Pelayanan tak kunjung di perbaiki, THE Legend 120 Mengutuk Keras Manajemen RSUD Syech Yusuf Gowa

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anatomikata.co.id, Gowa — Penanganan korban penyerangan senjata tajam pada Selasa malam, 14 April 2026 di RS Syech Yusuf menuai sorotan tajam. Pasien yang seharusnya mendapatkan penanganan cepat dan maksimal justru diduga hanya menerima pertolongan pertama tanpa kejelasan tindak lanjut medis.

Pihak rumah sakit awalnya berdalih tidak dapat melanjutkan penanganan karena kendala biaya. Ironisnya, ketika keluarga meminta agar pasien dirujuk ke rumah sakit lain demi keselamatan, permintaan tersebut justru dihalangi. Sikap ini memicu kekecewaan dan menimbulkan dugaan kuat adanya kelalaian dalam penanganan pasien.

Situasi semakin membingungkan ketika rumah sakit akhirnya menyatakan akan melakukan operasi. Keluarga bahkan diminta mempersiapkan pasien untuk puasa sebagai bagian dari prosedur operasi yang dijadwalkan pagi hari. Namun, hingga waktu yang dijanjikan, operasi tak kunjung dilakukan dengan berbagai alasan yang berubah-ubah.

Baca Juga :  BUKAN DI LAPANGAN, MAPALA 45 MAKASSAR BENTANGKAN MERAH PUTIH 25 X 15 METER DI TEBING KM 5 TANA TORAJA

Puncaknya, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa ruang operasi penuh, sehingga tindakan medis tidak dapat dilakukan. Keputusan ini memaksa pasien dirujuk pada siang hari, 15 April 2026 sebuah keterlambatan yang dinilai berisiko terhadap keselamatan pasien.

Tak hanya soal pelayanan yang lambat dan tidak profesional, pihak keluarga juga dibebani biaya yang dinilai tidak masuk akal. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pelayanan di RS Syech Yusuf tidak hanya bermasalah secara medis, tetapi juga secara etika dan manajemen.

Sejumlah poin krusial menjadi sorotan dalam kasus ini:

• Pelayanan yang tidak maksimal dan terkesan asal-asalan
• Penarikan biaya yang tidak rasional
• Penanganan pasien yang lambat dan tidak humanis
• Buruknya manajemen rumah sakit yang berpotensi mengancam nyawa pasien

Rusdi, Ketua THE Legend 120, mengecam keras kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa serupa bukanlah hal baru, melainkan berulang tanpa ada perbaikan berarti.

Baca Juga :  DARURAT ! Perusahaan Tambang Menjajah Masyarakat Sulawesi Selatan Atas Nama Investasi ⁉️

“Kejadian seperti ini sering berulang seolah-olah tidak ada langkah perbaikan, meskipun direktur baru sudah dilantik. Setiap kami protes, selalu ada pihak yang menyangkal kesalahan mereka. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Rusdi.

Ia juga menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah tegas dengan menggelar aksi besar.

“Kami akan menduduki kantor Bupati Gowa dan melakukan protes keras. Tidak ada perubahan signifikan, dan ini seperti sudah menjadi tradisi menelantarkan pasien,” lanjutnya.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi sistem pelayanan kesehatan daerah. Jika dugaan ini benar, maka bukan hanya soal kelalaian, tetapi potensi pelanggaran serius terhadap hak dasar pasien atas pelayanan kesehatan yang layak dan manusiawi.

Berita Terkait

JAS Bongkar Rekam Jejak PT Karya Pembangunan Rezki: Delapan Paket Proyek Kemenhub Lebih dari Rp500 Miliar, Mantan Direktur Pernah Masuk DPO Kasus Korupsi
MANAJEMEN RSI FAISAL DINILAI INGKARI JANJI, ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA WIJA TO BONE SIAP KEMBALI GELAR AKSI UNJUK RASA
SERAGAM BUKAN TAMENG KEKEBALAN HUKUM! LKBHMI PB HMI: COPOT KAPOLDA JATENG DAN DIRRESKRIMUM, BONGKAR DUGAAN REPRESI APARAT DI PONPES HAMALATUL QUR’AN!
KABID PPPD KEPMI BONE SOROTI FENOMENA KONTEN PORNOGRAFI DI MEDIA SOSIAL: DINILAI MERUSAK RUANG EDUKASI DAN MEMENGARUHI POLA PIKIR GENERASI MUDA
Warga Padati Grand Opening, Browcyl Perkenalkan Outlet ke-27 di Makassar
Sengketa Lahan SD Negeri Timbuseng II, Warga Harapkan Penyelesaian dari Pemerintah Kota Makassar
Dampak Asap Karhutla Sampai Ke Makassar, Organisasi Kesehatan Hipoglossus Foundation (H9F) Bagikan Masker Dan Flayer Ke Beberapa SD Negeri di Makassar
BEM NUSANTARA SULAWESI SELATAN BANTAH PERNYATAAN MENKES: “JANGAN SURUH RAKYAT BERADAPTASI DENGAN ASAP, SURUH NEGARA BEKERJA!”

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:33 WIB

JAS Bongkar Rekam Jejak PT Karya Pembangunan Rezki: Delapan Paket Proyek Kemenhub Lebih dari Rp500 Miliar, Mantan Direktur Pernah Masuk DPO Kasus Korupsi

Kamis, 5 November 2026 - 23:44 WIB

MANAJEMEN RSI FAISAL DINILAI INGKARI JANJI, ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA WIJA TO BONE SIAP KEMBALI GELAR AKSI UNJUK RASA

Senin, 2 November 2026 - 16:47 WIB

SERAGAM BUKAN TAMENG KEKEBALAN HUKUM! LKBHMI PB HMI: COPOT KAPOLDA JATENG DAN DIRRESKRIMUM, BONGKAR DUGAAN REPRESI APARAT DI PONPES HAMALATUL QUR’AN!

Senin, 2 November 2026 - 00:05 WIB

KABID PPPD KEPMI BONE SOROTI FENOMENA KONTEN PORNOGRAFI DI MEDIA SOSIAL: DINILAI MERUSAK RUANG EDUKASI DAN MEMENGARUHI POLA PIKIR GENERASI MUDA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Warga Padati Grand Opening, Browcyl Perkenalkan Outlet ke-27 di Makassar

Berita Terbaru