Ketua gerak misi, akat bicara atas dugaan ketelibatan oknum polri yang menerima setoran jaringan narkoba

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anatomikata.co.id-MAKASSAR, 24 februari 2026– Ketua Lembaga Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Indonesia atau sering di kenal Gerak Misi, Fahim angkat bicara atas terkait banyaknya fenomena atas keterlibatan oknum anggota kepolisian Republik Indonesia dalam jaringan narkoba khususnya dalam wilayah polda Sulawesi Selatan, menurutnya hal ini merupakan pelanggaran berat yang merusak kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

 

“Kami sangat prihatin dan kecewa mendengar banyaknya dugaan keterlibatan oknum polisi dalam jaringan narkoba”, ungkapnya

“yang belum lama ini pimpinan satuan resnarkoba selaku Kasat bersama kanitnya terlibat dan terima setoran dari jaringan narkoba yang ada di polres Toraja Utara yang dimana sebagai aparat sepatutnya dan selayaknya serta seharusnya melindungi masyarakat dari bahaya narkoba, namun ironinya mereka justru terlibat dalam kejahatan yang sangat merugikan,” ujar fahim , Senin (23/2).

 

Fahim menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterima dan dihimpun oleh Gerak Misi, bahwa hal ini merupakan sebuah fenomena yang sudah menjadi hal yang lumrah dalam issu dan informasi yang menjadi konsumtif masyarakat, dikarenakan keterlibatan oknum tersebut sudah kerap kali terjadi, bahkan hal ini sudah menjadi rahasia umum di kehidupan masyarakat,tambahnya”.

Baca Juga :  Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulsel Gelar Aksi di Depan PT Pharma Indo Sukses: Tuntut Transparansi dan Verifikasi Izin Pergudangan Dalam Kota Makassar

 

 

Menurut Fahim, keterlibatan oknum polisi dalam jaringan narkoba sangat berbahaya karena mereka memiliki akses dan kekuasaan yang dapat digunakan untuk menutupi kejahatan tersebut,

 

“Oknum polisi yang terlibat dalam jaringan narkoba dapat menggunakan kekuasaan dan akses mereka untuk menutupi kejahatan, menghalangi penyidikan, dan bahkan melindungi para pelaku, dan hal ini membuat upaya pemberantasan narkoba menjadi lebih sulit dan tidak efektif,” ujarnya.

 

Fahim menegaskan bahwa Gerak Misi akan terus memantau perkembangan kasus ini dan bekerjasama dengan pihak terkait untuk mengungkap tabir kebenaran,

 

“Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan berusaha mengungkap tindakan tindakan penyalahgunaan wewenang jabatan tersebut seperti yang terjadi di wilayah polres Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan,” Tambahnya

“namun fenomena itu tidak menutup kemungkinan atas oknum oknum lainya seperti yang kerap terjadi atas banyaknya dugaan penjualan pasal dan tangkap lepas pada satuan narkoba yang ada di Polda Sulsel serta polres jajarannya,” Tutupnya.

Baca Juga :  MBG, Program Bergizi Atau Skema Mark Up Terstruktur

 

Selain itu, Fahim juga menginisiatori tindakan pencegahan keterlibatan oknum aparat penegak hukum dalam jaringan narkoba tentu perlu pengawasan dan pemeriksaan yang insentif dan Restrukturisasi Organisasi penuh terhadap satuan resnarkoba Polda sul-sel dan polres jajarannya .

 

Fahim pula menegaskan bahwa ia selaku Ketua Gerak-Misi akan membangun gerakan aksi unjuk rasa dengan mengajak seluruh elemen kelembagaan agar bersama sama mengawal dan melakukan aksi unjuk rasa di depan Polda sul-sel, flay ofer dan poros jln sultan allauddin untuk mendesak Polda sul-sel bersama Dirpropam polda Sulsel untuk segera mengambil tindakan berupa Restrukturisasi Organisasi secara total sebagai penyegaran struktur polri yang ada di Polda Sulsel dan polres jajaran yang ada di kabupaten kota dan mendesak Dirpropam polda untuk mengintruksikan Paminal agar mengevaluasi dan memeriksa seluruh pimpinan satuan resnarkoba yang ada di Polda Sulsel dan polres jajaran yang berada di kabupaten kota Provinsi Sulawesi Selatan, tutupnya”.

Berita Terkait

“GPII GERUDUK BALAIKOTA MAKASSAR DESAK EVALUASI DISPORA KOTA MAKASSAR”
Rekannya di Tahan Tanpa Kejelasan, The Legend 120 Geruduk Mapolres Gowa
Skandal Rp15 Miliar Mengguncang Gowa: Dugaan Korupsi Seragam Sekolah Gratis Seret Nama Bupati!
*Seminar Program Kerja KKN Angkatan 78 Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Lakukang*
HMI Sulsel Dorong Komitmen Persatuan, Nilai Pernyataan JK sebagai Penguatan Harmonisasi Kebangsaan
Pelayanan tak kunjung di perbaiki, THE Legend 120 Mengutuk Keras Manajemen RSUD Syech Yusuf Gowa
Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Makassar Tolak Permohonan praperadilan Bahar Ngitung
Lalai Tangani Korban Pembacokan, RSUD Syekh Yusuf Disorot: Dari Alasan Biaya hingga Operasi yang Tak Kunjung Dilakukan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 17:40 WIB

“GPII GERUDUK BALAIKOTA MAKASSAR DESAK EVALUASI DISPORA KOTA MAKASSAR”

Kamis, 16 April 2026 - 16:52 WIB

Rekannya di Tahan Tanpa Kejelasan, The Legend 120 Geruduk Mapolres Gowa

Kamis, 16 April 2026 - 16:37 WIB

Skandal Rp15 Miliar Mengguncang Gowa: Dugaan Korupsi Seragam Sekolah Gratis Seret Nama Bupati!

Kamis, 16 April 2026 - 16:08 WIB

*Seminar Program Kerja KKN Angkatan 78 Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Lakukang*

Rabu, 15 April 2026 - 16:59 WIB

HMI Sulsel Dorong Komitmen Persatuan, Nilai Pernyataan JK sebagai Penguatan Harmonisasi Kebangsaan

Berita Terbaru