Keluarga Pertanyakan Keputusan Pemulangan Pasien Diduga Stroke yang Belum Sadar di Makassar

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id,Makassar-sebuah kasus yang memunculkan tanda tanya besar terkait pelayanan kesehatan terjadi pada seorang pasien yang diduga mengalami Stroke dan saat ini dirawat di RS Stella Maris Makassar.

 

Menurut keterangan keluarga, pasien awalnya mengalami gangguan kesehatan saat berada di Pulau Kodingareng dan sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Pulau Kodingareng. Pasien hanya dirawat selama satu hari sebelum dipulangkan karena dinyatakan membaik.

 

Namun tidak lama setelah itu kondisi pasien kembali memburuk hingga akhirnya harus dibawa ke Makassar dalam kondisi tidak sadar. Karena kepanikan keluarga dan keterbatasan akses fasilitas kesehatan di wilayah kepulauan, pasien kemudian dilarikan ke RS Stella Maris Makassar untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Baca Juga :  Wujudkan Amanah Vokasi, Mahasiswa Keperawatan Institut Hasan Sulur Terjun ke Lapangan

 

Berdasarkan penjelasan dari dokter rumah sakit, pasien diduga mengalami serangan stroke kedua. Hingga saat ini pasien telah menjalani perawatan selama kurang lebih dua minggu.

 

Meski terdapat respon gerakan pada tangan dan kaki ketika diberikan rangsangan, kondisi pasien secara umum masih memprihatinkan. Pasien diketahui belum mampu berbicara, tidak dapat duduk, serta belum mampu makan secara mandiri.

 

Hal yang kemudian menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga adalah pernyataan dari pihak medis yang menyebutkan bahwa kondisi pasien telah normal dan dapat dipulangkan untuk menjalani perawatan di rumah.

 

Keputusan tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan serius dari pihak keluarga. Mengingat kondisi pasien yang masih menunjukkan keterbatasan fungsi dasar, keluarga merasa khawatir apabila pasien dipulangkan tanpa penanganan medis yang optimal.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Unhas Gelar Seminar Program Kerja di Desa Sikkuale

 

Keluarga berharap pihak RS Stella Maris Makassar dapat memberikan penjelasan yang transparan mengenai kondisi medis pasien serta dasar pertimbangan medis yang digunakan dalam keputusan pemulangan pasien.

 

Kasus ini diharapkan dapat menjadi perhatian bersama agar pelayanan kesehatan tetap mengedepankan keselamatan pasien, profesionalitas tenaga medis, serta transparansi kepada keluarga pasien.

 

Kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara. Oleh karena itu, setiap fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang maksimal, khususnya bagi pasien dengan kondisi darurat seperti stroke yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Air Bersih Langka di Tengah Tambang Nikel, SIGAPI Desak Pemkab Bombana, DPRD, dan Perusahaan Buka Data CSR-PPM ke Publik
Mahasiswa Kabaena Barat Soroti Kebijakan Hauling Tambang, Pemerintah Diminta Libatkan Masyarakat
Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Unhas Gelar Seminar Program Kerja di Desa Sikkuale
PENGADUAN RESMI APK INDONESIA DITERIMA KEMENKES RI, DESAK AUDIT INVESTIGATIF DAN EVALUASI MENYELURUH RSUD SYEKH YUSUF PASCA MENINGGALNYA BAYI MUHAMMAD ATTAR
AKTIVITAS TAMBANG SERTU DIDUGA PICU ABRASI PARAH DI JALAN PROVINSI PEKKAE–SOPPENG
FPR Ungkap Dugaan Kosmetik Ilegal Beredar di Makassar, Konsumen Diminta Waspada
Ratusan Massa The Legend 120 Duduki Kantor Bupati Gowa, Tuntut Copot Dirut RSUD Syekh Yusuf
Pelayanan tak kunjung di perbaiki, THE Legend 120 Mengutuk Keras Manajemen RSUD Syech Yusuf Gowa

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Air Bersih Langka di Tengah Tambang Nikel, SIGAPI Desak Pemkab Bombana, DPRD, dan Perusahaan Buka Data CSR-PPM ke Publik

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Mahasiswa Kabaena Barat Soroti Kebijakan Hauling Tambang, Pemerintah Diminta Libatkan Masyarakat

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:24 WIB

Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Unhas Gelar Seminar Program Kerja di Desa Sikkuale

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:25 WIB

PENGADUAN RESMI APK INDONESIA DITERIMA KEMENKES RI, DESAK AUDIT INVESTIGATIF DAN EVALUASI MENYELURUH RSUD SYEKH YUSUF PASCA MENINGGALNYA BAYI MUHAMMAD ATTAR

Kamis, 23 April 2026 - 22:35 WIB

AKTIVITAS TAMBANG SERTU DIDUGA PICU ABRASI PARAH DI JALAN PROVINSI PEKKAE–SOPPENG

Berita Terbaru