Jaringan Penggerak Keadilan Indonesia Sulsel Desak Polda Sulsel Usut Tuntas Kasus Korupsi Jasa Kebersihan DPRD Pangkep

- Jurnalis

Jumat, 26 Desember 2025 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Makassar – Pada tanggal 26 Desember 2025, Jaringan Penggerak Keadilan Indonesia (JPKI) Provinsi Sulawesi Selatan hari ini, Jumat, 26 Desember 2025, menggelar Unjuk Rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan. Aksi ini menuntut kejelasan dan kelanjutan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan Jasa Kebersihan di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang ditangani oleh Polres Pangkep sejak Juli 2025 lalu.

Dalam orasinya, Muhammad Syafi’i Jendral Lapangan menyatakan bahwa proses hukum kasus yang diduga merugikan keuangan daerah tersebut berjalan lambat dan tidak transparan. Publik, menurut mereka, berhak mengetahui perkembangan penyelidikan yang telah berjalan hampir enam bulan.

“Dugaan Kasus Korupsi yang bergulir di Polres Pangkep hingga saat ini belum mendapatkan Kepastian Hukum, Kepolisian sebagai penegak hukum harus berani dan tegas melawan Korupsi di daerah serta menyelamatkan kerugian Negara dari oknum-oknum yang tenggelam dalam lingkaran Serakahnomics”.

JPKI mencium Indikasi dugaan kuat keterlibatan salah seorang Pimpinan DPRD Kabupaten Pangkep, yang diduga memengaruhi proses pengadaan untuk kepentingan keluarga atau kroni.

Baca Juga :  Dugaan Pergantian Nama PT. RAE. Menjadi PT. Putra Amanah Jaya. Tuai Pertanyaan: Upaya Manipulasi di Balik Kisruh BBM Subsidi❓

“Kasus ini merupakan ujian bagi komitmen Kepolisian dalam pemberantasan korupsi, terutama di tingkat daerah. Kami tidak ingin kasus ini tenggelam dan dilupakan begitu saja. Kasus Korupsi merugikan Negara dan rakyat Sulawesi Selatan, maka dari itu Polda Sulsel harus turun tangan memastikan penyidikan oleh Polres Pangkep berjalan Independen, Profesional, dan tanpa Intervensi dari pihak manapun,” tegas salah satu perwakilan JPKI Sulsel di lokasi unjuk rasa.

Para pengunjuk rasa membawa spanduk dan poster yang berisi tuntutan “serta kecaman terhadap praktik korupsi. Aksi berlangsung tertib dan diawasi ketat oleh aparat kepolisian dari Polda Sulsel.

Lebih lanjut Mereka menegaskan bahwa praktik Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Sulawesi Selatan harus dibongkar hingga ke akarnya, tanpa ada yang dilindungi.

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas, praktek korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) menjadi musuh bersama. Jika tuntutan kami tidak di atensi oleh Penegak Hukum dengan profesional dan transparan, maka kami pastikan akan kembali melakukan gerakan dengan massa yang lebih besar”

Baca Juga :  BADKO HMI Sulsel Soroti Dugaan Peredaran Besi Beton yang Diduga Tidak Memenuhi Standar SNI

Hingga berita ini dirilis, pihak Polda Sulsel belum memberikan pernyataan resmi menanggapi tuntutan dari JPKI Sulsel. Publik dan media menunggu respons dan langkah konkret dari institusi penegak hukum tersebut terkait kasus yang menyangkut kepercayaan publik terhadap DPRD dan aparat penegak hukum di Kabupaten Pangkep.

JPKI Sulsel menyampaikan tiga tuntutan utama kepada Polda Sulsel selaku institusi atasan Polres Pangkep:

1. Mendesak Polda Sulsel segera memberikan kejelasan hukum terkait status penyidikan kasus Dugaan Korupsi jasa kebersihan di Kabupaten Pangkep.

2. Mengusut secara menyeluruh dugaan Praktik Nepotisme pada Kasus Jasa Kebersihan di DPRD Kabupaten Pangkep.

3. Mendesak Polda Sulsel untuk segera melakukan gelar penetapan tersangka kepada seluruh terduga yg terlibat dalam praktek korupsi pada kasus tersebut diatas.

Berita Terkait

Pedagang Pasar Cidu Berbenah Secara Swadaya, GPII Kota Makassar dan PK KNPI Bontoala : Penataan Tak Harus Dengan Penggusuran
TIM ADVOKASI BADKO HMI SULAWESI SELATAN DESAK AUDIT MENYELURUH ATAS DUGAAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT DUGAAN KETIDAKPATUHAN PERPAJAKAN PT WALBRIK SINDO SEJAHTERA MAKMUR
FPM Sulsel Desak Aparat Usut Dugaan Distribusi Avtur Ilegal, Minta Periksa PT Citra Jaya Makmur Sejahtera
Aktivis Muda Makassar Kritik Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Soal Kebijakan Energi Kota Makassar
KNPI Sulsel Perkuat Sinergi dengan Bea Cukai, Buka Peluang Kolaborasi untuk Pemberdayaan Pemuda.
Diduga Tipu Pembeli Rumah Rp35 Juta, Seorang Pengembang Dilaporkan ke Polresta Gowa
Ruang Demokrasi Dicederai: Aksi Damai BEM FISEH UCM dan BEM FH UMI Diduga Dibubarkan Oknum Preman di UpperHills Convention Makassar
Milad ke-15 HIMJUSMAN Digelar di Benteng Somba Opu, Jadi Ruang Refleksi Lintas Generasi

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Pedagang Pasar Cidu Berbenah Secara Swadaya, GPII Kota Makassar dan PK KNPI Bontoala : Penataan Tak Harus Dengan Penggusuran

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:12 WIB

TIM ADVOKASI BADKO HMI SULAWESI SELATAN DESAK AUDIT MENYELURUH ATAS DUGAAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT DUGAAN KETIDAKPATUHAN PERPAJAKAN PT WALBRIK SINDO SEJAHTERA MAKMUR

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:41 WIB

FPM Sulsel Desak Aparat Usut Dugaan Distribusi Avtur Ilegal, Minta Periksa PT Citra Jaya Makmur Sejahtera

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Aktivis Muda Makassar Kritik Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Soal Kebijakan Energi Kota Makassar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:53 WIB

KNPI Sulsel Perkuat Sinergi dengan Bea Cukai, Buka Peluang Kolaborasi untuk Pemberdayaan Pemuda.

Berita Terbaru