Hewan Langka Penyu Dilindungi, Pelaku Perdagangan Masih Bebas Berkeliaran!

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 September 2025 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anatomikata.co.id,Takalar – 19 September 2025. Diduga oknum pelaku perdagangan penyu bebas berkeliaran, Aliansi Pemuda Sulsel Mendesak Polairud menangkap para pelaku.

Salah satu Warga desa rewataya diduga pelaku perdagangan penyu masih bebas berkeliaran diwilayah takalar.

Aliansi Pemuda Sulawesi Selatan mendesak Polairud diwilayah perairan takalar/Tanakeke bergerak cepat dan menangkap pelaku ini bersama gerombolannya.

Oknum Daeng R tidak mungkin bekerja sendiri, dia pasti punya gerombolan dan infonya dia kebal hukum sehingga sampai sekarang masih bebas melakukan kegiatan yang melanggar hukum ini.

Info sebelumnya yang didapatkan, Oknum Daeng R.’ telah ditangkap bersama barang bukti tetapi info terbaru dari warga setempat mengatakan daeng R ini sudah bebas.

Saat dikonfirmasi sebelumnya, Kepala Desa Rewataya dan Camat Kepulauan Tanakeke masing-masing mengatakan Info ini benar adanya, memang ada warga atas nama inisial daeng R’ yang telah diambil bersama barang buktinya.

Baca Juga :  Integritas DPRD Provinsi Sulsel Dipertanyakan Terkait Mandeknya RDP GMTD

Kasus penyu ini memang harusnya segera dituntaskan dan para pelaku harus ditersangkakan.

Polairud diharapkan segera menindaki para pelaku apalagi ini adalah ranah hukum Polairud.

Apabila terjadi pembiaran maka para pelaku bisa jadi akan menjadi-jadi dan akan menghabiskan penyu-penyu yang dilindungi oleh negara.

Waliyullah jendlap Aliansi Pemuda Sulsel mengatakan,” Kami mendesak Polairud mengambil langkah tegas dengan memeriksa dan menangkap para pelaku yang sudah diisukan sebelumnya. Kami mendukung penuh Polairud dan Jangan lakukan pembiaran. Kami akan memantau kasus ini.” Ujar aktifis muda ini.

Sekretaris IWO Kabupaten Takalar Pun, angkat bicara” Keadilan harus ditegakkan,jangan biarkan pelaku-pelaku ini dengan mudah lepas dari jeratan hukum. Sesuai info dari beberapa warga dan dan pemerintah setempat, Polairud bisa memeriksa oknum R ini dikarenakan banyak saksi yang sudah mengatakan kalau oknum R ini didapat bersama barang buktinya.” Tegas Muslim Tarru.

Baca Juga :  Diduga Tipu Pembeli Rumah Rp35 Juta, Seorang Pengembang Dilaporkan ke Polresta Gowa

Lanjut Muslim Tarru ” Dalam undang-undang ini, perlindungan satwa seperti penyu diatur dalam beberapa pasal, termasuk:

Pasal 21 ayat (2): Melarang kegiatan yang merugikan satwa dilindungi, seperti menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, atau memperdagangkannya.

Pasal 40A ayat (1): Menetapkan sanksi pidana bagi pelanggar Pasal 21, yaitu pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda hingga Rp100.000.000. Jadi para pelaku memang harus ditindak tegas.” Tutup Sekretaris Iwo Takalar.

Penyu dilindungi karena statusnya yang terancam punah di tingkat nasional dan global. Organisasi internasional seperti IUCN dan CITES juga mengklasifikasikan penyu sebagai spesies yang terancam. (*)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Cidu Berbenah Secara Swadaya, GPII Kota Makassar dan PK KNPI Bontoala : Penataan Tak Harus Dengan Penggusuran
TIM ADVOKASI BADKO HMI SULAWESI SELATAN DESAK AUDIT MENYELURUH ATAS DUGAAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT DUGAAN KETIDAKPATUHAN PERPAJAKAN PT WALBRIK SINDO SEJAHTERA MAKMUR
FPM Sulsel Desak Aparat Usut Dugaan Distribusi Avtur Ilegal, Minta Periksa PT Citra Jaya Makmur Sejahtera
Aktivis Muda Makassar Kritik Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Soal Kebijakan Energi Kota Makassar
KNPI Sulsel Perkuat Sinergi dengan Bea Cukai, Buka Peluang Kolaborasi untuk Pemberdayaan Pemuda.
Diduga Tipu Pembeli Rumah Rp35 Juta, Seorang Pengembang Dilaporkan ke Polresta Gowa
Ruang Demokrasi Dicederai: Aksi Damai BEM FISEH UCM dan BEM FH UMI Diduga Dibubarkan Oknum Preman di UpperHills Convention Makassar
HMK Makassar Kecam Pemanfaatan Jalan dan Pelabuhan Umum Kabaena untuk Aktivitas Tambang

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Pedagang Pasar Cidu Berbenah Secara Swadaya, GPII Kota Makassar dan PK KNPI Bontoala : Penataan Tak Harus Dengan Penggusuran

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:12 WIB

TIM ADVOKASI BADKO HMI SULAWESI SELATAN DESAK AUDIT MENYELURUH ATAS DUGAAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT DUGAAN KETIDAKPATUHAN PERPAJAKAN PT WALBRIK SINDO SEJAHTERA MAKMUR

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:41 WIB

FPM Sulsel Desak Aparat Usut Dugaan Distribusi Avtur Ilegal, Minta Periksa PT Citra Jaya Makmur Sejahtera

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Aktivis Muda Makassar Kritik Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Soal Kebijakan Energi Kota Makassar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:53 WIB

KNPI Sulsel Perkuat Sinergi dengan Bea Cukai, Buka Peluang Kolaborasi untuk Pemberdayaan Pemuda.

Berita Terbaru