
Makassar — Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) (12/8/2026) menuai sorotan publik setelah sejumlah unggahan di media sosial mempersoalkan kehadiran Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko. dalam agenda yang semestinya menjadi ruang orientasi akademik bagi mahasiswa baru. Dalam dokumentasi video yang beredar, tampak sejumlah personel TNI berseragam lengkap duduk berjajar di atas panggung utama, berdampingan dengan jajaran pimpinan fakultas dan universitas.
Dilansir dari Identitas unhas kehadiran Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko merubah rangkaian kegiatan PKKMB FIB Unhas. Rezky Ramadhani SS MLitt selaku ketua panitia baru mendapatkan informasi kedatangan Pangdam XIV/Hasanuddin dari pimpinan mendekati waktu yang sudah di tetapkan dan peserta hendak membubarkan diri.
” itu di rundown tidak ada kegiatan ini. jadi kita langsung ditelpon sama pimpinan, bilang mau datang pangdam disitu,” ujar Rizky
Dalam rangkaian PPKMB panitia menargetkan selesai pada pukul 16.00 WITA, karena mahasiswa baru akan melanjutkan kegiatan PPKMB tingkat jurusan. Kehadiran Pangdam merubah semua rangkaian kegiatan yang sudah di tetapkan panitia.
Yang menjadi pertanyaan untuk apa unsur militer, khususnya seorang Panglima Kodam, hadir dan tampil dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru di tingkat fakultas?
PKKMB adalah agenda milik mahasiswa baru, disusun dan disiapkan oleh panitia mahasiswa dengan susah payah. Fakta bahwa Ketua Panitia sendiri baru mengetahui kedatangan Pangdam setelah dihubungi mendadak oleh pimpinan menunjukkan ada masalah tata kelola internal. Keputusan sepenting mengundang atau menyambut pejabat militer semestinya dikomunikasikan dari awal kepada panitia pelaksana, bukan disampaikan mendadak di tengah jalan.
Terlepas dari niat baik apa pun di baliknya, kehadiran Panglima Kodam beserta rombongan aparat berseragam lengkap di panggung acara orientasi akademik mahasiswa baru adalah simbol yang keliru ditempatkan. Kampus adalah ruang sipil, ruang nalar dan ilmu pengetahuan — bukan panggung yang semestinya dihiasi seragam militer sebagai unsur utama.
Bagi mahasiswa baru yang baru pertama kali menginjakkan kaki di lingkungan kampus, kehadiran aparat bersenjata dalam jumlah signifikan bisa menimbulkan tekanan psikologis, bukan rasa nyaman. Ini kontraproduktif dengan tujuan PKKMB yang semestinya membangun kesan pertama yang hangat dan mendukung terhadap kehidupan akademik.
Di sisi lain, pihak kampus maupun TNI sejauh ini belum memberikan klarifikasi resmi mengenai tujuan dan bentuk keterlibatan Kodam XIV/Hasanuddin dalam acara tersebut — apakah sebatas kehadiran seremonial, kerja sama program bela negara, atau bentuk lain yang memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak rektorat.








