anatomikata.co.id, Makassar – Kecamatan Makassar, Kelurahan Maccini, kembali menjadi sorotan tajam terkait maraknya peredaran narkoba jenis sintetis dan sabu yang kini begitu mudah diakses, bukan hanya oleh kalangan pemuda, tetapi juga telah merambah hingga orang tua. Kondisi ini bukan sekadar memprihatinkan, tetapi sudah berada pada tahap yang mengancam masa depan generasi.
Abdul Faisal, tokoh pemuda Kota Makassar, menegaskan bahwa situasi ini tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan kecil. Narkotika telah merusak lingkungan sosial, menghancurkan masa depan anak muda, dan menciptakan lingkaran kriminal yang terus berulang.
Lebih jauh, Abdul Faisal menilai lemahnya penegakan hukum turut memperburuk keadaan. Informasi dari lapangan menyebutkan adanya kasus di mana pelaku pengedar sempat ditangkap namun kemudian dilepaskan kembali, sehingga peredaran narkoba terus berlanjut tanpa hambatan.
“Kami menilai Kapolda Sulsel, Direktur Narkoba Polda Sulsel, dan Kasat Narkoba Polrestabes Makassar harus bertanggung jawab penuh atas situasi ini. Jika aparat tidak mampu memberantas jaringan yang telah merajalela di Kecamatan Makassar, Kelurahan Maccini, maka kami akan melakukan protes di Mapolda Sulsel dan Polrestabes Makassar atas minimnya pengawasan terhadap peredaran narkotika,” tegas Abdul Faisal.
Abdul Faisal menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Mereka menuntut aparat bertindak tegas, transparan, dan tanpa kompromi. Jika peredaran narkoba di wilayah ini terus terjadi, maka tekanan publik akan meningkat dan suara mereka akan semakin keras.
“Ini peringatan keras dari kami sebagai pemuda Kota Makassar. Jangan biarkan wilayah Maccini menjadi ladang subur bagi perusak generasi. Jika aparat tidak mampu menertibkan, maka kami sendiri yang akan menuntut pertanggungjawaban di hadapan Kapolda, Kapolrestabes Makassar, dan publik,” tutupnya.








