Masamba — Sore ,04 September 2026 suasana di Masamba menjadi ruang bertemunya masyarakat dengan buku dan gagasan. NOSASI menggelar kegiatan Lapak Baca sebagai upaya sederhana namun bermakna untuk menghadirkan ruang literasi yang terbuka bagi siapa saja.
Berbagai buku disediakan untuk dibaca bersama. Masyarakat, khususnya generasi muda, diajak untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan meluangkan waktu membuka halaman demi halaman buku yang tersedia.
Kegiatan Lapak Baca ini bukan hanya tentang membaca. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan menumbuhkan kesadaran bahwa pengetahuan harus dapat diakses oleh semua kalangan.
Kegiatan Lapak Baca yang digelar NOSASI di Masamba sore ini turut mendapat dukungan dari Dinas Perpustakaan. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menghadirkan akses bacaan dan ruang literasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
NOSASI berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan menjadi bagian dari gerakan membangun budaya literasi di Masamba. Sebab, perubahan besar sering kali dimulai dari hal sederhana.
Sejumlah warga yang awalnya hanya melintas tampak tertarik dan memilih untuk singgah di Lapak Baca yang digelar NOSASI sore ini di Masamba. Kehadiran buku-buku yang terbuka untuk umum menarik perhatian masyarakat, mulai dari anak muda hingga warga yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi.
Salah seorang warga mengaku senang melihat adanya kegiatan seperti ini. Menurutnya, Lapak Baca menjadi kegiatan positif karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk membaca dan berdiskusi di tengah ruang publik.
“Awalnya cuma lewat, tapi lihat banyak buku jadi penasaran dan akhirnya singgah. Bagus juga ada kegiatan seperti ini, apalagi untuk anak-anak muda,” ujar Aira siswa SMA 1 Masamba.
Beberapa pengunjung lainnya juga terlihat membuka buku dan berbincang bersama anggota NOSASI. Bagi mereka, kegiatan tersebut menjadi pengalaman sederhana yang berbeda dari aktivitas sore biasanya.
Dan yang menarik perhatian seorang Kurir Ojek Online yang Melintas mengatakan: Biasanya saya singgah karena ada pesanan, tapi ini saya singgah karena ada buku,”- Ujarnya sambil tersenyum.
Antusiasme warga yang singgah menjadi bukti bahwa minat terhadap ruang-ruang literasi masih ada. Hanya saja, terkadang masyarakat membutuhkan ruang yang terbuka dan mudah dijangkau untuk kembali dekat dengan buku.
Lapak Baca NOSASI sore ini pun tidak hanya menghadirkan buku di ruang publik, tetapi juga menghadirkan perjumpaan—antara masyarakat, pengetahuan, dan gagasan.
Lapak Baca NOSASI sore ini membuktikan bahwa ruang publik tidak hanya bisa menjadi tempat berkumpul, tetapi juga tempat lahirnya gagasan.









