PKL Datu Museng & Maipa Tolak Relokasi Sepihak, Camat Ujung Pandang dan Pemkot Makassar Dinilai Abaikan Suara Rakyat Kecil

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Makassar – Pada tanggal 26 Januari 2026, Aliansi Asosiasi PKLIMA Datu Museng dan Maipa menyatakan penolakan tegas terhadap rencana relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Jl Maipa dan Jl Datu Museng ke Pasar Kampung Baru sebagaimana diberitakan sejumlah media. Kebijakan tersebut dinilai sepihak, tidak partisipatif, dan mengabaikan keberlangsungan hidup PKL.

Narasi “penataan kawasan” yang terus diulang Pemerintah Kota Makassar justru menutupi substansi persoalan. Relokasi dilakukan tanpa dialog setara, tanpa kesepakatan bersama, serta tanpa jaminan keberlanjutan ekonomi bagi PKL. Dalam kondisi ini, relokasi bukan solusi, melainkan bentuk penggusuran terselubung.

Baca Juga :  BEM Fakultas Hukum Universitas Bosowa Tegaskan Desakan Penegakan Hukum dalam Aksi Hari Anti Korupsi Sedunia

Koordinator Lapangan Asosiasi PKLIMA Datu Museng dan Maipa, Alif Daisuri, mengecam keras pemberitaan yang cenderung menyudutkan PKL sebagai pelanggar aturan dan penyebab kemacetan.

“PKL selalu dijadikan kambing hitam. Padahal pemerintah gagal menghadirkan penataan yang manusiawi dan berkeadilan. Kami bukan kriminal, kami warga yang mencari nafkah secara jujur,” tegas Alif.

Menurut Alif, Pasar Kampung Baru bukan jawaban atas persoalan PKL di Jl Maipa dan Datu Museng. Pemindahan tersebut justru mematikan sumber penghidupan pedagang karena tidak berbasis kajian terbuka dan tidak disepakati oleh PKL sebagai pihak terdampak langsung.

Aliansi PKLIMA juga menilai pemerintah berlindung di balik aturan, namun mengabaikan kewajiban konstitusional untuk melindungi hak warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Penataan kota tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan rakyat kecil.

Baca Juga :  Jalan Perintis Kemerdekaan Rusak Lagi, HMI STIKES NH Pertanyakan Kualitas Aspal dan Standar Pengerjaan

Sebagai bentuk perlawanan atas kebijakan sepihak, Aliansi Asosiasi PKLIMA Datu Museng dan Maipa memastikan akan menggelar Aksi Unjuk Rasa Jilid 2. Aksi ini merupakan tuntutan terbuka agar Pemerintah Kota Makassar menghentikan relokasi paksa dan membuka ruang dialog yang adil.

“Jika suara kami terus diabaikan, maka kami akan menyuarakannya di jalan. Ini soal hidup, bukan sekadar lapak,” tutup Alif.

Berita Terkait

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah
Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan
POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA
Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029
Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar
ALIANSI MAHASISWA UNIVERSITAS WIRA BHAKTI SOROT KRISIS ENERGI DI MAKASSAR “ENERGI KRISIS, DOMPET KRITIS, PEJABAT NARSIS”
Aksi BBM Berujung Darah, Kader HMI Makassar Diduga Dipukul Oknum Polisi di Pertamina Patra Niaga ‎
SPMP Desak APH Untuk Segera Mengusut Kerjasama Pengelolaan Parkir RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 16:28 WIB

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah

Jumat, 18 September 2026 - 17:13 WIB

Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA

Kamis, 17 September 2026 - 19:57 WIB

Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029

Rabu, 16 September 2026 - 20:47 WIB

Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar

Berita Terbaru