anatomikata.co.id, Makassar – Seragam adalah simbol kepercayaan publik, tanda bahwa negara hadir untuk menjaga keselamatan warganya. Namun pada hari ini, ketika kekuasaan yang melekat pada seragam itu digunakan secara berlebihan hingga merenggut nyawa, yang runtuh bukan hanya satu kehidupan melainkan juga kepercayaan masyarakat.
Kasus kekerasan oleh aparat bukan sekadar persoalan individu yang “khilaf”. Ia menyentuh persoalan sistem. bagaimana mekanisme pengawasan dijalankan, bagaimana budaya institusi dibentuk, dan sejauh mana hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Ketika aparat yang seharusnya menegakkan hukum justru melanggar hukum, luka sosial yang tercipta jauh lebih dalam.
Masyarakat tidak menuntut kesempurnaan. Mereka menuntut keadilan. Transparansi dalam penyelidikan, keterbukaan informasi, serta proses hukum yang adil adalah pondasi untuk memulihkan kepercayaan. Tanpa itu, setiap peristiwa kekerasan akan menjadi bara dalam ingatan kolektif.
Kekuasaan tanpa kontrol adalah bahaya. Dalam negara hukum, setiap tindakan termasuk oleh aparat harus dapat dipertanggungjawabkan. Reformasi internal, pendidikan etika, serta pengawasan independen bukanlah ancaman bagi institusi, melainkan cara untuk memperkuatnya.
Karena pada akhirnya, negara yang kuat bukanlah negara yang ditakuti rakyatnya, tetapi negara yang dipercaya rakyatnya.









