anatomikata.co.id, ENREKANG – Festival Durian Enrekang 2026 yang digelar di Kebun Raya Massenrempulu berhasil menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Kegiatan yang digadang-gadang sebagai ajang promosi potensi durian lokal dan penguatan sektor pariwisata daerah ini disambut dengan antusiasme yang tinggi oleh masyarakat.
Sejak pagi hari, kawasan festival telah dipadati pengunjung yang ingin menikmati durian khas Enrekang yang selama ini dikenal memiliki kualitas unggulan. Tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa komoditas durian masih menjadi salah satu daya tarik utama Kabupaten Enrekang yang mampu mendatangkan wisatawan dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Namun, di balik ramainya pengunjung dan semaraknya pelaksanaan kegiatan, sejumlah keluhan mulai bermunculan. Banyak pengunjung mengaku kecewa karena stok durian yang tersedia dinilai tidak mampu memenuhi jumlah peserta yang hadir. Kondisi tersebut menyebabkan antrean panjang di berbagai titik distribusi, bahkan beberapa pengunjung mengaku tidak mendapatkan durian sesuai harapan setelah menunggu cukup lama.
Situasi ini memicu berbagai tanggapan di media sosial maupun ruang publik. Tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan kesiapan panitia dalam mengantisipasi lonjakan pengunjung yang sebenarnya dapat diprediksi sejak awal. Mengingat festival tersebut telah dipromosikan secara luas, tingginya animo masyarakat seharusnya menjadi bahan pertimbangan utama dalam penyusunan konsep dan teknis pelaksanaan kegiatan.
Saifullah, mantan Wakil Ketua BEM sekaligus salah satu masyarakat Kabupaten Enrekang, menilai bahwa festival tersebut memiliki tujuan yang baik namun perlu dievaluasi dari sisi pelaksanaan.
“Festival Durian seharusnya menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi durian lokal Enrekang kepada masyarakat luas. Sayangnya, berbagai keluhan yang muncul menunjukkan bahwa masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi agar kegiatan seperti ini dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan sebuah festival tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung yang hadir, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Antusiasme masyarakat yang begitu besar sebenarnya merupakan hal positif dan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki ketertarikan tinggi terhadap produk unggulan daerah. Namun, hal tersebut harus dibarengi dengan perencanaan yang matang, mulai dari ketersediaan stok, sistem distribusi, hingga manajemen pengunjung di lokasi acara,” tambahnya.
Lebih lanjut, Saifullah menegaskan bahwa kritik yang muncul seharusnya tidak dipandang sebagai upaya menjatuhkan pihak tertentu, melainkan sebagai masukan konstruktif demi perbaikan kegiatan serupa di masa mendatang.
“Ini harus menjadi evaluasi bersama. Potensi durian Enrekang sangat besar dan layak untuk terus dipromosikan. Akan tetapi, penyelenggaraan yang kurang maksimal dapat mengurangi tujuan utama dari kegiatan tersebut. Harapannya, ke depan festival semacam ini dapat dipersiapkan lebih matang sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, petani, pelaku UMKM, maupun pemerintah daerah,” jelasnya.
Terlepas dari berbagai kritik yang muncul, Festival Durian Enrekang tetap menunjukkan besarnya potensi daerah dalam mengembangkan sektor pertanian dan pariwisata berbasis komoditas lokal. Tingginya jumlah pengunjung menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki ketertarikan besar terhadap agenda-agenda promosi daerah yang dikemas secara kreatif dan menarik.
Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa festival-festival serupa di masa mendatang tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga mampu memberikan pengalaman yang positif, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat citra Kabupaten Enrekang sebagai salah satu sentra durian unggulan di Sulawesi Selatan.









