Warga Desak FKS Land Tolak Beri Akses ke PT SUS untuk Proyek PLTSa di Tamalanrea

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Makassar— Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menolak Lokasi PLTSa (GERAM PLTSa) mendatangi kantor FKS Land, pengelola kawasan Tallasa City, Selasa (11/8). Mereka meminta manajemen FKS Land tidak memberikan akses, izin, rekomendasi, maupun bentuk fasilitasi apa pun kepada PT Sarana Utama Synergy (PT SUS) yang berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di kawasan tersebut.

Warga menolak proyek PLTSa itu karena lokasinya dinilai dekat dengan permukiman. Aksi berlangsung di tengah keramaian dan sempat memanas sejumlah warga menyebut adanya dugaan provokasi dari pihak kepolisian yang bertugas mengamankan aksi.

Menurut warga, PT SUS berencana memanfaatkan jalan di kawasan pergudangan dan industri Parangloe/Tallasa City serta membangun jembatan melintasi sungai untuk menghubungkan jalur menuju lokasi proyek. Warga menilai infrastruktur pendukung seperti akses jalan, jembatan, jalur pengangkutan sampah melalui Jalan Lingkar Barat, hingga jaringan perpipaan air menuju Sungai Tallo merupakan faktor penting bagi operasional PLTSa. Karena itu, pemberian izin atas fasilitas-fasilitas tersebut dinilai sama saja dengan mendukung proyek yang mereka tolak. Koordinator Aliansi GERAM PLTSa, H. Akbar, menyatakan pihaknya akan bersikap tegas apabila FKS Land memfasilitasi PT SUS.

Baca Juga :  Dibiarkan Lapuk, Asrama Mahasiswa Bone II Makassar Roboh

“Kalau memang FKS berdiri bersama PT SUS, maka kami juga akan melawan FKS. Kita ketahui FKS akan menggunakan lahannya untuk memotong sungai atau membangun jembatan untuk PLTSa PT SUS. Sungai itu bukan milik pribadi, melainkan untuk kepentingan umum,” kata H. Akbar.

Warga lain, Hj. Sinar dari Tamalalang, mempertanyakan pernyataan yang menurutnya pernah disampaikan PT SUS dalam forum bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan terkait akses jalan melalui Tallasa City dari Antang.

“Mengapa mereka begitu berani mengatakan di hadapan Menko Pangan terkait akses jalan melalui Tallasa City dari Antang? Artinya mungkin sudah ada pembicaraan. Kami meminta klarifikasi dan keterbukaan dari pihak FKS,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Jamaluddin, meminta komitmen jangka panjang dari pengelola kawasan. “Kami mendesak FKS tidak hanya menyatakan tidak adanya kerja sama saat ini, tetapi juga memastikan tidak ada bentuk kerja sama, rekomendasi, persetujuan, maupun fasilitasi di kemudian hari,” katanya.

Baca Juga :  Dugaan Kepemilikan Aset Oknum ASN Dinas Kesehatan Gowa Jadi Sorotan, Publik Desak Transparansi

 

Tanggapan FKS Land

Menanggapi tuntutan warga, perwakilan manajemen FKS Land, Yustinus Iwan Kurnianto, menegaskan pihaknya saat ini tidak menjalin kerja sama dengan PT SUS.

“Saat ini saya memastikan kami tidak akan mengkerjasamakan area kami untuk area tersebut. Selama itu masih di kawasan kami, maka kami tidak akan melakukan kerja sama dengan mereka,” ujar Yustinus di hadapan massa aksi.

Soal klaim bahwa akses Tallasa City tercantum dalam dokumen AMDAL PT SUS, Yustinus mengatakan FKS Land belum menerima dokumen resmi dari instansi berwenang sehingga belum mengetahui detail isi dokumen tersebut. Ia menyebut pihaknya akan menyampaikan posisi resmi apabila dipanggil oleh otoritas terkait.

 

 

 

Berita Terkait

The Legend 120 Bergerak Peduli Korban Kebakaran Tallo, Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
SPMP Minta APH (Polres Jeneponto) periksa anggaran pelaksaan hari jadi jeneponto ke.162 hasil temuan BPK tahun 2025
Ketua KNPI Kecamatan Bontoala, Muh. Rustam, bersama jajaran turun langsung ke lokasi kebakaran di Jl Kandea 3 Lorong 2 dan 3, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Selasa (11/8/2026).
Rayakan Ulang Tahun Perak, Partai Demokrat Gelar Lomba Rakyat Serentak di Seluruh Indonesia
Siswa Sekolah Rakyat SRMA 26 Makassar Antusias Ikuti Lomba Pidato AHY Muda
Pedagang Pasar Cidu Berbenah Secara Swadaya, GPII Kota Makassar dan PK KNPI Bontoala : Penataan Tak Harus Dengan Penggusuran
TIM ADVOKASI BADKO HMI SULAWESI SELATAN DESAK AUDIT MENYELURUH ATAS DUGAAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT DUGAAN KETIDAKPATUHAN PERPAJAKAN PT WALBRIK SINDO SEJAHTERA MAKMUR
FPM Sulsel Desak Aparat Usut Dugaan Distribusi Avtur Ilegal, Minta Periksa PT Citra Jaya Makmur Sejahtera

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:16 WIB

Warga Desak FKS Land Tolak Beri Akses ke PT SUS untuk Proyek PLTSa di Tamalanrea

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:07 WIB

The Legend 120 Bergerak Peduli Korban Kebakaran Tallo, Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WIB

SPMP Minta APH (Polres Jeneponto) periksa anggaran pelaksaan hari jadi jeneponto ke.162 hasil temuan BPK tahun 2025

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:22 WIB

Ketua KNPI Kecamatan Bontoala, Muh. Rustam, bersama jajaran turun langsung ke lokasi kebakaran di Jl Kandea 3 Lorong 2 dan 3, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Selasa (11/8/2026).

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Siswa Sekolah Rakyat SRMA 26 Makassar Antusias Ikuti Lomba Pidato AHY Muda

Berita Terbaru