Skandal Bansos di Kepulauan Tanakeke Takalar: Dipotong Sepihak dan Dipungut Rp10 Ribu Per-Karung LPM Desak APH Usut Tuntas

- Jurnalis

Rabu, 24 Desember 2025 - 22:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Takalar – Penyaluran bantuan beras Bulog di Dusun Bauluang, Desa Minasa Baji, Kecamatan Kepulauan Tanakeke, menuai protes warga. Masyarakat mencium adanya praktik tidak transparan yang melibatkan oknum perangkat desa dalam proses distribusi bantuan pangan tersebut.

Warga mengaku dipungut biaya sebesar Rp10.000 per karung oleh pihak desa. Tak hanya pungli, hak penerima juga dipangkas; warga yang seharusnya menerima dua karung beras dan hanya diberikan satu karung. Pihak desa berdalih pemotongan tersebut dilakukan demi “pemerataan” bantuan, namun kebijakan ini diambil secara sepihak tanpa musyawarah.

Baca Juga :  Program Mahasiswa KKN Gelombang 16 UH "HEBAT PILAH: Edukasi Pemilahan Sampah Organik, Non-Organik, dan Residu"

Hal yang paling disorot adalah dugaan manipulasi data dokumentasi. Warga dipaksa berfoto dengan dua karung beras seolah bantuan diterima utuh, meski kenyataannya mereka hanya membawa pulang separuhnya.

Berdasarkan pengakuan Masyarakat mereka difoto dengan dua karung, tapi yang dibawa pulang cuma satu. Ini jelas pembohongan data,” keluh salah satu warga.

Kini, masyarakat Dusun Bauluang mendesak Kementerian Sosial, Bulog, dan Pemerintah Kabupaten Takalar untuk segera mengusut tuntas keterlibatan kepala dusun dan perangkat desa. Warga menuntut pengembalian hak mereka serta evaluasi total agar penyaluran bansos ke depan lebih jujur dan akuntabel.

Baca Juga :  LPM Desak Polres Gowa Usut Dugaan Mark Up dan Keterlibatan Tambang Ilegal di Proyek Desa Bontolangkasa Selatan

Atas permasalahan tersebut, Dewan Komando Lembaga Pergerakan Mahasiswa” Agung Setiawan” secara tegas mendesak aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh.

Lanjutnya” Agung meminta agar dugaan penyalahgunaan bantuan pangan negara ini diusut secara transparan dan tuntas, termasuk menelusuri peran pihak-pihak yang terlibat. Jika kasus seperti ini dibiarkan tanpa penindakan hukum, maka akan membuka ruang penyalahgunaan bantuan sosial di kemudian hari serta merugikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Berita Terkait

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah
Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan
POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA
Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029
Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar
ALIANSI MAHASISWA UNIVERSITAS WIRA BHAKTI SOROT KRISIS ENERGI DI MAKASSAR “ENERGI KRISIS, DOMPET KRITIS, PEJABAT NARSIS”
Aksi BBM Berujung Darah, Kader HMI Makassar Diduga Dipukul Oknum Polisi di Pertamina Patra Niaga ‎
SPMP Desak APH Untuk Segera Mengusut Kerjasama Pengelolaan Parkir RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 16:28 WIB

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah

Jumat, 18 September 2026 - 17:13 WIB

Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA

Kamis, 17 September 2026 - 19:57 WIB

Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029

Rabu, 16 September 2026 - 20:47 WIB

Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar

Berita Terbaru