Kolaborasi untuk Pemberdayaan Pemuda.

Berita Terbaru