Saifullah Soroti Pelaksanaan Festival Durian Enrekang: Potensi Besar Harus Diimbangi Persiapan Matang

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, ENREKANG – Festival Durian Enrekang 2026 yang digelar di Kebun Raya Massenrempulu berhasil menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Kegiatan yang digadang-gadang sebagai ajang promosi potensi durian lokal dan penguatan sektor pariwisata daerah ini disambut dengan antusiasme yang tinggi oleh masyarakat.

Sejak pagi hari, kawasan festival telah dipadati pengunjung yang ingin menikmati durian khas Enrekang yang selama ini dikenal memiliki kualitas unggulan. Tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa komoditas durian masih menjadi salah satu daya tarik utama Kabupaten Enrekang yang mampu mendatangkan wisatawan dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Namun, di balik ramainya pengunjung dan semaraknya pelaksanaan kegiatan, sejumlah keluhan mulai bermunculan. Banyak pengunjung mengaku kecewa karena stok durian yang tersedia dinilai tidak mampu memenuhi jumlah peserta yang hadir. Kondisi tersebut menyebabkan antrean panjang di berbagai titik distribusi, bahkan beberapa pengunjung mengaku tidak mendapatkan durian sesuai harapan setelah menunggu cukup lama.

Situasi ini memicu berbagai tanggapan di media sosial maupun ruang publik. Tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan kesiapan panitia dalam mengantisipasi lonjakan pengunjung yang sebenarnya dapat diprediksi sejak awal. Mengingat festival tersebut telah dipromosikan secara luas, tingginya animo masyarakat seharusnya menjadi bahan pertimbangan utama dalam penyusunan konsep dan teknis pelaksanaan kegiatan.

Baca Juga :  Ratusan Massa The Legend 120 Duduki Kantor Bupati Gowa, Tuntut Copot Dirut RSUD Syekh Yusuf

Saifullah, mantan Wakil Ketua BEM sekaligus salah satu masyarakat Kabupaten Enrekang, menilai bahwa festival tersebut memiliki tujuan yang baik namun perlu dievaluasi dari sisi pelaksanaan.

“Festival Durian seharusnya menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi durian lokal Enrekang kepada masyarakat luas. Sayangnya, berbagai keluhan yang muncul menunjukkan bahwa masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi agar kegiatan seperti ini dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan sebuah festival tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung yang hadir, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Antusiasme masyarakat yang begitu besar sebenarnya merupakan hal positif dan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki ketertarikan tinggi terhadap produk unggulan daerah. Namun, hal tersebut harus dibarengi dengan perencanaan yang matang, mulai dari ketersediaan stok, sistem distribusi, hingga manajemen pengunjung di lokasi acara,” tambahnya.

Lebih lanjut, Saifullah menegaskan bahwa kritik yang muncul seharusnya tidak dipandang sebagai upaya menjatuhkan pihak tertentu, melainkan sebagai masukan konstruktif demi perbaikan kegiatan serupa di masa mendatang.

Baca Juga :  Sinergi UMI dengan Pemerintah Kabupaten Takalar Dorong Pemanfaatan Tanaman Sereh sebagai Sabun Transparan Antiseptik

“Ini harus menjadi evaluasi bersama. Potensi durian Enrekang sangat besar dan layak untuk terus dipromosikan. Akan tetapi, penyelenggaraan yang kurang maksimal dapat mengurangi tujuan utama dari kegiatan tersebut. Harapannya, ke depan festival semacam ini dapat dipersiapkan lebih matang sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, petani, pelaku UMKM, maupun pemerintah daerah,” jelasnya.

Terlepas dari berbagai kritik yang muncul, Festival Durian Enrekang tetap menunjukkan besarnya potensi daerah dalam mengembangkan sektor pertanian dan pariwisata berbasis komoditas lokal. Tingginya jumlah pengunjung menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki ketertarikan besar terhadap agenda-agenda promosi daerah yang dikemas secara kreatif dan menarik.

Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa festival-festival serupa di masa mendatang tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga mampu memberikan pengalaman yang positif, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat citra Kabupaten Enrekang sebagai salah satu sentra durian unggulan di Sulawesi Selatan.

Berita Terkait

Kuasa Hukum Korban Investasi MBG Gugat Terduga Oknum yang Merugikan Kliennya
KAWAL BEASISWA BOMBANA 2026: DARI ASPIRASI MENUJU EVALUASI
POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA
Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029
SPMP Desak APH Untuk Segera Mengusut Kerjasama Pengelolaan Parkir RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba
KETUA BEM FEB UMI PERTANYAKAN KLAIM PERTAMINA SOAL STOK BBM AMAN DI TENGAH ANTREAN MAKASSAR
Gas Langka, BBM Mengantre, Air Tersendat, Listrik Padam. HMI Cabang Makassar: Ada Apa dengan Pelayanan Publik?
Akses Kebutuhan Dasar Lumpuh di Makassar. HMI Pertanyakan Komitmen Pelayanan Publik

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 21:23 WIB

Kuasa Hukum Korban Investasi MBG Gugat Terduga Oknum yang Merugikan Kliennya

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA

Kamis, 17 September 2026 - 19:57 WIB

Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029

Minggu, 13 September 2026 - 17:32 WIB

SPMP Desak APH Untuk Segera Mengusut Kerjasama Pengelolaan Parkir RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba

Kamis, 10 September 2026 - 10:25 WIB

KETUA BEM FEB UMI PERTANYAKAN KLAIM PERTAMINA SOAL STOK BBM AMAN DI TENGAH ANTREAN MAKASSAR

Berita Terbaru